,

Kudo, Melahirkan Ribuan Pahlawan Keluarga Digital dan Saya Satu di Antaranya


Tak lama lagi kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71, Kawan. Dan ketika memperingati Hari Kemerdekaan, kita pasti akan terbayang pada sosok pendahulu kita yang dengan gigihnya memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Siapa coba? Siapa lagi ya kalau bukan para pahlawan bangsa? Merekalah yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan ini. Tanpa perjuangan mereka, kita tak akan bisa merasakan nikmat yang bernama kemerdekaan. Oleh karenanya, marilah kita merenung sejenak, membayangkan betapa besarnya jasa-jasa mereka untuk bangsa ini. Bukankah “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”?
Mungkin selama ini yang ada di pikiran kita, kalau mendengar kata pahlawan adalah orang yang gagah berani menegakkan kebenaran dengan mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa ini. Ada Pahlawan Nasional, yaitu mereka yang gugur dalam usaha mencapai, merebut, dan mempertahankan kemerdekaan. Ada Pahlawan Revolusi, yaitu mereka yang gugur dalam tragedi Gerakan 30 September 1965. Ada juga Pahlawan Reformasi, yaitu mereka yang gugur saat gerakan demonstrasi damai mahasiswa atas rezim orde baru di tahun 1998.
Namun sebenarnya, apa sih arti kata pahlawan itu sendiri? Setelah saya membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, ternyata arti kata pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Nah, kalau kita menengok arti pahlawan tersebut, sebenarnya yang berhak mendapat gelar pahlawan itu banyak. Ya kan? Siapapun yang berjasa dalam kehidupan kita dengan pengorbanan-pengorbanannya, layak bergelar pahlawan. Salah satunya, adalah Pahlawan Keluarga.
Siapakah Pahlawan Keluarga versimu? Kalau kita ditanya dengan pertanyaan itu, saya kira sebagian besar jawaban kita adalah sama, yaitu orang tua. Karena merekalah orang-orang yang telah banyak berjasa bagi kehidupan kita. Setiap hari bekerja membanting tulang, bahkan mengorbankan jiwa dan raganya, hanya untuk mencukupi kebutuhan kita sehari-hari. Mereka berjuang sekuat tenaga demi untuk keluarganya mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

Saya masih ingat, bagaimana perjuangan almarhum Bapak saya dulu. Bekerja sebagai petani, setiap hari berangkat ke sawah di pagi buta. Tak peduli hujan atau panasnya terik matahari siang. Pun juga perjuangan Simbok saya (panggilan saya terhadap Ibu), yang tiap hari mencari tambahan penghasilan dengan berjualan tikar di pasar. Pengorbanan merekalah yang mengantarkan saya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan, bahkan sampai ke bangku kuliah. Makasih ya, Bapak dan Simbok.. Tanpa Panjenengan (Anda), saya bukan siapa-siapa.
Kini, sudah 9 tahun saya lulus kuliah. Bapak sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa 4 tahun yang lalu (semoga tenang di sana ya, Pak..). Simbok saya juga sudah menginjak usia lanjutnya (semoga panjang umur yang berkah ya, Mbok.. Aamiin). Kini saatnya saya melanjutkan perjuangan-perjuangannya. Bagi saya, merekalah yang menjadi inspirator saya untuk menjadi pahlawan keluarga generasi selanjutnya.

Diawali dengan mengajar di sebuah sekolah swasta, saya mulai membantu perekonomian keluarga, meskipun sedikit.  Salah satunya, membantu biaya kuliah adik saya, yang di saat itu keluarga kami sangat kesulitan mencari biaya kuliah. Puji syukur, 6 tahun yang lalu saya diterima sebagai abdi negara di sebuah instansi pemerintah di luar kota, dan diamanati untuk mengajar di sebuah SMA. Sehingga sejak itu, saya bisa membiayai kuliah adik saya secara penuh. Alhamdu lillah, 3 tahun yang lalu adik saya bisa mendapatkan gelar sarjananya, dan kini juga mengajar di sebuah SMA Negeri. 
Namanya perjuangan pahlawan keluarga tidak akan pernah usai. Ya kan? Terlebih, kini saya sudah berkeluarga dengan satu anak perempuan usia 14 bulan. Saya harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup anak dan istri saya. Saya harus sedikit banyak mempersiapkan masa depan anak-anak saya kelak. Tentu dengan tidak melupakan kebutuhan hidup Simbok saya di kampung. Sesekali saya tetap mengirim uang untuk mencukupi kebutuhan hidup beliau. 
Menjadi abdi negara dengan penghasilan tetap perbulan, bukan berarti membuat saya berpangku tangan mengandalkan gaji tiap tanggal muda semata. Akan tetapi, saya tetap berjuang mencari pendapatan lain, demi masa depan keluarga yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan menjadi agen Kudo.
Sudah kenal dengan Kudo kan? Bagi yang belum kenal, boleh deh saya kenalkan. Kudo (Kios Untuk Dagang Online) adalah sebuah perusahaan teknologi karya anak bangsa yang menciptakan sebuah platform yang memberikan peluang kepada jutaan rakyat Indonesia untuk memiliki peluang usaha dengan menjadi reseller jutaan produk dari berbagai merchant ternama.

Kenapa saya memilih menjadi agen Kudo? Karena Kudo telah terbukti melahirkan ribuan pengusaha digital. Berikut ini adalah testimoni beberapa pengusaha digital Kudo di antara ribuan pengusaha Kudo yang terdaftar sebagai agen Kudo
Nah, untuk menjadi pahlawan keluarga dengan Kudo, caranya tak lain hanyalah satu, yaitu dengan menjadi agen Kudo seperti mereka. Dengan menjadi agen Kudo, kita bisa mendapatkan keuntungan, yaitu dari hasil menawarkan dan menjual berbagai produk kepada orang-orang di sekitar kita. Agen Kudo seolah-olah membawa toko di smartphone-nya ke mana-mana. Nantinya, dari setiap barang yang dijual, sang agen akan mendapatkan komisi yang sudah disepakati antara Kudo dengan online shop yang bekerja sama.
Untuk menjadi agen Kudo itu sangat mudah. Kita cukup masuk ke kudo.id kemudian mengisi form data diri yang ada di menu Daftar Jadi AgenAtau bisa juga Anda mengikuti jejak saya, mendaftar agen Kudo melalui aplikasi Kudo yang sudah diunduh dari Google Play bagi pengguna smartphone berbasis android. Cara mengunduhnya, bisa dilihat di gambar berikut ya?
Nah, setelah terunduh, maka kita tinggal membuka aplikasi Kudo, kemudian mendaftar sebagai agen. Caranya juga sangat mudah. Satu hal yang harus kita siapkan adalah dokumen berupa foto atau scan KTP ataupun kartu identitas yang lain. Untuk kode referral bisa Anda isi dengan kode referral saya, yaitu A3b3dhc. Langkah-langkah selengkapnya bisa Anda simak pada gambar berikut ya?
“Selamat datang dan terimakasih telah mendaftar menjadi agen Kudo!” Begitulah bunyi email dari Kudo, setelah kita berhasil mendaftar menjadi agen Kudo. Setelah itu, kita tinggal mengklik tautan “KLIK DI SINI” yang ada dalam email. Buka aplikasi Kudo, dan masuklah sebagai agen Kudo.
Masukkan No. HP atau email, kemudian klik saja tulisan "MASUK" yang ada di bawahnya. Gampang banget ya? Iya lah, Kudo gitu loh.
Selanjutnya, untuk dapat berjualan tentu kita harus deposit saldo di akun Kudo. Mulai dari Rp. 10 ribu  saja, kita sudah bisa berjualan dengan Kudo. Hebat kan? Nah, untuk cara depositnya, Anda bisa melihat contoh cara deposit yang saya lakukan seperti yang ada pada gambar berikut, okey?
Setelah kita punya deposit saldo di Kudo, maka kita baru bisa menjadi pahlawan keluarga sesungguhnya. Karena setelah punya deposit saldo ini, kita bisa menjadi reseller jutaan produk dari berbagai merchant ternama, mulai dari tiket, elektronik, busana, kosmetik, perabot rumah tangga, makanan, pulsa, asuransi, bahkan cicilan pembayaran. Kita bisa menawarkan dan menjual produk-produk tersebut kepada orang lain, mulai dari sekitar kita, entah itu tetangga, teman kerja, dan lain-lain. Kita juga bisa menawarkannya kepada teman-teman di dunia maya dengan cara membagikan link produk di jejaring sosial kita.

Untuk saya sendiri, kebanyakan pelanggan saya adalah pelanggan yang membeli pulsa, serta membayar tagihan seperti tagihan listrik dan lain-lain. Untuk lebih jelas cara transaksinya, Anda bisa melihat contoh cara transaksi yang saya lakukan di gambar berikut ya?
Oh ya, jika kita mengalami masalah dalam transaksi, kita tak perlu panik terlebih dahulu. Karena kita bisa menghubungi Customer Service Kudo untuk meminta bantuan. Seperti pengalaman saya, saya pernah mengalami masalah saat transaksi isi ulang pulsa listrik pra bayar. Setelah transaksi, kode token listrik dari transaksi yang saya lakukan, tak kunjung saya terima baik melalui SMS maupun email. Tetapi sekali lagi kita tak perlu khawatir. Saat itu saya langsung menghubungi Customer Service Kudo, dan dengan cepat Customer Service Kudo segera merespon dengan memberikan kode token listrik dari transaksi yang saya lakukan.
Jika Anda membutuhkan bantuan apapun terkait layanan Kudo, Anda bisa menghubungi Customer Service Kudo, baik melalui email: cs@kudo.co.id, telepon 02127514605, ataupun melalui ruang chat yang ada di aplikasi Kudo dan Web App Kudo. Pelayanannya ramah, cepat, dan sangat memuaskan.
Dari pengalaman saya selama menjadi agen Kudo, saya dapat menyimpulkan bahwa keuntungan yang didapat agen Kudo itu sangat banyak. Pertama, kita bisa menjual jutaan produk dengan mudah kepada pelanggan, khususnya yang ada di sekitar kita, tanpa harus memiliki toko dan persediaan. Kedua, kita bisa menentukan modal sesuka hati, bahkan kita bisa mulai berjualan hanya dengan modal Rp. 10 ribu saja. 
Ketiga, kita langsung dapat menikmati keuntungan dari setiap transaksi penjualan dengan Kudo, serta dari pembeli dengan cara meningkatkan harga jual kepada pembeli. Selain itu, kita juga berpeluang mendapatkan bonus-bonus lainnya, seperti promo, reward, dan lain-lain. Oleh karena itu, jangan lupa update informasi promo dan informasi lainnya dari Kudo, baik melalui Fanspage KudoTwitter Kudo, maupun Instagram Kudo. Keempat, kita bisa mengelola usaha dengan mudah melalui aplikasi Kudo, kapanpun dan di manapun kita berada.

Nah, dengan berbagai keuntungan sebagai agen Kudo, tentu akan menambah penghasilan kita setiap bulannya. Atau bahkan kalau kita tak punya kesibukan lain, kita bisa menjadikan Kudo sebagai ladang penghasilan utama kita. Dengan berjualan di Kudo, kita dapat meningkatkan taraf hidup serta perekonomian keluarga kita. Kita dapat mengantarkan anak-anak kita ke masa depan yang lebih cerah. Gimana, sudah mantab jadi pahlawan keluarga bersama Kudo kan?
Bagi saya, Kudo Indonesia tak hanya 'memajukan Indonesia dengan melahirkan ribuan pengusaha digital', akan tetapi 'melahirkan ribuan pahlawan keluarga digital'. Dan saya adalah satu di antaranya. Oleh karenanya, marilah Saudara-saudara, kita bersama-sama menjadi Pahlawan Keluarga dengan Kudo!
Merdekaaa!!!
***
Ditulis 29, Juli 2016
*Referensi:
http://kudo.co.id/
- Kamus Besar Bahasa Indonesia Online
- Kudo Mobile App Versi 24
- Gambar pahlawan dipinjam dari sini
** Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition “PAHLAWAN KELUARGA”


,

Ethica, Fashion Muslim untuk Keluarga yang Mencerahkan

Kita tentu sepakat ya, bahwa Islam adalah agama yang indah dan sempurna. Dan ketika kita memilih Islam sebagai sebuah jalan hidup, itu berarti kita harus berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang mengatur seluruh segi kehidupan, sejak bangun tidur sampai beranjak tidur kembali. Tak terkecuali juga dengan cara berpakaian atau berbusana.
Nah, berbicara tentang busana, Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-A'raf (7):26 yang artinya: Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian, dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa, itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah agar mereka ingat.”

Dari ayat tersebut, Allah SWT. memberi penjelasan kepada kita bahwa fungsi pakaian atau busana setidaknya ada dua. Pertama, pakaian atau busana berfungsi sebagai penutup aurat. Fungsi menutup aurat inilah yang merupakan fungsi utama dalam berpakaian atau berbusana. Dan yang kedua, pakaian atau busana berfungsi sebagai perhiasan.

Dari fungsi pertama tersebut, yaitu pakaian atau busana sebagai penutup aurat, yang kemudian diperjelas oleh Rasulullah SAW dalam hadits-haditsnya, maka didapati sebuah pemahaman bahwa kriteria busana bagi laki-laki muslim adalah: menutup aurat dan tidak terbuat dari emas atau sutera. Adapun kriteria busana bagi wanita muslimah adalah: menutup aurat, tidak transparan atau tembus pandang, serta tidak ketat dalam artian menunjukkan bentuk dan lekuk tubuhnya.
Bagaimana dengan fungsi pakaian atau busana sebagai keindahan? Berbicara tentang keindahan berbusana tidak terlepas dari warna, motif dan model. Terkait dengan model, Islam tidak memberi batasan dalam persoalan model pakaian, sepanjang fungsi utamanya yaitu menutup aurat tetap terpenuhi. Namun, satu hal yang harus kita garis bawah dari hadits Nabi SAW, bahwa bagi kaum pria dilarang menyerupai model busana wanita, begitu-pula sebaliknya.

Selanjutnya, kalau kita mau mengkaji hadits-hadits Nabi, akan kita temui bahwa Rasulullah SAW. sendiri menggunakan busana dengan berbagai macam model dan warna, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Al-Bara' Ra., ia berkata: "Adalah Nabi SAW. berperawakan sedang, dan sungguh aku pernah melihat Beliau mengenakan "Hullah" berwarna merah, dan aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih indah dan pantas dalam mengenakan hullah dari Beliau"(HR. Bukhari Juz VII hal. 197)

Hadits tersebut menyebutkan model atau bentuk busana yaitu ‘Hullah’ dan warna merah. Al-Imam Muhammad bin Abu Bakar bin 'Abdul-Qadir Ar-Razi menjelaskan ‘Hullah’ sebagai “model pakaian berupa kain sarung dan baju luar (seperti 'aba-ah atau jubah, jaket dll). Tidak bisa disebut Hullah melainkan busana yang terdiri dari dua kain tersebut". (Mukhtarush-Shihah hal. 151).
Tak bisa dipungkiri, manusia dengan segala peradabannya memang memiliki naluri untuk mengembangkan apapun yang ada di sekitarnya, termasuk dalam perkembangan model pakaian. Didasari oleh kewajiban untuk mengenakan pakaian tertutup bagi muslim dan muslimah, membuat perkembangan busana muslim terus mengalami perubahan seiring dengan bergantinya waktu, pengaruh etnik dan budaya suatu daerah.

Di Indonesia sendiri, geliat trend busana muslim semakin berkembang dari tahun ke tahun. Bahkan tersiar kabar bahwa Indonesia merupakan kiblat fashion bagi para pemakai baju muslim di dunia. Hebat kan? Hal tersebut tentu dikarenakan Indonesia memiliki desainer-desainer berbakat yang selalu mengembangkan hasil karyanya. Dengan kreativitas yang mereka miliki, mereka menciptakan berbagai model busana muslim yang modern sesuai dengan perkembangan jaman.
Kini pemakaian busana muslim bukan hanya sebagai kewajiban menjalankan syariah agama saja. Akan tetapi sebagaimana fungsi pakaian sebagai keindahan, para desainer menjadikan trend fashion muslim yang bisa menunjang penampilan pemakainya. Bahkan trend fashion tersebut bukan hanya terjadi di kalangan hijabers atau kaum muda saja, akan tetapi juga menarik perhatian para kalangan dewasa yang sudah berkeluarga. Sebagai buktinya yaitu dengan hadirnya berbagai model baju keluarga, seperti baju sarimbit suami istri plus anak.

Perkembangan trend fashion muslim tersebut tentu berdampak pada beberapa produsen busana muslim, baik yang berskala besar maupun produksi rumahan. Mereka selalu menginovasi produknya dengan berbagai mode baru agar mampu memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan minat konsumen. Semakin hari, semakin muncul brand-brand baru busana muslim. Salah satunya adalah Ethica Fashion.
Pernah mendengar tentang Ethica (baca: Etika) Fashion n Friends kan? Ya, Ethica Fashion n Friends adalah sebuah brand pakaian yang mengusung ‘Spiritualitas Islam yang Mencerahkan’ melalui kekuatan warna, variasi motif, design simple, dan matching yang terdiri atas paduan kain kaos terpilih dan kain katun berkualitas.

Ethica ini merupakan re-brand dari Salsakids (2007), dan Salsa Clothing (2010) yang disempurnakan lebih matang, kuat, unik dan mempunyai karakter tersendiri. Koleksi pakaian muslimnya pun bisa dibilang cukup lengkap.
Untuk pakaian anak, Ethica memadukan kreatifitas design dan kekuatan warna kain dari bahan kaos katun, yang tentunya akan menjadikan anak-anak semakin percaya diri dalam beraktifitas keseharian. Model busana anak yang ditawarkan Ethica meliputi: OSK, ORK, RSK, Mylia Kids, dan setelan Koko Anak.
Sedangkan pakaian untuk remaja, Ethica menggabungkan gaya fashion matching, simple, cerah dan casual. Sehingga meskipun tampil syar’i, para remaja bisa tetap modis dan selalu merasa percaya diri dengan penampilannya. 
Untuk remaja, Ethica menyediakan berbagai koleksi dengan berbagai model dan warna yang mencerahkan, di antaranya: ST, GCT, GST, Arlisa, Mylia, Gamis, Kagumi, dan Koko Remaja.
Selain itu, Ethica juga menawarkan Hafa (Happy Family) series, yaitu produk sarimbit yang terdiri dari Kagumi, KR, ORK, dan K. Dengan mengikuti trend fashion muslim yang ekslusif, Hafa Series ini sangat cocok menemani hari-hari special untuk keluarga.
Hafa Series ini tersedia dalam lebih dari 20 pilihan model dan warna cerah yang tentu akan membuat penampilan keluarga kita menjadi sangat istimewa. Dan satu hal yang paling penting, Ethica tidak melupakan aspek fungsi utama pakaian, yaitu sebagai penutup aurat.
Untuk melihat koleksi fashion muslim lainnya, dengan berbagai model dan warnanya yang mencerahkan, kita dapat mengunjungi website resminya di ethicafashion.com. Bagaimana, Anda tertarik bukan? Pastinya ya? 

Nah, jika tertarik dengan produk-produk fashion muslim dari Ethica, kita dapat mengunjungi outlet-outlet Ethica yang tersebar di berbagai daerah. Kita juga dapat memesan produk-produk Ethica melalui Fanspage Ethica, Twitter Ethica, Instagram Ethica, ataupun Call Center dan Contact Ethica022 5209390, 081802283288, dan 081394091884. Selain itu, kita juga bisa menghubungi SMS Center Ethica: 089694277100, PIN BB: 76B9C615, dan Email: customer@ethicafashion.com, serta marketing@ethicafashion.com.

Oh ya, jika Anda tertarik bergabung sebagai agen Ethica, Ethica juga menawarkan kerjasama keagenan dengan sistem keagenan berjenjang mulai dari Agen Silver, Agen Gold, Agen Platinum, hingga Agen Manager. Untuk menjadi agen Ethica, kita cukup melakukan deposit uang dengan nilai tertentu dan menjalankan target transaksi tahunan sesuai dengan jenjang masing-masing agen.

Finally, hanya Ethica, fashion muslim untuk keluarga yang berkomitmen untuk mewujudkan ‘Spiritualitas Islam yang Mencerahkan’..


#HAppyFAmilyByEthica

***
*Referensi tulisan dan gambar:
- Al-Qur'an dan Terjemahannya
- Shahih Bukhari
Mukhtarush-Shihah
http://ethicafashion.com/
**Tulisan ini diikutsertakan dalam Ethica Blogging Competition

, ,

Eksotisme Wisata Sumbawa, Modal Sumbawa Hebat dan Bermartabat

Berbicara tentang Sumbawa memang tak ada endingnya. Karena memang banyak hal menarik yang bisa diperbincangkan dari daerah berjuluk ‘Tana Samawa’ ini. Apalagi jika kita membahas tentang pariwisatanya, yang meliputi wisata budaya, wisata alam, dan wisata sejarahnya. Berikut adalah beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa yang sangat direkomendasikan untuk kita kunjungi.

Wisata Budaya

Destinasi wisata budaya di Kabupaten Sumbawa yang layak kita kunjungi di awali dari Dalam Loka (The Old Palace). Dalam Loka adalah istana kuno yang terbuat dari kayu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III (sekitar tahun 1885 M). Saat ini istana ini dimanfaatkan sebagai ‘Museum Daerah Sumbawa’, sebagai tempat penyimpanan benda-benda sejarah Kabupaten Sumbawa. Istana ini merupakan dua bangunan kembar yang ditopang atas tiang kayu besar sebanyak 99 buah, sesuai dengan sifat Allah dalam Asma'ul Husna. Di Dalam Loka ini kita dapat melihat ukiran motif khas daerah Samawa, sebagai ornamen pada kayu bangunannya.
Istana dalam Loka
Yang kedua adalah Wisma Praja atau Wisma Daerah (Government House) yang merupakan istana bangunan Belanda pada tahun 1932, sekaligus sebagai kediaman terakhir Sultan Kaharuddin III dalam melakukan kegiatan pemerintahan. Sekarang tempat ini digunakan sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung dan kegiatan-kegiatan upacara atau resepsi yang bersifat formal, serta pertemuan kepemerintahan lainnya. 

Selanjutnya adalah Bala Kuning (The Yellow House), yaitu rumah tempat tinggal keluarga Sultan yang terakhir. Di sini, kita dapat menjumpai benda-benda magis kerajaan, seperti: Bodong, Sarpedang, Payung Kamutar, Tear (tombak/ lembing), Keris, Al-Qur'an tulisan tangan Muhammad Ibnu Abdullah Al-Jawi yang ditulis sekitar tahun 1784 pada masa pemerintahan Sultan Harrunnurrasyid II (1770-1790).
Bala Kuning
Wisata budaya lain yang layak untuk kita kunjungi adalah Dusun Pamulung, sebuah dusun yang termasuk dalam Wilayah Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, yang terletak sekitar 8 km dari kota Sumbawa Besar. Dusun ini merupakan desa wisata, karena di desa tersebut dapat kita jumpai dan saksikan berbagai atraksi budaya daerah, seperti Karaci, Barapan Kebo, tari-tarian tradisional serta musik tradisional.

Selain Dusun Pamulung ada juga wisata Desa Tepal, desa tradisional yang terletak sekitar 37 km dari pusat kota, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Batu Lanteh. Desa ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan berkuda. Desa Tepal menyimpan banyak budaya tradisional, karena masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat dan budaya Samawa. Hal ini dapat dilihat dari cara berpakaian, cara hidup dan bentuk rumah yang unik, sehingga desa ini disebut juga Desa Adat. 
Desa Tepal
Desa adat yang tak kalah menarik untuk dikunjugi adalah Desa Poto, salah satu desa di Kabupaten Sumbawa yang juga tetap memelihara kelestarian budaya daerah seperti tenunan tradisional, pembuatan gerabah dan atraksi permainan rakyat seperti pacuan kuda, karapan kerbau. Desa Poto letaknya di Kecamatan Moyo Hilir, kira-kira 13 km dari kota Sumbawa Besar. Desa ini dapat dengan mudah dijangkau dengan sarana transportasi darat yang senantiasa melayani trayek di daerah tersebut setiap hari. 

Selain desa-desa tersebut, satu lagi daerah yang masih mempertahankan sifat tradisionalnya, yaitu Dusun Talwa. Dusun Talwa merupakan dusun pandai besi (Black Smith) yang yang terkenal dalam pembuatan pisau, parang, cangkul, tembilang, dan sebagainya. Dusun Talwa yang oleh para wisatawan dijuluki sebagai Blingin Jerman ini terletak di kecamatan Moyo Hulu, berjarak 14 km dari kota Sumbawa Besar.

Wisata Alam

Jangan pernah bertanya tentang keindahahan wisata alam yang ada di Kabupaten Sumbawa. Karena memang setiap destinasi wisata di kabupaten ini keindahannya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Untuk membuktikannya, cobalah Anda berkunjung ke pantai Saliper Ate. Saliper secara bahasa berarti pelipur, penenang, penyejuk. Ate berarti hati. Sesuai dengan namanya, pantai Saliper Ate berarti pantai yang dapat menenangkan atau menyejukkan hati pengunjungnya. Pantai ini terletak sekitar 5 km ke arah barat kota Sumbawa Besar. Lokasinya yang mudah dijangkau dengan transportasi darat membuat pantai ini menjadi obyek wisata pertama yang harus Anda kunjungi jika Anda datang ke Sumbawa.
Pantai Kencana
Pantai yang tak kalah indah selanjutnya adalah pantai Kencana, yang jaraknya sekitar 11 km dari Kota Sumbawa Besar. Dengan bentuk pantai yang melengkung dan di kedua ujung lengkungannya masing-masing mempunyai rona tersendiri membuat panorama pantai ini sangat menawan. Terlebih, di lengkungan bagian kanannya yang berdiri batu karang berbentuk alami dengan lubangnya yang setiap saat dihalau oleh ombak. Di sekitar pantai juga tersedia fasilitas-fasilitas wisata berupa cottage dengan bentuk bangunan khas daerah Sumbawa. 

Jika Anda suka wisata di daerah ketinggian, maka obyek wisata ini tak boleh Anda lewatkan. Ya, apalagi kalau bukan Samongkat? Samongkat merupakan obyek wisata alam pegunungan yang berada pada ketinggian kurang lebih 450 meter di atas permukaan air laut. Jaraknya sekitar 17 km dari kota Sumbawa Besar. Jalan yang berbelok-belok dengan pemandangan perbukitan dan lembah-lembah ini, dapat ditempuh dengan berbagai kendaraan. Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang dan shelter. 
Pemandangan di Pulau Moyo
Destinasi yang tak boleh terlupakan ketika kita mengunjungi Sumbawa adalah Pulau Moyo (Moyo Island). Pulau Moyo terletak di sebelah utara Sumbawa, di depan teluk Saleh dengan luas kurang lebih 30 hektare. Pulau Moyo mempunyai obyek wisata darat dan laut. Hutan tropis pulau Moyo merupakan habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius) yang dilindungi. Di pulau ini juga terdapat air terjun bertingkat. Tak hanya itu, wisata baharinya juga menyediakan panorama bawah laut yang indah untuk kegiatan snorkling dan skuba diving. Bahkan mulai dari dermaga pulau Moyo sudah dapat dilihat ribuan ikan kecil. 

Jika Anda datang ke pulau Moyo, Anda tak boleh melewatkan pantai Ai Manis. Pantai berpasir putih yang terletak di daratan pulau Moyo ini mempunyai pemandangan bawah laut yang sangat indah dengan terumbu karang dan tropikal fish-nya yang menawan. Dilengkapi dengan hutan tropis yang ada di sekitarnya, menjadikan Ai Manis sangat cocok bagi kegiatan camping dan snorkling. Dari Ai manis, Anda juga dapat menyaksikan eksotisme tenggelamnya matahari (sunset). Ai Manis ini dapat ditempuh lebih kurang 30 menit dengan speed boat dari Ai Bari kecamatan Moyo Hilir. 
Pantai Ai Manis
Destinasi wisata alam selanjutnya adalah Liang Petang, sebuah gua alam yang di dalamnya terdapat batu yang mirip manusia, balai-balai (pantar), alat tenun, dan juga dipenuhi stalagmit dan stalagtit. Letaknya di Desa Batu Tering kecamatan Moyo Hulu dengan jarak tempuh 29 km dari kota Sumbawa Besar. Tidak jauh dari gua ini terdapat pula gua kelelawar (Liang Bukal). 

Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah wisata alam Teluk Saleh (Saleh Bay). Teluk Saleh merupakan gugusan berpasir putih dengan koralnya yang indah dan beranekan ragam ikan hias. Teluk Saleh merupakan perairan yang kaya dengan aneka ikan laut seperti ikan kerapu yang hasilnya telah diekspor ke berbagai negara antara lain Jepang, Hongkong dan Singapura. Dari Teluk Saleh ini tampak jelas Gunung Tambora yang mempunyai kawah (Caldera) terluas di dunia.

Wisata Sejarah

Anda penyuka wisata sejarah? Jika ya, maka obyek wisata makam Sampar ini adalah destinasi wisata sejarah pertama yang wajib Anda kunjungi, mengingat letaknya yang tidak jauh dari kota Sumbawa Besar. Situs ini disebut Makam Sampar, karena terletak di atas sampar (daratan di atas bukit). Sengaja di tempatkan di atas bukit mengikuti tradisi para leluhur yang biasanya membuat makam/perkuburan di atas bukit. Agak berbeda dengan makam-makam di sekitarnya, karena di Makam Sampar ini merupakan kuburan para raja Sumbawa terdahulu bersama ahli kerabatnya. 

Lokasi kedua yang layak menjadi destinasi wisata sejarah di Sumbawa adalah Makam Karongkeng. Karongkeng adalah sebuah desa yang berjarak 6 km dari kecamatan Empang. Salah satu makam yang ada di tempat ini adalah makam H. Abdul Karim (Haji Kari), seorang mubaligh yang menyebarkan agama Islam di Sumbawa di sekitar tahun 1600 an.
Makam Karongkeng
Destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik selanjutnya adalah Situs Ai Renung. Situs Ai Renung adalah situs pertama yang ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Situs yang berjarak 5 km dari Batu Tering (30 km dari Sumbawa Besar) ini sering dikunjungi oleh para mahasiswa dan peneliti asing dalam rangka penelitian di bidang arkeologi. 

Situs selanjutnya adalah Lutuk Batu Peti. Dinamakan Lutuk Batu Peti karena ada batu seperti peti (sarkofagus) yang terletak di atas ujung bukit. Ujung atas bukit tersebutlah yang disebut oleh masyarakat sebagai Lutuk Batu Peti. Letaknya berada di sebelah barat laut dari Dusun Kuang Amo, Desa Sempe, Kecamatan Moyohulu. Menurut para ahli yang pernah datang melakukan penelitian ke situs tersebut, umur sarkofagus yang ada diperkirakan sudah lebih dari 2500 tahun.
Lutuk Batu Peti
Beberapa situs lain yang tak boleh Anda lewatkan jika melakukan wisata sejarah di Sumbawa adalah situs Tarakin, situs Raboran, situs Temang Dogan, situs Batu Tata, dan situs Sampar Rhe. Kesemua situs tersebut mempunyai nilai sejarah yang tak ternilai harganya, sehingga harus kita jaga kelestariannya sebagai salah satu modal dalam mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat. Karena bagaimanapun, sektor kepariwisataan baik wisata budaya, wisata alam, dan wisata sejarah, semuanya menyumbangkan pendapatan yang jumlahnya sangat besar dan sangat berarti bagi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Kembali ke tulisan pertama: Dari Pemuda Untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat atau kembali ke sebelumnya: Sumbawa Hebat dan Bermartabat dengan Ragam Budayanya
***
*Referensi tulisan dan gambar:
http://sumbawakab.go.id/

**Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Disporabudpar 2016 dengan tema Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat.
 Lomba Blog 2016
, ,

Sumbawa Hebat dan Bermartabat dengan Ragam Budayanya

Nusantara adalah negeri kepulauan yang membentang dari Sabang sampai ke Merauke di Papua, dari Miangas sampai ke pulau Rote di Nusa Tenggara sana. Nusantara adalah sebutan bagi negeri Indonesia, negeri eksotik dengan segala macam keanekaragamannya. Salah satunya adalah keanekaragaman budaya. 

Berbicara tentang budaya, tidak diragukan lagi bahwa di setiap daerah di Nusantara ini mempunyai kekayaan budaya yang masing-masing mempunyai filosofi dan daya tarik sendiri-sendiri. Demikian juga yang ada di Kabupaten Sumbawa, yang mempunyai banyak kebudayaan menarik, seperti kesenian rakyat, cerita rakyat, permainan rakyat, dan lain-lain.


Sakeco, salah satu kesenian dari Sumbawa

Dalam kesenian musik, terdapat beberapa jenis kesenian yang ada di Kabupaten Sumbawa. Antara lain adalah Ngumang, Balawas Ulan, Gero Saketa, Kembung, Gong Genang, Sakeco, Ratib, Kilung, Gandang, Balawas Nuja, dan Guntung atau Besenentek. Dalam seni tari, Sumbawa mempunyai tari Tanak, yaitu tari tradisional Sumbawa dengan gerakannya yang sangat sederhana namun penuh aroma sakral.

Selain tari tradisional Tanak ini, ada juga tari garapan, yaitu tari tradisional yang sudah diperbarui, digarap dengan modifikasi di beberapa bagian, misalnya desain lantai, iringan, busana dengan tidak melunturkan kesan tari tradisonal aslinya. Ada juga tari kreasi, yaitu tari ciptaan baru yang merupakan hasil kreatifitas seniman penciptanya. Tari kreasi bersumber dari unsur-unsur gerak, gaya dan lain-lain yang ada dalam tari tradisional daerah Sumbawa.
Tari Tanak, tarian tradisional Sumbawa
Seni rupa di Kabupaten Sumbawa tidak terlepas dari kepandaian menghias yang memang telah dimiliki masyarakat Sumbawa sejak dahulu kala. Kepandaian ini disalurkan dalam kegiatan menghias yang disebut seni Klingking, yaitu seni hias yang kegiatannya berhubungan dengan pembuatan motif hias dengan menggunakan berbagai teknik dan media. Hal ini dibuktikan oleh adanya berbagai hiasan yang diterapkan pada benda-benda pakai maupun pada benda-benda hias baik yang berbuat dari bahan kertas, kain, kayu, logam, tanah liat, dan sebagainya, yang merupakan hasil seni Klingking.

Seni sastra yang sangat menonjol di Sumbawa adalah seni sastra Lawas. Lawas bagi masyarakat Sumbawa bukan sekadar seni sastra, namun Lawas juga sebagai media hiburan yang dapat dipertunjukkan dan atau dipertontonkan. Lawas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Lawas diwariskan dan diturunkan dalam bentuk lisan. Lawas bagi masyarakat Sumbawa menjadi sumber dari segala sumber seni. Lawas akan dilantunkan ke dalam berbagai bentuk seni, meliputi: Seni Balawas, Rabalas Lawas, Malangko, Badede, Badiya, Bagandang, Bagesong, Sakeco, bahkan tutur atau cerita pun disampaikan dalam bentuk Lawas.
Contoh Lawas tentang Kisah Nabi Muhammad SAW
Kebudayaan lain yang bisa kita temui di Sumbawa adalah cerita rakyat. Beberapa cerita rakyat yang penuh nilai-nilai moral yang bisa kita temui antara lain adalah Kisah Percintaan Datu Musing Dan Mipa Deapati, Ai Mangkung, Bekat Loka Dan Buir, Kari Mongkong, Lalu Lepang Kuning, Paruma Ero, Siput Dan Rusa, Tanjung Menangis. Bangka Bela, Bola Sabale, Lala Buntar, Ne Bote,Ne Kakura Ne Siso, Sari Bulan, Ua Mre', Batu Tongkok, Jompong Suar, Ne Bote-Ne Mayung Ode-Ne Bukang, Sanro Lepang, dan masih banyak lagi.

Membahas tentang budaya masyarakat Sumabawa memang tak akan ada habisnya. Selain kesenian rakyat dan cerita rakyat, masyarakat Sumbawa juga mempunyai permainan rakyat yang menjadi potensi kebudayaan daerah dan dilakukan secara turun-temurun. Sebut saja Barapan Kebo, Main Jaran, Barempuk, dan Gentao, yang kesemuanya mengandung nilai-nilai budaya yang patut untuk dilestarikan di tengah banyaknya permainan modern sekarang ini.

Satu lagi, budaya yang berupa event yang sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi lagi kalau bukan Festival Moyo? Festival Moyo merupakan festival tahunan yang diadakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa. Pada festival tersebut, seluruh tradisi asli setiap daerah yang ada di Kabupaten Sumbawa ditampilkan. Pembukaan Festival Moyo ini diramaikan dengan penampilan Sarembang Ratib. Pada penampilan tersebut ratusan peserta dari kalangan anak-anak dan orang tua secara serempak memainkan rebana berukuran sedang. Selain itu, pada pembukaan festival ini juga ditampilkan tarian tradisional Sumbawa, Serembang Rebana. Tarian tersebut dimainkan oleh puluhan pelajar sambil membawa rebana. 
Festival Moyo 2015
Jika kita melihat kekayaan budaya masyarakat Sumbawa yang begitu banyaknya, tentu membuat kita berfikir bahwa masyarakat ini telah maju dan berperadaban sejak dahulu kala. Tentu kekayaan berupa budaya tersebut tidak hanya untuk dibanggakan saja, namun sebagai generasi penerus, kita harus melestarikannya. Karena harus diakui, bahwa ragam budaya merupakan salah satu modal kekayaan untuk terwujudnya Sumbawa Hebat dan Bermartabat.
 Lomba Blog 2016
, ,

Memajukan Olahraga Untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat

Terasa ironis jika melihat prestasi olah raga bangsa sebesar Indonesia ini untuk beberapa dekade terakhir. Walaupun belakangan ini sudah mulai ada perbaikan, namun bisa dibilang peningkatannya sangat lambat sekali. Tak bisa dipungkiri, di kancah Asia Tenggara saja, bangsa kita tidak mampu berbicara banyak dalam ajang olah raga. Padahal bila kita melihat era tahun 60 an, 70 an hingga 90 an, prestasi olah raga kita seakan ingin menguasai Asia. Namun di era 2000 an kita kehilangan mimpi yang pernah kita besar-besarkan.

Mengurai sebab musabab mundurnya keolah ragaan bangsa kita ini seolah seperti mengurai benang kusut. Bagaimana tidak? Permasalahan di dunia olah raga ini sangat banyak. Mulai dari kurangnya bibit-bibit muda, fasilitas, regenerasi, gizi, kesejahteraan, jam terbang dan lain-lain. Namun sebenarnya, hal ini bukanlah masalah yang tidak bisa kita hadapi. Mari kita sejenak membayangkan era atau jaman tahun keemasan kita. Apakah di era itu tidak ada masalah? Tentu semua pasti ada masalah. Namun maju atau tidaknya, lebih terletak pada bagaimana kita menghadapinya dan menyikapinya. 

Di era tersebut, kita bisa mengatakan mereka berhasil melalui permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Bila kita mau melihat saat ini sumberdaya manusia kita yang berjumlah 250 juta, sebenarnya bukanlah hal sulit bagi kita untuk menciptakan generasi emas, generasi yang mempunyai masa depan yang cerah, khususnya dalam bidang olah raga. Hanya saja, kekuatan yang ada, belum cukup kita optimalkan untuk menghasilkan atlet yang berkwalitas. Bila kita mampu mengintegrasikan kekuatan yang kita miliki, bukan hal yang sulit untuk menaklukan China dalam percaturan dunia olah raga.
POPDA Sumbawa puncak pembinaan prestasi olahraga tingkat kabupaten
Bagaimana cara yang paling mudah untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi? Cara yang paling efektif, tentu dengan mengadakan kompetisi dari lingkup terkecil hingga lingkup terbesar yaitu tingkat nasional. Sudah kita ketahui bersama, bahwa bangsa ini memiliki wakil dalam bidang olahraga dari Kementrian hingga turun ke tingkat daerah kabupaten. Seharusnya di tingkat kabupaten inilah kompetisi dalam berprestasi mulai dihidupkan. Bagaimana setiap anak usia dini diperkenalkan multi olahraga yang jumlahnya sangat banyak hingga pada akhirnya anak-anak dapat mengambil bakatnya sesuai dengan talentanya.

Dari situlah kemudian mulai diadakan program training-training kecil hingga diadakannya program rutin kompetisi dalam lingkup kabupaten. Sebagaimana yang dilakukan oleh Kabupaten Sumbawa. Dalam rangka puncak pembinaan prestasi olahraga pelajar kabupaten, Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sumbawa rutin menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Kabupaten Sumbawa.

Harapannya, tentu POPDA tidak hanya menjadi agenda rutin semata, namun event tersebut harus menjadi titik lanjut pembibitan dan pembinaan olahraga di Tana Samawa, yang harus dilaksanakan dengan konsisten. Melalui POPDA, diharapkan akan terjaring bibit-bibit potensial atlet pelajar berbakat yang akan dibina lebih lanjut sehingga dapat berprestasi lebih baik lagi di tingkat nasional bahkan internasional.
Kontingen POPDA Kab. Sumbawa dilepas Bupati untuk mewakili POPDA di tingkat Provinsi 
Dan memang terbukti, komitmen kuat pemerintah bersama masyarakat Sumbawa telah mengantarkan Kabupaten Sumbawa meraih banyak prestasi di bidang olah raga. Sebut saja, Maryati, atlet asal Buer yang berhasil meraih juara III PON 2004 di Sumatera Selatan dan juara I Kejurnas 2005 di Jakarta. Atlet lain, Nasruddin dari Unter Iwes, juga berhasil menjadi juara nasional tinju kelas junior tahun 2004 di Jakarta, serta berhasil meraih medali emas Pra PON XIX di Kupang dan pada Kejuaraan Sarung Tinju di Batam.

Bukan sebatas tingkat nasional, di ajang internasional, beberapa atlet Kabupaten Sumbawa juga telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Di antaranya adalah sebagaimana yang diraih Supiati, atlet asal Lunyuk yang meraih juara I lari estafet 400 meter di Singapura Open tahun 2003, serta juara III pada Sea Games di Fillipina pada tahun 2005 dan 2007. Beberapa medali yang meliputi satu medali emas dan dua medali perunggu juga berhasil disumbangkan atlet boxer dari Sumbawa, yang mewakili Indonesia di kejuaraan Asia Tenggara tahun 2014 silam.
Nasruddin, atlet tinju dari Sumbawa
Dengan komitmen kuat segenap elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk mengukir segudang prestasi di bidang olah raga, maka tak mustahil jika di beberapa tahun yang akan datang akan muncul atlet-atlet yang berkwalitas yang akan bersinar baik di kancah nasional maupun internasional. Maju terus olah raga Sumbawa, untuk mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat!
*Referensi tulisan dan gambar:
http://ppid.sumbawakab.go.id/foto_berita/medium_11POPDA.JPG
**Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Disporabudpar 2016 dengan tema Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat.