Friday, August 12, 2016

Kategori:

Universitas Terbuka, Dengan Semangat Baktimu, Teruslah Membangun Negeriku..

Semenjak menikah dua tahun yang lalu, ada satu hal yang belum bisa saya lakukan untuk istri saya, yaitu mewujudkan cita-citanya yang sempat tertunda. Saat menikah dulu, istri saya masih berstatus mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di kota Kebumen. Namun setelah menikah, istri saya merelakan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, demi mengikuti saya yang bertugas di luar daerah, yaitu di kota Klaten. Dan saat ini, kami sudah dikaruniai seorang putri yang menginjak usia 15 bulannya. 

Menjadi orang tua yang mengasuh anak di perantauan tanpa sanak saudara tentu bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, mewujudkan cita-cita istri untuk menyelesaikan pendidikannya sampai ke jenjang perguruan tinggi tetaplah menjadi mimpi-mimpi saya. Suatu hari, saat anak saya sudah beranjak memasuki pendidikan pra sekolah, saya berharap mimpi-mimpi yang sempat tertunda itu akan terwujud. Ya, menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang sarjana.
Mungkin, menjadi ibu rumah tangga dengan berbagai kesibukannya akan menjadi masalah tersendiri bagi mereka yang akan menempuh pendidikan di bangku kuliah. Namun bagi saya, selama tugas sebagai ibu rumah tangga tidak terbengkalai, hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Lantas, adakah perguruan tinggi yang menyelenggarakan kuliah dengan pembelajaran yang tidak mengganggu kesibukan sehari-hari? Jawabnya ada, yaitu Universitas Terbuka.
Entah bagaimana jadinya, andai di negeri kita ini tak ada Universitas Terbuka. Tak bisa dibayangkan, tetapi yang pasti ratusan ribu manusia Indonesia akan kehilangan mimpi-mimpinya untuk menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang perguruan tinggi. Beruntung, Pemerintah melalui Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984, meresmikan Universitas Terbuka (UT) pada tanggal 4 September 1984. Sekaligus menjadikannya Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia.
Berbicara tentang UT berarti berbicara tentang keunikan. Bagaimana tidak? Karena universitas ini memang lain dari pada yang lain. Universitas ini menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Jarak jauh berarti pembelajarannya tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak maupun non-cetak. Terbuka berarti tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas.

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh dan terbuka tersebut, maka sangatlah memungkinkan siapa saja untuk tetap bisa mengenyam bangku kuliah di tengah kesibukan-kesibukannya. Entah kesibukan karena bekerja, mengajar, ataupun mengurusi rumah tangga seperti istri saya. Tak peduli berapapun umurnya, semua masih bisa mewujudkan cita-citanya untuk meraih gelar sarjana. 
Sistem pembelajaran yang terapkan UT sangatlah menarik. Menariknya, setelah saya cermati, pembelajaran di UT itu fleksibel sekali. Kenapa demikian? Karena mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Untuk itu, UT menyediakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari oleh mahasiswanya secara mandiri. Selain itu, mahasiswa juga dapat berinisiatif menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT yang ada di perpustakaan, atau dengan mengikuti tutorial, baik secara tatap muka maupun melalui internet, radio, dan televisi.
Dengan sistem seperti itu, tentu tidak berarti kemudian UT kehilangan kualitasnya. Karena dalam sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT, mahasiswa juga harus mengalokasikan waktu yang sama sebagaimana mahasiswa tatap muka, yaitu 2 jam per minggu per SKS. Hanya saja, kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri, baik dengan belajar sendiri, belajar berkelompok, ataupun dengan tutorial. 

Jika kemudian mengalami kesulitan belajar, mahasiswa pun tak perlu khawatir. Karena mahasiswa dapat meminta informasi tentang bantuan belajar kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat. Kalau di daerah saya, UPBJJ-UT yang terdekat adalah UPBJJ-UT Yogyakarta yang beralamat di Jl. Bantul No.81, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Untuk mengetahui keberadaan kantor UPBJJ-UT terdekat di daerah Anda, serta informasi lengkap tentang UT, bisa dilihat melalui situs resminya di www.ut.ac.id.
Kita tentu sepakat, bahwa pendidikan adalah sebuah keniscayaan dan merupakan tolak ukur kemajuan sebuah bangsa. Sayangnya, pendidikan di negeri ini belum mampu menjangkau seluruh rakyat Indonesia hingga ke pelosok negeri. Padahal, sesuai apa yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945, seluruh rakyat Indonesia di manapun berada juga berhak menikmati apa arti pentingnya pendidikan. Bukan hanya di jenjang pendidikan dasar dan menengah, akan tetapi di semua jenjang, termasuk pendidikan tinggi. Masyarakat juga membutuhkan sebuah pendidikan tinggi yang dapat mewadahi semua lapisan masyarakat di segala usia, dengan biaya yang terjangkau, serta bisa ditempuh dengan tidak mengganggu pekerjaannya.
Dengan latar belakang kegelisahan masyarakat tersebutlah, akhirnya pada tahun 1984 silam Pemerintah mendirikan UT di kawasan Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Terlebih, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasonal telah mengeluarkan ketentuan perundang-undangan dengan dikeluarkannya Permendiknas No. 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) oleh Perguruan Tinggi yang tentu memberikan solusi yang baik bagi rakyat Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Kini pada tahun 2016, UT genap memasuki usianya yang ke-32. Itu artinya, empat windu sudah UT berkiprah dalam membantu Pemerintah dengan membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang terjangkau, fleksibel, dan berkualitas. UT benar-benar mampu “menjangkau yang tidak terjangkau, meraih yang tidak teraih dan melayani yang tidak terlayani” oleh perguruan tinggi tatap muka.
Tak bisa dipungkiri, selama empat windu UT telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi bangsa melalui program pendidikan yang menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. UT juga telah memberikan kesempatan besar bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyelesaikan pendidikan sarjana tanpa mengganggu pekerjaan dan kesibukannnya. Mimpi untuk meraih gelar sarjana, sebagaimana mimpi istri saya ini bisa terwujud bersama UT, tanpa mengorbankan waktu bekerjanya.

Hal tersebutlah yang kemudian membuat masyarakat Indonesia menuju tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Dan tentu proses mencerdaskan bangsa atau memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia, bukan hanya terbatas pada masyarakat Indonesia yang berada di dalam negeri. Sehingga UT juga menjawab tantangan untuk memberikan kesempatan dan pelayanan terbaik kepada rakyat Indonesia yang sedang berada di luar negeri dalam rangka dinas ataupun bekerja. Sungguh, sangatlah tepat jika UT selalu memegang semangat  “Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Semua”.
Akhirnya, Selamat Dies Natalis ke-32, Universitas Terbuka. Semoga selalu jaya dalam mengabdi membangun bangsa. Dan dengan semangat baktimu, teruslah membangun negeriku...

*Referensi:
www.ut.ac.id
id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Terbuka
**Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.


Anda baru saja membaca Universitas Terbuka, Dengan Semangat Baktimu, Teruslah Membangun Negeriku.. . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

4 komentar:

  1. Semoga aku kesampaian belajar di perguruan tinggi, aminnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya mas, UT ini bisa menjadi alternatif mas.. bisa disambi kerja dll..

      Delete
  2. Wah, pasti seneng deh istrinya kalau suaminya kasih kesempatan bisa kuliah ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mudah-mudahan kesampaian, ini nunggu anak agak besar dikit. sekarang usianya masih 15 bulan.. makasih kunjungannya ya?

      Delete