Tuesday, August 25, 2015

Kategori:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

“Tak kenal maka tak sayang.” Begitulah kata pepatah. Atau dalam bahasa kaum Jombloniyyun, “tak kenal maka ta’aruf”. Ya, perkenalan. Sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Dan ternyata, perkenalan itu juga dianjurkan dalam agama loh, Bro. Lihat QS. Al-Hujurat: 13 ya? Di sana tertulis sebuah pelajaran berharga tentang perkenalan, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kira-kira begini:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”

Nah, makanya kita kenalan yuk? Mau ya? Mau dong... (Maksa, hehee...)

Nama (keren) saya Kang Masroer. Masroer (Oe = U dalam ejaan lama) bukan berarti saya alay bin lebay. Akan tetapi maksud saya menulis demikian adalah untuk menghargai sebuah proses. Bahwa dalam sejarah, sebelum berlakunya EYD di Indonesia, negara kita punya ejaan lama. Nah, sebagaimana proses tadi, saat ini saya juga tengah berproses menuju sesuatu yang lebih sempurna (baca: baik) dari pada sebelumnya.

Adapun Kang adalah sebuah panggilan kehormatan yang ditujukan kepada seorang laki-laki. Bukan berarti saya ingin dihormati, tetapi saya hanya ingin menunjukkan kelelakian saya. Jangan gagal faham dulu! Maksudnya saya ini laki-laki. Itu saja.

Nama asli saya sendiri adalah Masruro. Nama yang menyimpan banyak cerita lucu. Salah satunya adalah setiap ajaran baru saat saya mengenyam pendidikan di sekolah. Hampir semua Bapak dan Ibu Guru ketika mengabsen nama-nama siswanya, selalu menyangka bahwa saya adalah perempuan. Menurut beliau-beliau, nama saya adalah nama perempuan. Padahal nama saya adalah nama laki-laki. Dalam tata bahasa Arab, kalau nama perempuan biasa ditandai dengan huruf ta’ marbutoh (dalam ejaan Indonesia = H).

Nama Masruro sendiri, menurut Bapak saya diambil dari sebuah kata dalam Al-Qur’an. Lihat QS. Al-Insyiqaq: 9 dan 13! Ya, nama saya disebut oleh Al-Qur’an sebanyak dua kali. Jadi, jika Sampean (yang Muslim atau Muslimah) menghatamkan Al-Qur’an satu kali itu berarti Sampean pasti memanggil nama saya dua kali. Terimakasih ya?

Di dalam QS. Al-Insyiqaq, tertulis: “wa yanqalibu ilaa ahlihii masruuroo” (9) dan “innahu kaana fii ahlihii masruuroo” (13). Kata masruuroo dalam kedua ayat tersebut biasa diartikan dengan kata bahagia, happy, bungah, dan lain-lain. Harapan orang tua saya tentu agar anaknya ini hidup bahagia, baik di dunia maupun di akhirat (Aamiin kan bersama-sama).

Secara urut, pendidikan saya adalah TK ABA 2 Bayem Kutoarjo (lulus tahun 1991), SDN Bayem 2 Kutoarjo (1996), SLTP N 2 Kutoarjo Purworejo (1999), MA Miftahul Huda Mojosari Kepanjen Malang (2003), dan STIT Raden Rahmat Kepanjen Malang (2007). Saya juga pernah kuliah S2 Program Beasiswa Supervisi dari Kemenag di IAIN Purwokerto, tapi cuma dua hari, karena melarikan diri (baca: mengundurkan diri) dengan alasan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan: tidak kuat menanggung rindu pada bidadari kecilku (+ ibunya). Hehee..

Saat ini, saya bekerja sebagai PNS Guru di SMAN 1 Prambanan Klaten, Jawa Tengah. Untuk melihat biodata yang agak lengkap, pendidikan dan pelatihan, fasilitasi, serta seminar yang pernah saya ikuti, bisa dilihat di halaman Portofolio.

Di sela-sela mengajar dan sedikit mendidik, saya punya hobby membaca dan ngeblog. Blog saya www.kangmasroer.com ini tampilannya memang sangat sederhana. Namun isinya macam-macam, mulai hal-hal yang tiap hari bersinggungan dengan aktivitas saya sehari-hari, seperti Perangkat Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Latihan Soal, Kisi-kisi, Teks Do’a, Teks Khutbah, dan lain-lain sampai dengan berbagai macam artikel yang religius. Ada juga sedikit artikel content placement dari perusahaan atau agen, serta beberapa artikel untuk lomba blog. Beberapa apresiasi yang saya dapatkan dari lomba blog, bisa dilihat di halaman Achievements.

Untuk perkenalan lebih jauh, atau menjalin kerjasama, bisa hubungi saya di:
Facebook : Kang Masroer
Twitter : @KangMasroer
Instagram : @KangMasroer

Sebagai penutup, terinspirasi dari kata bijaknya Imam Syafi’i, motivasi saya ngeblog adalah “Ilmu itu liar seperti keledai, maka ikatlah dengan mempostingnya di blog!”

Terimakasih telah berkenan berkunjung dan membaca. Salam...


Anda baru saja membaca . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment