,

Ayat Al-Qur'an tentang Etos Kerja

Sudah menjadi kewajiban manusia sebagai makhluk yang memiliki banyak kebutuhan dan kepentingan dalam kehidupannya untuk berusaha memenuhinya. Seorang muslim haruslah menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat. Tidaklah semata hanya berorientasi pada kehidupan akhirat saja, melainkan harus memikirkan kepentingan kehidupannya di dunia. Untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat, wajiblah seorang muslim untuk bekerja.

Bekerja adalah kodrat hidup, baik kehidupan spiritual, intelektual, fisik biologis, maupun kehidupan individual dan sosial dalam berbagai bidang. Seseorang layak untuk mendapatkan predikat yang terpuji, seperti potensial, aktif, dinamis, produktif atau profesional, semata-mata karena prestasi kerjanya. Karena itu, agar manusia benar-benar “hidup”, dalam kehidupan ini, ia memerlukan ruh (spirit). Untuk ini, al-Qur’ān diturunkan sebagai spirit hidup, sekaligus sebagai nur (cahaya) yang tak kunjung padam agar aktivitas hidup manusia tidak tersesat.

Dalam al-Qur’ān maupun hadis, banyak ditemukan literatur yang memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dalam rangka memenuhi dan melengkapi kebutuhan duniawi. Salah satu perintah Allah kepada umat-Nya untuk bekerja termaktub dalam Q.S. at-Taubah/9:105 berikut ini.
Hukum Tajwid
Arti Kata
Arti Ayat
“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 105)

Q.S. at-Taubah/9: 105 menjelaskan, bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk semangat dalam melakukan amal saleh sebanyak-banyaknya. Allah Swt. akan melihat dan menilai amal-amal tersebut. Pada akhirnya, seluruh manusia akan dikembalikan kepada Allah Swt. dengan membawa amal perbuatannya masing-masing. Mereka yang berbuat baik akan diberi pahala atas perbuatannya itu. Mereka yang berbuat jahat akan diberi siksaan atas perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.

Sebutan lain dari ganjaran adalah imbalan atau upah atau compensation. Imbalan dalam konsep Islam menekankan pada dua aspek, yaitu dunia dan akhirat. Namun, penekanan kepada akhirat itu lebih penting daripada penekanan kepada dunia (dalam hal ini materi).

Ayat di atas juga menjelaskan bahwa Allah Swt. Memerintahkan kita untuk bekerja, dan Allah Swt. pasti membalas semua yang telah kita kerjakan. Hal yang perlu diperhatikan dalam ayat ini adalah penegasan Allah Swt. Bahwa motivasi atau niat bekerja itu mestilah benar.

Umat Islam dianjurkan agar tidak hanya merasa cukup dengan melakukan “tobat” saja, tetapi harus dibarengi dengan usaha-usaha untuk melakukan perbuatan terpuji yang lainnya, seperti menunaikan zakat, membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan, menyegerakan untuk mengerjakan ṡalat, saling menasihati teman dalam hal kebenaran dan kesabaran, dan masih banyak lagi usaha-usaha lain yang sangat terpuji. Semua itu dilakukan atas dasar taat dan patuh kepada perintah Allah Swt. dan yakin bahwa Allah Swt. pasti menyaksikan itu.

Ayat ini pun berisi peringatan bahwa perbuatan mereka itu pun nantinya akan diperlihatkan pula kepada rasul dan kaum muslimin lainnya kelak di hari kiamat. Dengan demikian, akan terlihatlah kebajikan dan kejahatan yang mereka lakukan sesuai amal perbuatannya.

Bahkan, di dunia ini pun sudah sering kita saksikan, bagaimana gambaran orang-orang yang berbuat jahat seperti pencuri, penipu, pemerkosa, koruptor, dan lain sebagainya. Banyaknya berita tentang korupsi, bagaimana koruptor dipertontonkan di ruang publik. Ini menandakan bahwa di dunia pun perbuatan kita sudah bisa dipertontonkan. Apalagi kelak di akhirat yang pasti sangat nyata dan tidak bisa ditutup-tutupi.

Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan maksimal. Bekerjalah sesuai dengan aturan Allah Swt. dan rasul-Nya. Kalau pekerjaan itu tidak baik dan tidak benar, jauhilah! Jangan sampai di kemudian hari baru menyesal. Sungguh tidak ada artinya.
Artinya: “Dari Miqdam ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Tidak seorang pun yang makan lebih baik daripada makan hasil usahanya sendiri. Sungguh Nabi Daud as. makan hasil usahanya.” (HR. Bukhari)

Perilaku mulia (etos kerja) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.
1. Meyakini bahwa dengan kerja keras, pasti ia akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan (“man jada wa jada” - Siapa yang giat, pasti dapat).
2. Melakukan sesuatu dengan prinsip: “Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari sekarang.”
3. Pantang menyerah dalam melakukan suatu pekerjaan.

Baca juga materi Ayat Al-Qur'an tentang Taat Pada Aturan dan Ayat Al-Qur'an tentang Kompetisi dalam Kebaikan

,

Ayat Al-Qur'an tentang Kompetisi dalam Kebaikan

Hidup adalah kompetisi. Bukan hanya untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga kompetisi untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Namun sayang, banyak orang terjebak pada kompetisi semu yang hanya memperturutkan syahwat hawa nafsu duniawi dan jauh dari suasana robbani. Kompetisi harta-kekayaan, kompetisi usaha pekerjaan, kompetisi jabatan, kedudukan dan kompetisi lainnya, yang semuanya bak fatamorgana. Indah menggoda, tetapi sesungguhnya tiada.

Itulah kompetisi yang menipu. Bahkan, hal yang sangat memilukan ialah tak jarang dalam kompetisi selalu diiringi “suuẓan” buruk sangka, bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah Swt. Lebih merugi lagi jika rasa iri dan riya ikut bermain dalam kompetisi tersebut.

Lalu, bagaimanakah selayaknya kompetisi bagi orang-orang yang beriman? Allah Swt. telah memberikan pengarahan bahkan penekanan kepada orang-orang beriman untuk berkompetisi dalam kebaikan sebagaimana firman-Nya:
Tajwid
Arti Kata


Arti Ayat
"Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Māidah/5: 48)

Pada Q.S. al-Māidah/5:48 Allah Swt. menjelaskan bahwa setiap kaum diberikan aturan atau syariat. Syariat setiap kaum berbeda-beda sesuai dengan waktu dan keadaan hidupnya. Meskipun mereka berbeda-beda, yang terpenting adalah semuanya beribadah dalam rangka mencari riḍa Allah Swt., atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Allah Swt. mengutus para nabi dan menurunkan syariat kepadanya untuk memberi petunjuk kepada manusia agar berjalan pada rel yang benar dan lurus. Sayangnya, sebagian dari ajaran-ajaran mereka disembunyikan atau diselewengkan. Sebagai ganti ajaran para nabi, manusia membuat ajaran sendiri yang bersifat khurafat dan takhayul.

Ayat ini membicarakan bahwa al-Qur’ān memiliki kedudukan yang sangat tinggi; al-Qur’ān sebagai pembenar kitab-kitab sebelumnya; juga sebagai penjaga kitab-kitab tersebut. Dengan menekankan terhadap dasar-dasar ajaran para nabi terdahulu, al-Qur’ān juga sepenuhnya memelihara keaslian ajaran itu dan menyempurnakannya.

Akhir ayat ini juga mengatakan, perbedaan syariat tersebut seperti layaknya perbedaan manusia dalam penciptaannya, bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Semua perbedaan itu adalah rahmat dan untuk ajang saling mengenal. Ayat ini juga mendorong pengembangan berbagai macam kemampuan yang dimiliki oleh manusia, bukan malah menjadi ajang perdebatan. Semua orang dengan potensi dan kadar kemampuan masing-masing, harus berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan. Allah Swt. senantiasa melihat dan memantau perbuatan manusia dan bagi-Nya tidak ada sesuatu yang tersembunyi.

Mengapa kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan? Paling tidak ada beberapa alasan, antara lain sebagai berikut.

Pertama, bahwa melakukan kebaikan tidak bisa ditunda-tunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas, begitu juga kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Kematian bisa datang secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Oleh karena itu, begitu ada kesempatan untuk berbuat baik, jangan ditunda-tunda lagi, tetapi segera dikerjakan.

Kedua, bahwa untuk berbuat baik hendaknya saling memotivasi dan saling tolong-menolang, di sinilah perlunya kolaborasi atau kerja sama. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang membuat kita terdorong untuk berbuat baik. Tidak sedikit seorang yang tadinya baik menjadi rusak karena lingkungan. Lingkungan yang saling mendukung kebaikan akan tercipta kebiasaan berbuat baik secara istiqāmah (konsisten).

Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan kesungguhan. Allah Swt. bersabda:

Artinya: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan...” (Q.S. al-Māidah/5: 2)

Langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang baik adalah dengan memulai dari diri sendiri, dari yang terkecil, dan dari sekarang. Mengapa? Sebab inilah jalan terbaik dan praktis untuk memperbaiki sebuah bangsa. Kita harus memulai dari diri sendiri dan keluarga. Sebuah bangsa, apa pun hebatnya secara teknologi, tidak akan pernah bisa tegak dengan kokoh jika pribadi dan keluarga yang ada di dalamnya sangat rapuh.

Perilaku mulia (kompetisi dalam kebaikan) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.
1. Meyakini bahwa hidup itu perjuangan dan di dalam perjuangan ada kompetisi.
2. Berkolaborasi dalam melakukan kompetisi agar pekerjaan menjadi ringan, mudah, dan hasilnya maksimal.
3. Dalam berkolaborasi, semuanya diniatkan ibadah, semata-mata mengharap riḍa Allah Swt.
4. Selalu melihat sesatu dari sisi positif, tidak memperbesar masalah perbedaan, tetapi mencari titik persamaan.
5. Ketika mendapatkan keberhasilan, tidak tinggi hati; ketika mendapatkan kekalahan, ia selalu sportif dan berserah diri kepada Allah Swt. (tawakkal).

,

Ayat Al-Qur'an tentang Taat Pada Aturan

Taat memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., pemerintah, dsb.) tidak berlaku curang, dan atau setia. Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Taat pada aturan adalah sikap tunduk kepada tindakan atau perbuatan yang telah dibuat baik oleh Allah Swt., nabi, pemimpin, atau yang lainnya. Di sekolah terdapat aturan, di rumah terdapat aturan, di lingkungan masyarakat terdapat aturan, di mana saja kita berada, pasti ada aturannya. Aturan dibuat tentu saja dengan maksud agar terjadi ketertiban dan ketenteraman. Mustahil aturan dibuat tanpa ada tujuan. Oleh karena itu, wajib hukumnya kita menaati aturan yang berlaku.

Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt., yaitu terdapat pada al-Qur’ān. Sementara di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad saw., yang disebut sunah atau hadis. Di bawahnya lagi ada aturan yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, negara, daerah, maupun pemimpin yang lain, termasuk pemimpin keluarga.

Peranan pemimpin sangatlah penting. Sebuah institusi, dari terkecil sampai pada suatu negara sebagai institusi terbesar, tidak akan tercapai kestabilannya tanpa ada pemimpin. Tanpa adanya seorang pemimpin dalam sebuah negara, tentulah negara tersebut akan menjadi lemah dan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar. Oleh karena itu, Islam memerintahkan umatnya untuk taat kepada pemimpin karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin (selama tidak maksiat), akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran.

Hukum Tajwid
Arti Kata
Arti Ayat
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. an-Nisā/4: 59)

Asbabun Nuzul
Asbābu al-Nuzūl atau sebab turunnya ayat ini menurut Ibn Abbas adalah berkenaan dengan Abdullah bin Huzaifah bin Qays as-Samhi ketika Rasulullah saw. mengangkatnya menjadi pemimpin dalam sariyyah (perang yang tidak diikuti oleh Rasulullah saw.). As-Sady berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika keduanya diangkat oleh Rasulullah saw. sebagai pemimpin dalam sariyah. Q.S. an-Nisā/4: 59 memerintahkan kepada kita untuk menaati perintah Allah Swt., perintah Rasulullah saw., dan ulil amri.

Tentang pengertian ulil amri, di bawah ini ada beberapa pendapat.

1. Abu Jafar Muhammad bin Jarir at-Thabari
Arti ulil amri adalah umāra, ahlul ‘ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu dan pengetahuan akan fiqh). Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa sahabat-sahabat Rasulullah saw. itulah yang dimaksud dengan ulil amri.
2. Al-Mawardi
Ada empat pendapat dalam mengartikan kalimat "ulil amri", yaitu: (1) umāra (para pemimpin yang konotasinya adalah pemimpin masalah keduniaan), (2) ulama dan fuqaha, (3) sahabat-sahabat Rasulullah saw., (4) dua sahabat saja, yaitu Abu Bakar dan Umar.
3. Ahmad Mustafa al-Maraghi
Bahwa ulil amri itu adalah umara, ahli hikmah, ulama, pemimpin pasukan dan seluruh pemimpin lainnya.

Kita memang diperintah oleh Allah Swt. untuk taat kepada ulil amri (apa pun pendapat yang kita pilih tentang makna ulil amri). Namun, perlu diperhatikan bahwa perintah taat kepada ulil amri tidak digandengkan dengan kata “taat”; sebagaimana kata “taat” yang digandengkan dengan Allah Swt. dan rasul-Nya.

Prof. Quraish Shihab, Mufassir Indonesia, memberi ulasan yang menarik: Tidak disebutkannya kata “taat” pada ulil amri untuk memberi isyarat bahwa ketaatan kepada mereka tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan atau bersyarat dengan ketaatan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya. Artinya, apabila perintah itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Allah dan rasul-Nya, tidak dibenarkan untuk taat kepada mereka.

Lebih lanjut Rasulullah saw. menegaskan dalam hadis berikut ini:
Artinya: “Dari Abi Abdurahman, dari Ali sesungguhnya Rasulullah bersabda: Tidak boleh taat terhadap perintah bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf.” (H.R. Muslim)

Umat Islam wajib menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya dan diperintahkan pula untuk mengikuti atau menaati pemimpinnya. Tentu saja, apabila pemimpinnya memerintahkan kepada hal-hal yang baik. Apabila pemimpin tersebut mengajak kepada kemungkaran, wajib hukumnya untuk menolak.

Perilaku mulia (ketaatan) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut.
1. Selalu menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya, serta meninggalkan larangan-Nya, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.
2. Merasa menyesal dan takut apabila melakukan perilaku yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
3. Menaati dan menjunjung tinggi aturan-aturan yang telah disepakati, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
4. Menaati pemimpin selagi perintahnya sesuai dengan tuntunan dan syariat agama.
5. Menolak dengan cara yang baik apabila pemimpin mengajak kepada kemaksiatan.

Baca materi selanjutnya: Ayat Al-Qur'an tentang Kompetisi dalam Kebaikan dan Ayat Al-Qur'an tentang Etos Kerja

, , , ,

Terimakasih, Nak! Ini Kado Teristimewa buat Emak

Namanya Ahmad Yatim. Konon menurutnya, nama Ahmad diberikan oleh Sang Ibu karena kerinduannya untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Sedangkan Yatim? Ya, Ayahnya meninggal sebelum ia lahir. Menariknya sosok Ahmad adalah jika ditanya tentang cita-citanya, ia selalu menjawab 'memberangkatkan Ibunya ke Baitullah'.

Ahmad, teman sekelasku saat duduk di bangku SMA memang teman spesial. Meski sejak lulus dari sekolah pesantren di Jawa Timur sepuluh tahun yang lalu kami jarang sekali bertemu, namun silaturrahim kami tidaklah putus. Ibarat pepatah, "meskipun jauh di mata, kami tetap dekat di jejaring sosial".

Seperti minggu lalu, tiba-tiba ia berkirim pesan melalui WhatsApp, “Mohon do’anya ya, Kang.. Insyaallah aku dan Emakku sehabis lebaran berangkat umroh..”

“Wah, selamat ya! Kok bisa tiba-tiba berangkat umroh? Gimana ceritanya, Kang?” Tanyaku penuh rasa penasaran.

Sebagaimana yang sudah-sudah, sering kali ada unsur drama dari kisah hidupnya. Mulai dari ketika tidak punya uang saat mau bayar SPP, tiba-tiba dapat kabar cerpennya diterima di media massa. Ketika Ibunya sakit dan butuh biaya pengobatan, naskah bukunya diterima penerbit. Dan lain sebagainya. Selalu ada keajaiban dari Allah ketika ia berada di ujung keputus-asaan. Makanya, aku selalu penasaran dengan kisah-kisah inspiratif darinya.

"Okey, Kang. Nanti kujelaskan lewat email ya?” tutupnya di WhatsApp.

Menjelang tengah malam, ada sekotak pesan di emailku.

***

Assalamu ‘alaikum, Kang..

Jadi, begini ceritanya. Ramadhan tahun lalu, aku dan Emak menjemput tetangga yang pulang umroh Ramadhan di Bandara. Melihat para jama’ah umroh yang tampak gembira, mata Emakku berkaca-kaca. Aku tak kuasa melihat itu. Aku tau bahwa hasrat Emakku untuk berangkat ke Baitullah begitu menggebu. Seketika, dalam hati aku berdo’a, “Ya Allah, dekatkanlah Makkah dan Madinah untuk Emakku. Aku ingin sekali melihatnya berziarah ke rumah-Mu dan makam Nabi-Mu...” 

Esok harinya, dengan bekal uang tabungan yang kumiliki, aku daftar umroh di Abutours untuk Emak. Kupilih travel umroh ini, karena travel haji umroh ini menawarkan umroh murah melalui program paket terencana. Jadi, biaya umrohnya dapat dibayar DP-nya dulu, Kang. Berangkatnya setelah lebaran tahun berikutnya.
Nah, sejak saat itu aku pun menabung untuk melunasi biaya umroh Emak. Setiap dapat honor dari menulis ataupun mengisi acara, selalu kusisihkan untuk tabungan. Tak lupa, hampir setiap selesai shalat, aku selalu berdo’a agar jalan Emakku ke Baitullah dimudahkan.

Oh ya, Kang.. Ada sedikit kisah menarik saat aku berusaha menabung untuk pelunasan biaya umroh Emak. Ceritanya, saat tabungan terkumpul Rp. 2 Juta, tiba-tiba di suatu malam, Pak Umar, imam sholat jama’ah di Musholla kampungku datang ke rumah. Beliau mengabarkan, istrinya harus menjalani proses persalinan secara caesar dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Aku pun mengambil uang Rp. 2 Juta yang sebenarnya adalah tabungan umroh untuk Emak. Aku sedekahkan semua pada Pak Umar, karena aku tak mau beliau menanggung beban hutang yang berat. Aku tau kehidupan Pak Umar itu seperti apa, untuk makan sehari-hari saja susah.

Kuserahkan uang itu sambil berdo’a dalam hati, “Ya Allah, uang ini sejatinya untuk melunasi ibadah umroh Emakku. Tapi hari ini ada hamba-Mu yang shaleh lebih membutuhkan. Aku sedekahkan semua, tolong mudahkan urusanku. Sebagaimana sabda Nabi-Mu: Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat..”

Aku mulai menabung lagi, mengumpulkan uang selembar demi selembar. Do’a-do’a pun semakin khusyu’ terpanjatkan. Hingga hari-hari berganti, minggu-minggu pun berlalu. Sesuai rencana, bulan itu adalah bulan terakhir aku harus melunasi biaya umroh untuk Emak. Kuhitung tabunganku, dan ternyata belum cukup untuk biaya pelunasan. Saat itu, aku lumayan bingung mencari tambahan uang dari mana? Berkali-kali Emak menghiburku, “Umroh Emak mundur nggak apa-apa kok, Nak..”

“Nggak Mak, Emak harus berangkat sesuai rencana..” jawabku.
Seketika aku teringat, proyek bukuku yang hampir selesai dan honornya belum dibayar. Segera saja, kuhubungi penerbit untuk minta agar sebagian honornya dibayar. Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan. Pagi harinya ditransfer, dan langsung kugunakan untuk melunasi biaya umroh Emak.

Mendengar berita itu, mata Emak berkaca-kaca. “Terimakasih, Nak.. Ini akan menjadi kado lebaran teristimewa buat Emak.. Semoga kau cepat bisa nyusul ziarah ke Makkah ya?”

Aku mengamininya, karena aku yakin do’a Emak mustajab bagi anaknya. Dan ternyata benar! Awal bulan puasa kemarin aku mendapat telepon dari nomor yang tak kukenal. Ia mengabarkan bahwa tulisan yang kuikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Jurnalistik dua bulan yang lalu keluar sebagai Juara 1 dan berhak atas hadiah umroh! Aku mengucap syukur tak henti-hentinya.

Lebih menggembirakan lagi, karena penyelenggara memberi kebebasan padaku untuk memilih biro travel mana yang akan kupilih. Singkat cerita, aku sangat berharap bisa umroh bareng Emak. Seolah mendapat berkah Ramadhan, saat aku menghubungi petugas biro, ternyata ada satu jama’ah rombongan umroh Emak yang mengundurkan diri karena sakit. Subhanallaah, aku benar-benar akan umroh bersama Emak.

Begitulah ceritanya, Kang.. Niat ikhlas berbuah kado indah yang penuh berkah. Sekian dulu...


Salam,


Ahmad

***

Selesai membaca email itu, aku segera membalasnya, “Kisah yang luar biasa, Kang! Selamat bertamu ke rumah Allah bersama Ibu tersayang. Semoga segalanya dimudahkan. Do’akan aku biar bisa cepat nyusul..”

Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam Blog Contest Ramadhan Bersama Abutours & Travel



#LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah #SemuaBisaUmroh

***
*Semua gambar hanya sebagai ilustrasi, dipinjam dari harianamanah.id
**Baca juga tulisan sebelumnya Generasi Berbagi yang Menginspirasi

,

Do’a Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS)

Bismillahi rohmanir rohim. Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’ina walhamdu lillahi robbil ‘alamin.

Ya Allah, Ya Tuhan kami,
Kami bersyukur atas segala anugerah, yang selalu Engkau limpahkan kepada kami.
Nikmat-Mu, yang telah Engkau berikan kepada kami, begitu banyak dan melimpah, sehingga kami tak sanggup untuk mengingat dan menghitungnya.

Ya Alloh, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang,
Baru saja, kami selesai melaksanakan kegiatan  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Prambanan. Kami mohon, ya Alloh, kiranya ilmu yang baru saja kami peroleh, menjadi ILMU yang BERMANFAAT, untuk kepentingan kami; sekolah kami: bangsa dan negara kami: serta dalam rangka bakti dan ibadah kami kepada-MU.

Berilah kami kekuatan, untuk mampu mengamalkan ILMU yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Serta, berilah pula kami kekuatan, untuk dapat menyebarluaskannya, kepada kawan dan keluarga kami, serta kepada masyarakat  bangsa kami.

Kami yakin, hanya dengan ILMU yang benar dan IMAN yang kuat, kami semua akan mendapatkan keluhuran derajat di sisi-MU, sebagaimana yang telah Engkau janjikan.

Ya Alloh, Yang Maha Pemberi Petunjuk,
Tunjukkanlah yang benar itu tampak benar dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat melaksanakannya, dan tunjukkanlah yang salah tampak salah dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat menjauhinya.

Ya Alloh, Yang Maha Bijaksana,
Jadikanlah pertemuan di antara kami ini, pertemuan yang dipenuhi dengan rahmat. Serta jadikan pula perpisahan di antara kami, perpisahan yang  dipenuhi dengan berkah.

Ya Allah, Yang Maha Pengampun,
Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami, guru-guru kami, para pemimpin dan pendahulu kami. Serta terimalah amal dan perjuangan kami, karena Engkaulah Maha Pengampun dan Maha Penerima amalan hamba.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengabulkan Do’a,
Kabulkanlah permohonan dan doa kami.

Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzabannar. Walhamdu lillahi robbil ‘alamin.


,

Lebaran Semakin Kompak dengan Ethica

Idul Fitri atau Lebaran memang hari yang istimewa. Terbukti, meski Lebaran 1438 H telah berlalu, tapi kesan manisnya seolah tak lekang oleh waktu. Terlebih bagi keluarga yang tinggal di perantauan seperti saya. Selain sebagai hari kemenangan setelah sebulan lamanya berpuasa, Lebaran adalah momentum terbaik untuk mudik ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, dan bersilaturrahim dengan sanak saudara.

Berbicara tentang Lebaran, selain mudik, banyak sekali tradisi-tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia menjelang dan saat hari lebaran tiba. Mulai dari memasak ketupat, saling mengantar makanan, takbir keliling, halal bi halal, hingga apa-apa yang serba baru. Baju baru salah satunya. Nah, sebenarnya bagaimana sih tinjauan hukum Islam terkait baju yang sebaiknya dikenakan saat Lebaran?
Tak bisa dipungkiri, memakai baju baru pada saat Lebaran memang telah menjadi budaya bagi sebagian besar kaum Muslimin, termasuk di Indonesia. Bagaimana hukumnya? Dari beberapa literatur yang ada, kita bisa menjumpai adanya dalil-dalil sahih berupa hadis Nabi dan atsar Sahabat yang menunjukkan bahwa pemakaian baju baru pada saat Lebaran itu memang boleh dan ada tuntunannya.

Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Umar Ra dijelaskan bahwa suatu ketika Umar bin Khattab Ra mengambil sebuah jubah dari sutra yang dijual di pasar. Kemudian ia mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, belilah jubah ini dan berhiaslah dengannya untuk hari raya dan menyambut tamu.”

Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Sesungguhnya ini (sutra) adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di Hari Kiamat)”.
Menurut Imam Asy-Syaukani, hadits tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW menyetujui tentang berhias dan pemakaian baju baru yang dilakukan oleh para sahabat di hari raya, selama baju tersebut tidak terbuat dari sutra, karena baju yang terbuat dari sutra haram bagi laki-laki. Pendapat tersebut diperkuat oleh Ibnu Rajab dalam Fathul Bari dan Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, yang menjelaskan bahwa hadits tersebut memang menunjukkan tentang kebiasaan berhias yang dilakukan oleh para Sahabat pada hari raya.

Selain riwayat tentang kebolehan memakai baju baru, ada juga anjuran untuk berhias dan memakai baju terbaik saat hari raya. Sebagaimana dalam sebuah riwayat dari Zaid bin Hasan bin Ali, dijelaskan bahwa ayahnya berkata, “Kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW pada dua hari raya untuk memakai pakaian dan wangi-wangian yang ada (terbaik)”. (HR. Al-Hakim, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi).
Bahkan dalam riwayat dari Ja’far bin Muhammad, disebutkan bahwa “Nabi Muhammad SAW juga memakai pakaian burdah hibarah pada setiap hari raya”. (HR. Baihaqi). Hibarah sendiri merupakan salah satu jenis pakaian burdah (baju bermotif garis) yang dikenal di negeri Yaman, dan termasuk salah satu pakaian terbaik pada masa itu. Dan masih banyak riwayat lain berkenaan dengan berhias dan anjuran memakai baju terbaik di hari raya.

Jadi, baju baru atau baju terbaik yang dianjurkan? Jawabannya, jika baju baru itu adalah baju yang terbaik, maka baju itulah yang paling dianjurkan. Akan tetapi, jika baju barunya bukanlah baju terbaik, atau jika tak punya baju baru, maka yang lebih utama adalah baju terbaik meskipun itu adalah baju lama. Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa saat kita mengenakan baju baru ataupun baju terbaik, kita tidak boleh merasa sombong, serta berlebih-lebihan sehingga mengabaikan orang-orang yang tidak mampu di sekitarnya.
Nah, sudah jelas kan bagaimana tinjauan Islam tentang baju yang sebaiknya dikenakan saat Lebaran? Jadi, seandainya tidak punya baju baru, tidak usah merasa khawatir lagi tidak bisa berlebaran sesuai sunnah Nabi ya? Cari saja baju terbaik yang dimiliki, meskipun itu baju lama. Masih ingat lirik lagu lawasnya Dhea Ananda kan?

"Baju baru alhamdu lillaah, tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama..."
Begitulah saya dan istri saat lebaran kemarin. Kami kompak untuk berlebaran dengan baju lama terbaik yang kami miliki, yaitu baju keluarga dari Ethica (baca: Etika). Baju keluarga dari Ethica yang kami miliki ini bukanlah baju baru yang kami beli menjelang Lebaran. Akan tetapi, bagi kami, baju keluarga dari Ethica inilah baju terbaik yang kami miliki saat ini, sehingga menjadi baju yang paling tepat untuk dipakai saat Lebaran.

Oh ya, ngomong-ngomong sudah familiar dengan Ethica kan? Tentu ya? Secara Ethica Fashion n Friends yang merupakan re-brand dari Salsakids (2007) dan Salsa Clothing (2010) ini adalah sebuah brand pakaian yang sudah naik daun. Terbukti, baju-baju produk Ethica ini sudah sering banget digunakan oleh banyak bintang film di beberapa sinetron, mulai dari Tukang Bubur Naik Haji, Catatan Hati Seorang Istri hingga Jilbab in Love.
Lantas, apa alasan kami memilih Ethica sebagai baju terbaik keluarga kami untuk berlebaran? Alasannya, tak lain adalah karena keunggulan-keunggulan baju produk dari Ethica. Penasaran kan, apa saja keunggulan Ethica?
Pertama, sesuai dengan visinya ‘Spiritualitas Islam yang Mencerahkan’, baju-baju produk Ethica sangat sesuai dengan kriteria busana muslim dan muslimah, yaitu menutup aurat, longgar, tidak tipis, dan tidak transparan. Bagi saya, baju dari Ethica ini sudah sesuai dengan apa yang difirmankan Allah SWT. dalam QS. Al-A'raf (7):26, “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian..”
Kedua, koleksi baju dari Ethica trendy dan selalu update. Bagi saya, hal ini sangatlah penting. Mengingat saat ini motivasi seseorang mengenakan busana muslim, selain untuk memenuhi kewajiban menjalankan syariat agama adalah untuk menunjang penampilan modis pemakainya. Nah, Ethica hadir untuk memberi alternatif pilihan busana muslim terbaru yang sesuai dengan perkembangan trend fashion muslim, namun tetap sesuai dengan kaidah-kaidah syar’i.

Ketiga, baju-baju dari Ethica bahannya sangat berkualitas. Ya, Ethica menggunakan bahan baku yang sangat berkualitas, kainnya tidak akan mudah sobek, sehingga lebih awet. Selain itu, jahitan bajunya juga diproduksi dengan sangat rapi dan profesional. Dari pengalaman saya memakai baju dari Ethica yang hampir setahun ini, saya jadi tahu bahwa kombinasi warna yang matching baju produk Ethica tidak mudah luntur dan pudar. 
Keempat, harga baju Ethica cukup terjangkau. Bagi saya, menggunakan baju muslim berkualitas itu tidak berarti harus selalu mahal. Faktanya, baju-baju Ethica yang berkualitas, memiliki kekuatan warna, variasi motif, dan bernuansa simple namun elegan itu masih cukup terjangkau. Sebagaimana baju Koko KR 24 warna ungu yang saya pakai ini dibandrol hanya sekitar 160 ribuan saja. Sedangkan baju yang dipakai istri saya, yaitu GCT 22 warna ungu ini harganya berkisar antara 250 ribu sampai dengan 260 ribuan saja, tergantung ukurannya. Cukup ramah kantong kan?

Dan kelima, koleksi serta variasi model baju Ethica sangat lengkap. Ada koleksi baju untuk anak-anak muslim, mulai dari OSK, ORK, RSK, Mylia Kids, hingga setelan Koko Anak yang semuanya terlihat ceria dan kaya warna. Dengan perpaduan kreatifitas design dan kekuatan warna kain dari bahan kaos katun, baju anak-anak dari Ethica tentu akan menjadikan mereka semakin percaya diri dalam beraktifitas keseharian.
Ethica juga menyediakan koleksi baju-baju muslim remaja dengan berbagai model. Ada ST, GCT, GST, Arlisa, Mylia, Gamis, Kagumi, dan Koko Remaja. Semua koleksi baju muslim untuk remaja dari Ethica tersebut menggabungkan gaya fashion matching, simple, cerah dan casual. Sehingga meskipun tampil syar’i, para remaja bisa tetap tampil modis dan selalu merasa percaya diri di mana saja dan kapan saja.
Untuk dewasa, di Ethica tersedia banyak sekali koleksi baju muslim dewasa yang elegant, mulai dari Arlisa, GM, GCT, GST, IMARI, MyLia, ST, Stalya, hingga Majma. Tak hanya itu, Ethica juga menyediakan koleksi Baju Couple atau Sarimbit untuk suami istri. Bahkan paket baju keluarga lengkap suami istri dan anak-anak juga ada di Ethica, baik untuk acara resmi maupun yang berkesan lebih santai sebagaimana yang kami kenakan saat lebaran tahun ini. 
Itulah keunggulan-keunggulan Ethica yang menjadikan alasan keluarga kami memilih Ethica sebagai busana terbaik untuk digunakan dalam berlebaran tahun ini. Dengan bahannya yang berkualitas ditambah modelnya yang trendy namun tetap syar’i menjadikan siapa saja akan betah mengenakan busana muslim dari Ethica. Dan yang tak kalah penting, dengan baju keluarga Ethica, saya dan istri semakin kompak menjalani hari-hari lebaran yang memang istimewa dan mengesankan.

Nah, Anda ingin tampil kompak bersama keluarga kan? Berpenampilan syar’i namun tetap trendy kan? Silakan kunjungi website resminya di ethicafashion.com untuk melihat koleksi Busana Muslim 2018 dan Baju Sarimbit 2018, serta busana muslim lain yang mengusung semangat ‘Spiritualitas Islam yang Mencerahkan’.
Untuk memesan busana muslim dari Ethica, kita dapat mengunjungi outlet-outlet Ethica yang tersebar di berbagai daerah. Atau bisa juga melalui Fanspage @EthicaOfficial, Instagram @ethica.id, ataupun Call Center dan Contact Ethica di 022 5209390 dan 081394091884. Selain itu, kita juga bisa menghubungi SMS Center Ethica di 089694277100 dan Email customer@ethicafashion.com, serta marketing@ethicafashion.com.

Yuk, menjadi keluarga muslim yang kompak bersama Ethica!


#KeluargaKompakEthica

*Referensi:
- Al-Qur'an dan Terjemahannya
- Muhammad bin Ali Asy-Syaukani, Nailul Authar
Ibnu Rajab, Fathul Bari
- Ibnu Qudamah, Al-Mughni
- Hakim al-Naisaburi, Al-Mustadrak ‘ala Al-Shohihain
Sulaiman bin Ahmad al-Thabrani, Al-Mu’jam
Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi, Sunan Al-Baihaqi
- http://ethicafashion.com



,

Do’a Pembukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS)

Bismillahi rohmanir rohim. Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’ina walhamdu lillahi robbil ‘alamin.

Ya Allah, Ya Tuhan kami,
Kami yang berkumpul di tempat ini dalam rangka apel pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Prambanan, dengan kerendahan hati, memanjatkan puja dan puji syukur atas nikmat-Mu yang tak terhingga, yang telah Engkau limpahkan kepada kami,

Ya Allah, Yang Maha Pengasih,
Kami menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat yang Engkau anugerahkan kepada kami adalah nikmat yang telah kami peroleh dengan pengorbanan jiwa dan raga putra-putri pejuang bangsa kami. Oleh karena itu curahkan dan limpahkanlah kasih sayang dan ridho-Mu kepada para pahlawan dan pejuang bangsa kami. Terimalah pengabdian dan darma bakti mereka sebagai syuhada’ bangsa dan negara kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Penyayang,
Bukakanlah kepada kami, pintu kemudahan untuk meraih hikmah kesabaran dan keikhlasan yang telah Engkau anugerahkan pada kami untuk turut serta dalam meningkatkan kualitas pengabdian kami membangun manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. 

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi
Anugerahkan kepada para peserta didik baru SMA Negeri 1 Prambanan, kekuatan dan ketabahan ketika mereka menghadapi hambatan dan cobaan , bentangkanlah jalan kemudahan dalam mengarungi kehidupan ini, jadikan mereka insan yang Terdidik, Terlatih, Berkomunikasi, Berbudaya & Berbudi Pekerti. Jadikan kegiatan ini salah satu upaya membangun kualitas`manusia Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas intelektual dan santun perilakunya.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu,
Satukanlah hati kami,  padukanlah langkah kami, serta kobarkanlah semangat kami, dalam mencapai keberhasilan tujuan kegiatan ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Pengampun,
Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami, guru-guru kami, para pemimpin dan pendahulu kami. Serta terimalah amal dan perjuangan kami, karena Engkaulah Maha Pengampun dan Maha Penerima amalan hamba.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengabulkan Do’a,
Kabulkanlah permohonan dan doa kami.

Robbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qina ‘adzaban-nar. Walhamdu lillahi robbil ‘alamin.


Rumah Dijual di Jakarta Selatan 400 Juta

Rumah adalah kebutuhan yang harus diutamakan bagi setiap orang. Tanpa adanya rumah, tentu saja kita akan kesulitan menemukan hunian untuk kita dan keluarga. Ya, bagaimanapun tentu saja kenyamanan akan tetap begitu terasa jika kita tinggal di rumah kita sendiri. Makanya bagi Anda yang saat ini belum juga memiliki rumah sendiri, dapatkan penawaran menarik unit rumah di daerah Jakarta Selatan dengan harga dan DP yang murah. Kini, untuk memiliki rumah seperti yang didambakan, kita tak perlu menunggu memiliki uang yang banyak terlebih dahulu. Penasaran dan tertarik dengan informasi ini?

Rumah di Jakarta Selatan Murah

Siapa sih yang tak ingin memiliki rumah di daerah Jakarta Selatan? Sudah pasti semua orang mendambakan hal yang demikian. Di Jakarta Selatan segala akses kebutuhan bisa mudah dijangkau. Di sekitarnya juga banyak fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan. Tentu saja, ini satu dari sekian banyak kemudahan yang jelas sudah bisa kita bayangkan betapa kemudahannya, bukan?

Nah, makanya segera realisasikan keinginan Anda tersebut dengan bergabung bersama agen jual rumah Jakarta Selatan secepatnya. Bersama dengan agen tersebut, keinginan Anda untuk bisa memiliki rumah sendiri akan segera terwujudkkan. Bahkan, Anda tidak perlu menunggu lama lagi untuk bisa segera menghuni rumah tersebut. Menarik bukan?

Rumah di Jakarta Selatan 400 Juta

Rumah sekelas di Jakarta Selatan bisa ditawarkan dengan harga hanya dengan 400 juta saja? Bagaimana Anda tidak tertarik? Ayo segera serbu dan beli rumah tersebut sebelum kehabisan. Sudah pasti penawaran yang menarik ini mengundang banyak antusiasme masyarakat. Siapa yang tidak tergiur untuk memiliki rumah di Jakarta Selatan dengan harga sekitar 400 juta saja?

Tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang suka atau memang saat ini sedang mencari unit property. Entah untuk ditempati sendiri atau nantinya dijadikan investasi, yang jelas ini adalah penawaran yang harus dimanfaatkan dengan baik. Ayo segera dapatkan rumah yang nyaman ini dengan bergabung bersama agen jual rumah Jakarta Selatan sekarang juga. 

Tanah Dijual 200 Juta Area Bandung

Tanah adalah harta bergerak yang menjanjikan untung yang luar biasa. Makanya jika kita memiliki uang yang lebih, alangkah lebih baiknya jika digunakan untuk membeli tanah. Di samping aman dan menjanjikan, tanah juga bisa dijadikan tabungan masa depan kita. Jika sudah tua nanti dan jika kita membutuhkan uang, maka kita akan bisa menjualnya kembali. 

Tentu Anda bisa membayangkan bukan betapa banyak keuntungan yang ditawarkan, bukan? Makanya, memilih tanah sebagai alat untuk berinvestasi adalah pilihan yang sangat tepat. Di era modern ini terlalu banyak pilihan memang. Namun hanya tanahlah yang benar-benar menjanjikan keuntungan di beberapa tahun ke depan. Tertarik dan penasaran? Segera dapatkan promo menarik dari investasi tanah yang Anda lakukan. Yuk, persiapkan sedari sekarang.

Tanah Dijual Murah

Memiliki tanah di perkotaan tentu saja dambaan setiap orang. Bayangkan saja, jika kita memiliki tanah di daerah strategis seperti di kota Bandung misalnya. Tentu saja, ini suatu penawaran yang menjanjikan bukan? Seperti kita tahu, Bandung adalah kota dengan banyak tawaran hal menarik. Makanya tak heran jika banyak orang yang memimpikan untuk bisa tinggal dan hidup di kota tersebut

Jika Anda ingin mendapatkan tanah di daerah Bandung, maka bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Anda bisa mempersiapkannya sedari sekarang dengan bergabung bersama agen tanah dijual murah di Bandung. Tujuannya adalah supaya bisa mendapatkan penawaran menarik, dan tentunya dalam waktu yang cepat. Penasaran kan? Nah, dapatkan penawaran serta informasi selengkapnya dengan menguhubungi agen tanah dijual di Bandung secepatnya. Bersama dengan agen tersebut, harapan Anda mendapatkan tanah dengan harga yang murah dan dalam waktu yang cepat akan segera terwujud. 

Tanah di Bandung dengan Harga 200 Juta

Tanah yang dijual di Bandung memang banyak menyita perhatian banyak pihak. Tidak bisa dipungkiri, tanah yang berada di area Bandung memang memiliki potensi yang besar jika dikembangkan menjadi bisnis. Makanya, jika Anda menginginkan mendapatkan tanah yang murah di Bandung, segera bergabung bersama kami agen tanah dijual di Bandung murah. Agen tersebut akan memberikan penawaran mencapai 200 juta rupiah saja dengan lokasi yang cukup strategis. Tentu ini penawaran menarik bukan? Segera bergabung secepatnya. 

,

Tanah Dijual di Kota Serang Terkini

Memiliki rumah memanglah salah satu hal yang perlu diperhitungkan sejak dini. Karena dengan begitu, Anda tidak akan susah lagi untuk mencari tanah yang sesuai. Akan lebih baik lagi jika sejak dini Anda melakukan investasi yang menguntungkan seperti membeli tanah. Karena apabila tanah sudah dibangun seperti rumah dijual di Banten maka harga akan lebih mahal berkali lipat. Walaupun belum ada bangunan pun, sebenarnya tanah akan selalu mengalami kenaikan harga setiap tahunnya. Seperti halnya rumah yang dijual di kota-kota besar yang selalu mengalami kenaikan harga.

Harga rumah juga tergantung dari seberapa luas tanah yang digunakan. Dengan kata lain, luas tanah ini sangat berpengaruh akan harga jual dari rumah tersebut. Dalam membeli tanah sendiri, Anda juga tidak boleh main-main karena bisa saja Anda akan mengalami penipuan mengingat banyaknya penipuan yang terjadi saat ini.

Mencari Tanah di Kota Serang

Ada beberapa faktor yang sangat penting mengenai mencari tanah. Akan lebih baik jika Anda memilih tanah dengan lokasi yang strategis sehingga nilai jual dari tanah tersbut nantinya dapat lebih tinggi daripada saat Anda membelinya. Sebelum membeli tanah, hal pertama yang harus diperhatikan adalah menentukan lokasi tanah. Sebisa mungkin carilah lokasi tanah yang bebas banjir, bebas macet atau lokasi yang dapat dijadikan rumah dijual Banten.

Akan tetapi, jangan sampai lupa berapa dana yang sudah Anda persiapkan. Apabila Anda memiliki dana yang cukup, tentu Anda akan memilih tanah yang memiliki lokasi yang sangat strategis. Tidak hanya itu saja, dalam hal mencari tanah, tanah yang Anda beli harus dapat dengan mudah diakses dan memiliki akses ke mana saja. Dan tanah yang strategis juga memiliki potensi harga jual tinggi.

Kemudian hal kedua yang perlu diperhatikan adalah mengenai kondisi geografis. Ya, hal ini juga akan menentukan seberapa besar saat pembangunan rumah dijual Banten. Kemudian yang terakhir adalah melihat status tanah apakah memiliki surat-surat tanah yang lengkap atau tidak. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui silsilah kepemilikan tanah tersebut sebelum Anda memutuskan untuk membeli tanah tersebut.

Nah, itulah sekilas informasi yang dapat diberikan kepada Anda mengenai tanah dijual di kota Serang terkini. Semoga artikel ini bermanfaat dan terimakasih.

, , , ,

Generasi Berbagi yang Menginspirasi

Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel

Senin, 24 Ramadhan 1438 H. Bertepatan dengan 19 Juni 2017. Pagi itu tidak seperti pagi biasanya di bulan Ramadhan. Matahari seakan-akan enggan keluar dari sarangnya. Atau mungkin Sang Surya memang masih malu-malu kucing untuk menampakkan dirinya? Entahlah. Satu hal yang pasti, pagi itu mendung sedikit menggantung di langit Prambanan, Kabupaten Klaten.

Menarik bagi saya, karena meski menghiasi cakrawala, tapi mendung itu sama sekali tidak menutupi wajah delapan generasi muda yang saya temui pagi itu, Sarah dan teman-temannya. Wajah mereka menampakkan secercah cahaya keceriaan untuk melaksanakan aktifitas sosialnya di bulan Ramadhan. Dan pagi itu, seakan mendapat sebuah berkah Ramadhan, saya berkesempatan mengikuti kegiatan bakti sosial yang mereka lakukan.
Sarah dan ketujuh temannya adalah generasi muda yang sedang duduk di bangku kelas XI SMA. Hari itu mereka merencanakan untuk melakukan bakti sosial menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim yang ada di sekitar sekolahnya. Sebuah hal yang menurut saya, sangat patut untuk diapresiasi di tengah fenomena degradasi moral yang sedang melanda generasi muda negeri ini.

“Dik, kenapa sih kalian mau berlelah-lelah melakukan kegiatan baksos ini? Bukankah kalian bisa seperti teman-teman lain yang sudah libur sekolah? Menikmati liburan puasa dengan istirahat atau bahkan tidur-tiduran di rumah..” Saya mencoba bertanya di sela-sela kegiatan yang mereka lakukan. Dan sungguh, saya mendapatkan jawaban luar biasa dari mereka.
”Berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin...”. Begitulah kata Sarah mengawali jawabannya dengan mengutip sebuah terjemah dari QS. An-Nisa’ ayat 16. Untuk kemudian menjelaskan panjang lebar tentang latar belakang kegiatan sosial yang mereka lakukan.

Bagi Sarah dan ketujuh temannya, kesadarannya untuk berbagi, tidak saja merupakan sikap mulia yang diajarkan agama. Lebih dari itu, menurutnya, ada sisi lain dari batinnya yang ikut menderita ketika mereka merasakan kemudahan hidup. Sementara di saat yang sama, ada masyarakat di sekitarnya yang bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pun terasa sulit. Ya, mereka adalah fakir miskin dan anak-anak yatim.
Bahkan terkait anak-anak yatim, Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa orang yang menyia-nyiakannya adalah pendusta agama. Sebagaimana diungkapkan dalam QS. Al-Ma’un ayat 1-2, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama”? Itulah orang yang menghardik anak yatim”.

Maka tak heran jika Rasulullah SAW pun bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim, (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
Jawaban Sarah dan teman-temannya, seketika membuat saya merenung sejenak. Rupanya atas dasar inilah, dalam momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah itu, mereka mengadakan kegiatan bakti sosial menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim yang ada di daerahnya.

Sejenak saya teringat, bahwa fakir miskin dan anak yatim memang mempunyai tempat istimewa dalam Islam. Kata fakir dalam Al-Qur’an disebut oleh Allah sebanyak enam kali, sedangkan kata miskin disebut 35 kali. Dan tidak kurang 23 kali Al-Qur’an menyebut kata yatim dalam berbagai konteks. Ayat-ayat tersebut memerintahkan kepada kita kaum Muslimin untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim.
Pada kegiatan yang dilaksanakan mulai jam delapan pagi hingga jam sebelas siang itu, mereka menyantuni sembilan fakir miskin dan sepuluh anak yatim. Memang, sumber dananya tidak hanya berasal dari mereka. Melainkan juga didapat dari penggalangan dana teman-temannya yang lain serta Bapak Ibu Guru yang ada di sekolahnya. Akan tetapi, tanpa inisiatif dari mereka, sepertinya kegiatan yang sangat mulia ini tidaklah akan terlaksana.
Sarah dan ketujuh temannya, hari itu memberikan pelajaran besar pada saya akan makna peduli yang sebenarnya. Menyaksikan secara langsung kegiatan sosial mereka, membuat saya terharu sekaligus merasa bangga. Bagaimana tidak, di tengah meningkatnya sikap individualisme sebagian masyarakat, ternyata saya masih bisa menemukan generasi yang masih mau peduli. Ya, merekalah salah satu generasi berbagi yang menginspirasi saya di bulan Ramadhan tahun ini.
Ramadhan, bulan suci yang selalu memberi inspirasi ini memang momentum yang tepat untuk meningkatkan semangat keagamaan kita, termasuk dalam hal berbagi. Karena pada bulan inilah, amal ibadah dilipat gandakan nilainya berkali-kali. Tidak hanya berbagi, tetapi masih banyak amal ibadah lain yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Salah satunya adalah umroh.

Tentang umroh Ramadhan, Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang wanita Anshar, “Mengapa Engkau tidak ikut haji bersama kami?”

Lalu wanita itu menjawab, “Kami hanya memiliki dua ekor onta. Onta yang satu dipakai suamiku bersama anakku pergi haji. Sementara satunya digunakan untuk mengairi kebun.”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umroh. Karena ibadah umroh di bulan Ramadhan, senilai haji bersamaku.” (HR. Bukhari-Muslim)

Maka, selain berbagi, kelak di Ramadhan-ramadhan yang akan datang, saya berharap bisa daftar umroh di bulan yang penuh berkah. Bukanlah sesuatu yang mustahil tentunya, karena saat ini sudah ada biro travel umroh yang menyediakan layanan haji umroh dengan biaya yang terjangkau. Sebagaimana Abutours yang menawarkan layanan umroh murah. Dengan biaya umroh yang terjangkau, siapapun bisa umroh di bulan yang penuh maghfiroh, Ramadhan.

Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam Blog Contest Ramadhan Bersama Abutours & Travel





#LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah #SemuaBisaUmroh

***
*Semua gambar adalah dokumen pribadi
**Baca juga tulisan selanjutnya Terimakasih, Nak! Ini Kado Teristimewa buat Emak