Kategori: ,

Lawan Neuropati dengan Neurobion Sahabat Pahlawan Sejati

Siapa sih yang belum pernah mendengar pepatah Latin, “Mens Sana In Corpore Sano”? Saya yakin, semua pernah mendengar ungkapan yang memang sangat familiar ini. Pepatah yang dipopulerkan oleh Decimus Iunius Juvenalis sejak abad kedua Masehi itu, kalau dalam bahasa Indonesia sering diartikan dengan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Sebuah ungkapan yang mengisyaratkan betapa pentingnya kesehatan bagi kehidupan manusia.

Ya, kesehatan. Satu masalah yang sering diabaikan oleh manusia di era modern ini. Terlebih bagi masyarakat perkotaan yang sebagian besar kurang mempedulikan nikmat Tuhan berupa kesehatan. Bagaimana tidak, mereka lebih sering menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja dan bekerja saja. Sehingga tak jarang, kesemutan dan kebas yang merupakan gejala neuropati pun melanda.
Oh ya, sebagian di antara Anda pasti belum tau tentang Neuropati kan? Neuropati adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan gangguan fungsi dan struktur dari saraf tepi. Gejalanya bermacam-macam dan biasanya terjadi secara tiba-tiba. Beberapa di antaranya adalah kram, lemah otot, kesemutan, mati rasa, kaku otot, kebas, rasa terbakar, dan sensitif bila disentuh. Tak jarang, dari gejala-gejala tersebut juga menimbulkan hilangnya kontrol pada kandung kemih yang berakibat sering buang air kecil.
Karena gejala-gejalanya terlihat sepele, maka sering kali keberadaan Neuropati ini terabaikan. Betul nggak? Padahal jika tidak segera diatasi, maka bisa jadi akan memunculkan penyakit serius yang dapat mengganggu aktivitas kita. Penyebab Neuropati sendiri, selain karena pola hidup tidak sehat juga disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan vitamin Neurotropik, menderita diabetes, serta menurunnya fungsi saraf akibat bertambahnya usia.

Oh ya, meskipun Neuropati cenderung terjadi pada manusia usia lanjut, bukan berarti Neuropati tidak akan menghampiri kita yang masih muda ya? Faktanya, satu dari dua orang yang memasuki usia 30 tahun mengalami gejala kesemutan dan kebas, dan satu dari empat orang di usia 26-30 tahun mulai merasakan gejala Neuropati. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mewaspadainya sejak dini kan?
Kata pepatah,“Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Nah, bagaimana cara mencegah Neuropati? Ada banyak cara tentunya. Namun, karena penyebab Neuropati yang paling dominan adalah faktor gaya hidup, maka cara mencegahnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.
Pertama, berolahraga. Ya, olahraga teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk kesehatan saraf. Nah, olahraga untuk mencegah Neuropati di antaranya adalah berjalan, bersepeda, berenang, stretching, serta senam Neuromove. Kedua, istirahat yang cukup. Istirahat yang cukup juga sangat berguna bagi kesehatan saraf. Karena istirahat yang cukup akan memulihkan diri dari kelelahan saraf.

Ketiga, menjadi pribadi yang kuat. Yaitu pribadi yang mampu mengendalikan keseluruhan aktifitas hidupnya, seperti kepribadian untuk pantang mengkonsumsi apapun yang bersifat merusak sistem saraf, sebagaimana alkohol dan narkoba, serta makanan yang memicu naiknya kadar gula darah.

Keempat, menciptakan udara yang bersih. Bisa dipahami tentunya, karena bagaimanapun udara adalah salah satu sumber kehidupan utama bagi manusia. Dan kelima, mengatur pola makan serta selalu mengkonsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan. Karena tak bisa kita pungkiri, makanan dan minumanlah pemicu segala penyakit.
Lantas, makanan apa saja yang berguna bagi kesehatan saraf? Tentunya makanan-makanan yang mengandung vitamin Neurotropik, yaitu vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin B1, bisa kita peroleh dari beras merah, kuning telur, ikan dan gandum. Vitamin B6 dari ragi kering, daging, hati, ginjal, ikan, lemak, kacang-kacangan, dan beras tumbuk. Sedangkan Vitamin B12 bisa kita dapatkan dari hati, ikan, susu dan olahannya, daging, telur, serta rumput laut.

Selain dari bahan-bahan makanan tersebut, sebenarnya kita juga bisa mendapatkan vitamin B1, B6, dan B12 dengan cara yang lebih praktis. Ya, kita bisa mendapatkan vitamin-vitamin tersebut dari Neurobion, ahlinya vitamin Neurotropik untuk mencegah Neuropati.
Neurobion merupakan vitamin neurotropik yang fungsinya adalah membantu memperbaiki gangguan dan kerusakan saraf. Dengan kandungan Vitamin B1, B6, dan B12 yang mudah larut dalam air, Neurobion juga akan membantu mengeluarkan sisa metabolisme gula, protein, dan lemak melalui ginjal, sehingga tidak akan terjadi penumpukan dalam tubuh.

Tapi, kenapa harus Neurobion ya? Ada beberapa alasan yang menjadikan Neurobion ini lebih unggul untuk dijadikan ahlinya vitamin Neurotropik, dibanding dengan multivitamin sejenis lainnya.
Pertama, dosis Neurobion tepat untuk konsumsi rutin harian. Dosis Neurobion adalah satu tablet per hari. Waktu meminumnya bisa kapan saja. Akan tetapi yang lebih direkomendasikan adalah sesaat setelah makan, karena saat itu kondisi asam lambung masih tinggi sehingga vitamin dapat segera terserap secara lebih maksimal.

Kedua, Neurobion aman dikonsumsi dan tanpa efek samping. Baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan untuk penderita asam urat, hipertensi, gangguan lambung, penyakit ginjal, diabetes, hepatitis, dan penderita kolesterol, selama dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Neurobion juga aman untuk lansia, ibu menyusui dan ibu hamil dengan catatan harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Ketiga, Neurobion terpercaya dan direkomendasikan oleh dokter dan orang tua. Hal ini tak lepas dari kandungannya yang berupa Vitamin B1, B6 dan B12 yang secara garis besar berfungsi membantu metabolisme glukosa, protein dan lemak dalam tubuh, membantu pembentukan sel darah merah, serta memperbaiki kerusakan pada sistem saraf.

Keempat, Neurobion diproduksi oleh Merck, perusahaan farmasi Jerman yang terpercaya. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 1668 ini, kini memiliki lebih dari 40 ribu karyawan yang tersebar di 67 negara di dunia. Produk Neurobion sendiri telah didaftarkan di puluhan negara. Mulai Jerman, Meksiko, Elsavador, Finlandia, Swedia, Afrika Selatan, Oman, Malaysia, Trinidad and Tobago, Sri Lanka, Zanzibar, hingga Indonesia.

Dan kelima, Neurobion adalah multivitamin untuk memenuhi kebutuhan Vitamin Neurotropik yang praktis. Untuk membantu saraf agar tetap sehat, kita cukup mengkonsumsinya secara rutin sesuai kebutuhan. Neurobion Putih untuk gejala neuropati ringan dan Neurobion Forte untuk gejala neuropati sedang ataupun berat yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan keunggulan-keunggulan tersebut maka sudah pasti Neurobion akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai ahlinya vitamin Neurotropik. Sehingga, kini kita tak perlu mengkhawatirkan lagi akan kesehatan saraf para pahlawan sejati kita yang berjuang demi keluarga.
Ya, banyak sekali kan para pahlawan sejati di sekitar kita yang terganggu aktivitasnya karena gejala-gejala Neuropati? Entah itu pahlawan yang menjelma dalam sosok ayah, yang setiap hari membanting tulang mencari nafkah. Atau juga dalam sosok ibu, yang setiap harinya menyelesaikan hal-hal besar di rumah sejak pagi hingga petang.

Dengan Neurobion, kita dan pahlawan-pahlawan sejati kita akan terbebas dari gejala-gejala Neuropati. Dan dengan terbebas dari Neuropati, siapapun akan dapat menyelesaikan tugas besarnya sehari-hari. Jadi, yuk lawan Neuropati dengan Neurobion sahabat pahlawan sejati!



#LawanNeuropati
***
*Referensi:
- http://sarafsehat.com/
- http://sarafsehat.com/lawanneuropati/
https://www.youtube.com/watch?v=_BvLjtb3WIU
**Tulisan ini diikutsertakan dalam #LawanNeuropati Blogging Competition

Anda baru saja membaca Lawan Neuropati dengan Neurobion Sahabat Pahlawan Sejati . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

2 komentar:

  1. Keren, semoga menang...... aku suka info grafisnya keren...

    ReplyDelete