Monday, June 13, 2016

Kategori:

Zakatnesia, Berkah Untuk Indonesia

Kalau kita mau membaca sejarah, kita akan menemukan sebuah kebijakan menarik dari khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq Ra ketika menggantikan Rasulullah SAW sebagai khalifah. Kebijakan tersebut yaitu tetap dikirimkannya pasukan Usamah yang pernah disiapkan oleh Rasulullah sebelum wafatnya. Pasukan Usamah tersebut bertugas memerangi orang-orang yang murtad dan para pembangkang yang tidak mau membayar zakat. 

Kebijakan keras tersebut dilakukan karena besarnya konstribusi zakat terhadap kesejahteraan dan kemaslahatan ummat. Di zaman Rasulullah SAW, dana zakat salah satunya diperuntukkan bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Dalam hadits riwayat Imam Muslim, dari Salim bin Abdillah bin Umar dari ayahnya, dikatakan bahwa Rasulullah telah memberikan kepadanya zakat, lalu menyuruhnya untuk dikembangkan atau disedekahkan lagi. Salim pun mengelolanya sampai ia mampu memberikan sedekah dari usaha tersebut. Sejarah itulah yang menjadi tonggak awal bagaimana mengelola zakat sehingga menjadi sesuatu yang produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Perkembangan pengelolaan zakat selanjutnya juga sangat dirasakan pada masa dinasti Umayyah, yaitu ketika masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Keberhasilan Umar bin Abdul Aziz dalam pemerintahannya adalah karena kemampuan manajemen dan kejujuran yang ia miliki. Konsep distribusi zakat yang dikembangkannya adalah bahwa zakat merupakan bentuk subsidi silang yang secara langsung dapat dirasakan dampak ekonominya. Baginya, zakat harus memiliki dampak pada peningkatan masyarakat yang memiliki daya beli rendah. 

Dengan melalui rangsangan berupa zakat, maka akan meningkatkan demand atau permintaan, sehingga pada akhirnya meningkatkan supply. Dengan kata lain, peningkatan demand tersebut juga mendorong peningkatan produksi. Zakat menjadi stimulant pertumbuhan perekonomian secara mikro maupun makro. Hingga pada akhirnya pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz, para pembayar zakat berkeliling kota untuk mencari penerima zakat yang sudah sulit ditemui, karena mereka pada umumnya sudah memiliki kemapanan dibidang ekonomi.

Landasan awal tersebutlah yang mengajak kita berfikir, bagaimana cara mengelola zakat hingga menjadi sesuatu yang produktif secara professional. Sampai pada akhirnya, saat ini banyak berkembang lembaga-lembaga zakat yang mengelola zakat secara produktf. Salah satunya adalah Dompet Dhuafa, yang menyalurkan dana zakat dari masyarakat, dengan membangun sebuah kawasan pemberdayaan umat terpadu seluas 3,6 hektare dengan nama Zona Madina, yang terletak di wilayah Jampang, Bogor, Jawa Barat.

Zona Madina dikembangkan melalui konsep kawasan yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang universal, rahmatan lil alamin. Tujuan dasarnya adalah membangun pemberdayaan masyarakat dalam arti luas, yang meliputi pembangunan sosial, ekonomi, budaya dan pengembangan nilai religi dengan keberadaan masjid sebagai pusat dari kawasan tersebut.

Penetapan masjid sebagai pusat aktivitas tersebut tentu bukan suatu hal yang tanpa nilai historis. Sejarah mencatat, bahwa peradaban Islam berkembang di masa Rasulullah bermula dari masjid, yaitu masjid Quba dan masjid Nabawi di Madinah. Rasulullah SAW saat membangun Madinah menjadikan masjid sebagai pusat aktifitas. Ketika itu, segala aktifitas pendidikan, ekonomi, politik, kemasyarakatan, dan lainnya bertempat di masjid.

Dari masjid jugalah, Dompet Dhuafa menjalankan amanah para donaturnya, yaitu dengan program pemberdayaan masyarakat. Program-program pemberdayaan unggulan yang digulirkannya meliputi berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan, antara lain: SMART Ekselensia Indonesia, Beastudi Indonesia, Kampus Bisnis Umar Usman, Makmal Pendidikan dan Sekolah Wakaf.  Dalam bidang kesehatan ada Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC), Rumah Sehat Terpadu (RST), dan Gerai Sehat.

Selanjutnya, dalam bidang ekonomi, Dompet Dhuafa memberdayakan melalui program Kampung Ternak Nusantara (KTN), Pertanian Sehat Indonesia (PSI), Karya Masyarakat Mandiri (KMM), Klaster Mandiri, Institut Kemandirian, Social Entrepreneur Academy (SEA), Social Trust Fund (STF), dan Tebar Hewan Kurban. Dalam bidang Social Development, program-program pemberdayaan yang digulirkannya antara lain adalah Disaster Management Center (DMC), Migrant Institut (MI) Pemberdayaan Buruh Migrant, Air untuk Kehidupan, Dai Nusantara, dan Sedekah Pohon. Ada juga program pemberdayaan tematik seperti Ramadhan dan Kurban.

Dengan berbagai program yang telah dan akan selalu ditumbuh kembangkan oleh Dompet Dhuafa, menunjukkan bahwa dana zakat telah mampu memberikan pengaruh dan perubahan hidup bagi masyarakat, khususnya kaum dhuafa menjadi lebih baik. Hal tersebut tak lepas dari kenyataan bahwa zakat memang memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pembangunan ekonomi di Indonesia.

Peran zakat bagi pembangunan ekonomi di Indonesia bisa dilihat dari potensinya untuk memberdayakan kaum dhuafa yang jumlahnya di Indonesia masih terbilang banyak, yaitu di antaranya dengan menjadikan zakat sebagai upaya untuk: pengentasan kemiskinan, perbaikan distribusi pendapatan, penciptaan lapangan kerja, jaring pengaman social, pembinaan sumber daya manusia, pembiayaan dan pendampingan usaha masyarakat, pemberdayaan perempuan, penyediaan fasilitas dan akses kesehatan masyarakat, program tanggap bencana dan musibah, dan lain sebagainya.

Akhirnya, dengan telah terbuktinya zakat telah mampu mengentaskan kemiskinan melalui aneka program pemberdayaan masyarakat, marilah kita ikut serta menyukseskan gerakan Zakatnesia dengan cara menyalurkan donasi zakat, infak, sedekah, dan dana wakaf kita melalui Dompet Dhuafa, yang kemudian akan disalurkan dalam aneka program pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kaum dhuafa.

Terlebih, Dompet Dhuafa menyediakan berbagai kemudahan dalam pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana wakaf kita, semudah memberikan like pada status di jejaring social. Kita bisa memanfaatkan Layanan Jemput Zakat, Menu ZISWAF di ATM, Mobil Banking, Bank Mandiri SMS Banking, Rekening Ponsel CIMB, dan Online Payment. 

Semangat Zakatnesia, semangat wujudkan berkah untuk Indonesia.


*Referensi:
**Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Zakatnesia yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.
Anda baru saja membaca Zakatnesia, Berkah Untuk Indonesia . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment