Friday, January 4, 2013

Kategori:

Kisah Inspiratif dari Jamil Azzaini

Suaranya terkadang meninggi, lalu perlahan-lahan turun, dengan kelopak mata mengecil, dan mulai berkaca-kaca ketika beliau menceritakan pengalaman masa kecilnya yang menyedihkan.

“…Kamu harus jadi kerang mutiara naaak. Jangan jadi kerang rebus yang diobral seperti di kampung kita,” kata pria itu menirukan petuah ayahnya sewaktu kecil.

Pria itu bernama Jamil Azzaini, seorang trainer sekaligus inspirator hebat Indonesia saat ini. Rekan-rekan beliau menyebutnya Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih sukses sekaligus kemuliaan hidup. Ia sukses dalam kariernya, mengembangkan PT.Kubik Kreasi Sisilain, di samping menjadi dosen Pascasarjana di IPB.

Sepenggal kisah yang tak terlupakan bagi beliau dan sangat mengesankan bagi saya adalah kisah “Kerang Rebus dan Kerang Mutiara”.

Saat itu bapaknya datang menghampiri Jamil kecil dan duduk di sebelahnya. ”Mil bapak mau bercerita, kamu mau mendengar?” Jamil mengangguk. ”Kamu tahu proses terjadinya mutiara,” tanya bapaknya. Jamil kecil pun menggeleng. Sambil merangkul pundak Jamil, bapaknya melanjutkan cerita; ”Waktu kerang muda mencari makan atau bergerak untuk pindah, ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka… tutup… buka… tutup. Nah suatu kali, di saat cangkang itu terbuka, sebutir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu.

Sang kerang pun menangis sambil memanggil-manggil ibunya.  ”Bu sakit bu… ada pasir masuk ke dalam tubuhku”. Sang ibu menjawab, ” Sabar nak, jangan pedulikan rasa sakit, bila perlu berikanlah kebaikan kepada pasir yang telah menyakitimu”. Kerang muda itu menuruti nasehat ibunya. Ia menangis, tapi air matanya digunakan untuk membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya itu. Hal itu terus-terus ia lakukan. Dengan baluran air mata itu, rasa sakitnya pun berangsur berkurang. Bahkan kemudian hilang sama sekali. Beberapa saat kemudian kerang-kerang itu dipanen. Kerang yang ada pasirnya dipisahkan dari kerang yang tidak ada pasirnya.

Kerang yang tidak ada pasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi kerang rebus. Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih mahal dari kerang tidak berpasir.

Mengapa bisa begitu? Karena pasir di dalam kerang itu sudah berubah menjadi inti mutiara. Ya butiran pasir itu telah dibalut dengan lapisan air mata menjadi mutiara” Bapak Jamil melanjutkan,”Kalau kamu tidak pernah mendapat cobaan, kamu akan menjadi seperti kerang rebus atau kerang yang tak ada harganya. Tapi kalau kamu mampu menghadapi cobaan, bahkan mampu memberi manfaat pada orang lain ketika kamu sedang mendapat cobaan, kamu akan menjadi kerang mutiara”. ”Jamil, kamu memilih menjadi apa? Kerang rebus atau kerang mutiara?”tanya bapaknya lagi.

”Kalau kamu memilih menjadi kerang rebus kamu akan dijual secara obral di pinggir jalan. Sebaliknya, kalau memilih menjadi mutiara, kamu akan berada di tempat-tempat terhormat dan juga dipakai oleh orang-orang terhormat. Hargamu mahal.

“Hidup adalah pilihan Mil… Terserah kamu. Kamu boleh pilih mau jadi kerang rebus atau jadi kerang mutiara”.

“Kamu pilih jadi kerang apa?”

”Aku memilih menjadi kerang mutiara Pak,” jawab Jamil kecil.

”Nah, kalau kamu memilih menjadi kerang mutiara, kamu tidak boleh cengeng karena kita tinggal di tengah hutan. Kamu tidak boleh sedih setiap kali mau berangkat sekolah,”pesan bapaknya.

Cerita kerang itu benar-benar memengaruhi hidup beliau setelah itu. Bahkan, cerita kerang rebus dan kerang mutiara itu menjadi pelipur lara beliau tatkala menghadapi kesedihan.

Ini pun sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (H.R. Bukhari).

***
Berawal dari sebuah gubuk panggung, Jamil Azzaini meniti hidup bersama keluarga dengan kehidupan yang bisa dikatakan jauh dari kata wajar. Di depan rumahnya terpapar sungai yang setiap harinya digunakan sebagai mandi dan sumber lauk pauk keluarganya. Miskin memang bukanlah pilihan yang dikehendaki setiap orang, tapi bagaimana seseorang itu menyikapi keadaannya adalah yang terpenting.

Jamil Azzaini, pria kelahiran Purworejo Jawa Tengah, 09 Agustus 1968 ini menempuh jenjang pendidikan formal strata satu (S-1) dan (S-2) di Institut Pertanian Bogor. Sejak tahun 1995, beliau juga menjadi pembicara publik dengan berbagai tema, khususnya pengembangan diri, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun sejak tahun 2004, beliau fokus memberikan training maupun pencerahan Personal Development yang bersumber dari buku Kubik Leadership (Gramedia) di berbagai perusahaan atau instansi.

Bersama kakaknya, beliau mendirikan sekolah murah di Provinsi Lampung, dengan jumlah siswa saat ini lebih dari 1000 orang. Beliau pun aktif bergerak memutus rantai kemiskinan dengan mendirikan pesantren wirausaha, menginisiasi dan mendampingi berbagai usaha kecil serta lembaga pemberdayaan masyarakat.

Bersama Eri Sudewo dan kawan-kawan, Pak Jamil mendirikan dan membesarkan Lembaga Dompet Dhuafa Republika yang mendapat pengakuan dunia internasional. Beliau juga mendirikan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang pada awalnya hanya bermodalkan jutaan rupiah, kini asetnya triliunan rupiah. Ada program rumah sakit cuma-cuma, sekolah berkualitas yang menampung anak-anak cerdas namun tidak mampu dari seluruh Indonesia.

Ada juga program masyarakat mandiri, pertanian, sehat, tebar hewan kurban dan lain sebagainya. Beliau juga mempunyai obsesi untuk menginspirasi dan mendorong 5 juta orang untuk menjadi SuksesMulia, melalui Gerakan SuksesMulia yang digalangnya.


Hingga saat ini, Jamil Azzaini sudah menulis 5 buah buku, yaitu:
1. Kubik Leadership, 2005. Gramedia. Jakarta. Sudah cetakan ke-10. Best Seller.
2. Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia, 2008. Gramedia. Jakarta. Best Seller.
3. Tuhan Inilah Proposal Hidupku, 2009. Gramedia. Jakarta. Sudah cetakan ke-7. Best Seller.
4. DNA SuksesMulia, 2010. Gramedia. Jakarta. Best Seller.
5. Makelar Rezeki, 2010. Mizania. Sudah cetakan ke-3. Best Seller.

Sumber: klik di sini dan di sini.

Anda baru saja membaca Kisah Inspiratif dari Jamil Azzaini . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

2 komentar:

  1. Menginspirasi baik pd orang lain, mengajak orang lain berbuat lebih baik lagi, dimulai dr diri sendiri hingga membentuk akhlak mulia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, dakwah itu kata Nabi, " minad daar tsummal jaar.." dari rumah/keluarga baru tetangga/orang lain. Makasih kunjungannya...

      Delete