Kategori: , , , ,

Generasi Berbagi yang Menginspirasi

Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel

Senin, 24 Ramadhan 1438 H. Bertepatan dengan 19 Juni 2017. Pagi itu tidak seperti pagi biasanya di bulan Ramadhan. Matahari seakan-akan enggan keluar dari sarangnya. Atau mungkin Sang Surya memang masih malu-malu kucing untuk menampakkan dirinya? Entahlah. Satu hal yang pasti, pagi itu mendung sedikit menggantung di langit Prambanan, Kabupaten Klaten.

Menarik bagi saya, karena meski menghiasi cakrawala, tapi mendung itu sama sekali tidak menutupi wajah delapan generasi muda yang saya temui pagi itu, Sarah dan teman-temannya. Wajah mereka menampakkan secercah cahaya keceriaan untuk melaksanakan aktifitas sosialnya di bulan Ramadhan. Dan pagi itu, seakan mendapat sebuah berkah Ramadhan, saya berkesempatan mengikuti kegiatan bakti sosial yang mereka lakukan.
Sarah dan ketujuh temannya adalah generasi muda yang sedang duduk di bangku kelas XI SMA. Hari itu mereka merencanakan untuk melakukan bakti sosial menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim yang ada di sekitar sekolahnya. Sebuah hal yang menurut saya, sangat patut untuk diapresiasi di tengah fenomena degradasi moral yang sedang melanda generasi muda negeri ini.

“Dik, kenapa sih kalian mau berlelah-lelah melakukan kegiatan baksos ini? Bukankah kalian bisa seperti teman-teman lain yang sudah libur sekolah? Menikmati liburan puasa dengan istirahat atau bahkan tidur-tiduran di rumah..” Saya mencoba bertanya di sela-sela kegiatan yang mereka lakukan. Dan sungguh, saya mendapatkan jawaban luar biasa dari mereka.
”Berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin...”. Begitulah kata Sarah mengawali jawabannya dengan mengutip sebuah terjemah dari QS. An-Nisa’ ayat 16. Untuk kemudian menjelaskan panjang lebar tentang latar belakang kegiatan sosial yang mereka lakukan.

Bagi Sarah dan ketujuh temannya, kesadarannya untuk berbagi, tidak saja merupakan sikap mulia yang diajarkan agama. Lebih dari itu, menurutnya, ada sisi lain dari batinnya yang ikut menderita ketika mereka merasakan kemudahan hidup. Sementara di saat yang sama, ada masyarakat di sekitarnya yang bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pun terasa sulit. Ya, mereka adalah fakir miskin dan anak-anak yatim.
Bahkan terkait anak-anak yatim, Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa orang yang menyia-nyiakannya adalah pendusta agama. Sebagaimana diungkapkan dalam QS. Al-Ma’un ayat 1-2, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama”? Itulah orang yang menghardik anak yatim”.

Maka tak heran jika Rasulullah SAW pun bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim, (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
Jawaban Sarah dan teman-temannya, seketika membuat saya merenung sejenak. Rupanya atas dasar inilah, dalam momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah itu, mereka mengadakan kegiatan bakti sosial menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim yang ada di daerahnya.

Sejenak saya teringat, bahwa fakir miskin dan anak yatim memang mempunyai tempat istimewa dalam Islam. Kata fakir dalam Al-Qur’an disebut oleh Allah sebanyak enam kali, sedangkan kata miskin disebut 35 kali. Dan tidak kurang 23 kali Al-Qur’an menyebut kata yatim dalam berbagai konteks. Ayat-ayat tersebut memerintahkan kepada kita kaum Muslimin untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim.
Pada kegiatan yang dilaksanakan mulai jam delapan pagi hingga jam sebelas siang itu, mereka menyantuni sembilan fakir miskin dan sepuluh anak yatim. Memang, sumber dananya tidak hanya berasal dari mereka. Melainkan juga didapat dari penggalangan dana teman-temannya yang lain serta Bapak Ibu Guru yang ada di sekolahnya. Akan tetapi, tanpa inisiatif dari mereka, sepertinya kegiatan yang sangat mulia ini tidaklah akan terlaksana.
Sarah dan ketujuh temannya, hari itu memberikan pelajaran besar pada saya akan makna peduli yang sebenarnya. Menyaksikan secara langsung kegiatan sosial mereka, membuat saya terharu sekaligus merasa bangga. Bagaimana tidak, di tengah meningkatnya sikap individualisme sebagian masyarakat, ternyata saya masih bisa menemukan generasi yang masih mau peduli. Ya, merekalah salah satu generasi berbagi yang menginspirasi saya di bulan Ramadhan tahun ini.
Ramadhan, bulan suci yang selalu memberi inspirasi ini memang momentum yang tepat untuk meningkatkan semangat keagamaan kita, termasuk dalam hal berbagi. Karena pada bulan inilah, amal ibadah dilipat gandakan nilainya berkali-kali. Tidak hanya berbagi, tetapi masih banyak amal ibadah lain yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Salah satunya adalah umroh.

Tentang umroh Ramadhan, Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang wanita Anshar, “Mengapa Engkau tidak ikut haji bersama kami?”

Lalu wanita itu menjawab, “Kami hanya memiliki dua ekor onta. Onta yang satu dipakai suamiku bersama anakku pergi haji. Sementara satunya digunakan untuk mengairi kebun.”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umroh. Karena ibadah umroh di bulan Ramadhan, senilai haji bersamaku.” (HR. Bukhari-Muslim)

Maka, selain berbagi, kelak di Ramadhan-ramadhan yang akan datang, saya berharap bisa daftar umroh di bulan yang penuh berkah. Bukanlah sesuatu yang mustahil tentunya, karena saat ini sudah ada biro travel umroh yang menyediakan layanan haji umroh dengan biaya yang terjangkau. Sebagaimana Abutours yang menawarkan layanan umroh murah. Dengan biaya umroh yang terjangkau, siapapun bisa umroh di bulan yang penuh maghfiroh, Ramadhan.

Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam Blog Contest Ramadhan Bersama Abutours & Travel





#LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah #SemuaBisaUmroh

***
*Semua gambar adalah dokumen pribadi
**Baca juga tulisan selanjutnya Terimakasih, Nak! Ini Kado Teristimewa buat Emak
Anda baru saja membaca Generasi Berbagi yang Menginspirasi . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah, seneng kalo baca tulisan-tulisan kaya gini. adek2 yang menginspirasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Aku terharu lihat mereka.. Sungguh sangat menginspirasi para orang tua seperti saya..

      Delete