Kategori: , , , ,

Terimakasih, Nak! Ini Kado Teristimewa buat Emak

Namanya Ahmad Yatim. Konon menurutnya, nama Ahmad diberikan oleh Sang Ibu karena kerinduannya untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Sedangkan Yatim? Ya, Ayahnya meninggal sebelum ia lahir. Menariknya sosok Ahmad adalah jika ditanya tentang cita-citanya, ia selalu menjawab 'memberangkatkan Ibunya ke Baitullah'.

Ahmad, teman sekelasku saat duduk di bangku SMA memang teman spesial. Meski sejak lulus dari sekolah pesantren di Jawa Timur sepuluh tahun yang lalu kami jarang sekali bertemu, namun silaturrahim kami tidaklah putus. Ibarat pepatah, "meskipun jauh di mata, kami tetap dekat di jejaring sosial".

Seperti minggu lalu, tiba-tiba ia berkirim pesan melalui WhatsApp, “Mohon do’anya ya, Kang.. Insyaallah aku dan Emakku sehabis lebaran berangkat umroh..”

“Wah, selamat ya! Kok bisa tiba-tiba berangkat umroh? Gimana ceritanya, Kang?” Tanyaku penuh rasa penasaran.

Sebagaimana yang sudah-sudah, sering kali ada unsur drama dari kisah hidupnya. Mulai dari ketika tidak punya uang saat mau bayar SPP, tiba-tiba dapat kabar cerpennya diterima di media massa. Ketika Ibunya sakit dan butuh biaya pengobatan, naskah bukunya diterima penerbit. Dan lain sebagainya. Selalu ada keajaiban dari Allah ketika ia berada di ujung keputus-asaan. Makanya, aku selalu penasaran dengan kisah-kisah inspiratif darinya.

"Okey, Kang. Nanti kujelaskan lewat email ya?” tutupnya di WhatsApp.

Menjelang tengah malam, ada sekotak pesan di emailku.

***

Assalamu ‘alaikum, Kang..

Jadi, begini ceritanya. Ramadhan tahun lalu, aku dan Emak menjemput tetangga yang pulang umroh Ramadhan di Bandara. Melihat para jama’ah umroh yang tampak gembira, mata Emakku berkaca-kaca. Aku tak kuasa melihat itu. Aku tau bahwa hasrat Emakku untuk berangkat ke Baitullah begitu menggebu. Seketika, dalam hati aku berdo’a, “Ya Allah, dekatkanlah Makkah dan Madinah untuk Emakku. Aku ingin sekali melihatnya berziarah ke rumah-Mu dan makam Nabi-Mu...” 

Esok harinya, dengan bekal uang tabungan yang kumiliki, aku daftar umroh di Abutours untuk Emak. Kupilih travel umroh ini, karena travel haji umroh ini menawarkan umroh murah melalui program paket terencana. Jadi, biaya umrohnya dapat dibayar DP-nya dulu, Kang. Berangkatnya setelah lebaran tahun berikutnya.
Nah, sejak saat itu aku pun menabung untuk melunasi biaya umroh Emak. Setiap dapat honor dari menulis ataupun mengisi acara, selalu kusisihkan untuk tabungan. Tak lupa, hampir setiap selesai shalat, aku selalu berdo’a agar jalan Emakku ke Baitullah dimudahkan.

Oh ya, Kang.. Ada sedikit kisah menarik saat aku berusaha menabung untuk pelunasan biaya umroh Emak. Ceritanya, saat tabungan terkumpul Rp. 2 Juta, tiba-tiba di suatu malam, Pak Umar, imam sholat jama’ah di Musholla kampungku datang ke rumah. Beliau mengabarkan, istrinya harus menjalani proses persalinan secara caesar dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Aku pun mengambil uang Rp. 2 Juta yang sebenarnya adalah tabungan umroh untuk Emak. Aku sedekahkan semua pada Pak Umar, karena aku tak mau beliau menanggung beban hutang yang berat. Aku tau kehidupan Pak Umar itu seperti apa, untuk makan sehari-hari saja susah.

Kuserahkan uang itu sambil berdo’a dalam hati, “Ya Allah, uang ini sejatinya untuk melunasi ibadah umroh Emakku. Tapi hari ini ada hamba-Mu yang shaleh lebih membutuhkan. Aku sedekahkan semua, tolong mudahkan urusanku. Sebagaimana sabda Nabi-Mu: Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat..”

Aku mulai menabung lagi, mengumpulkan uang selembar demi selembar. Do’a-do’a pun semakin khusyu’ terpanjatkan. Hingga hari-hari berganti, minggu-minggu pun berlalu. Sesuai rencana, bulan itu adalah bulan terakhir aku harus melunasi biaya umroh untuk Emak. Kuhitung tabunganku, dan ternyata belum cukup untuk biaya pelunasan. Saat itu, aku lumayan bingung mencari tambahan uang dari mana? Berkali-kali Emak menghiburku, “Umroh Emak mundur nggak apa-apa kok, Nak..”

“Nggak Mak, Emak harus berangkat sesuai rencana..” jawabku.
Seketika aku teringat, proyek bukuku yang hampir selesai dan honornya belum dibayar. Segera saja, kuhubungi penerbit untuk minta agar sebagian honornya dibayar. Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan. Pagi harinya ditransfer, dan langsung kugunakan untuk melunasi biaya umroh Emak.

Mendengar berita itu, mata Emak berkaca-kaca. “Terimakasih, Nak.. Ini akan menjadi kado lebaran teristimewa buat Emak.. Semoga kau cepat bisa nyusul ziarah ke Makkah ya?”

Aku mengamininya, karena aku yakin do’a Emak mustajab bagi anaknya. Dan ternyata benar! Awal bulan puasa kemarin aku mendapat telepon dari nomor yang tak kukenal. Ia mengabarkan bahwa tulisan yang kuikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Jurnalistik dua bulan yang lalu keluar sebagai Juara 1 dan berhak atas hadiah umroh! Aku mengucap syukur tak henti-hentinya.

Lebih menggembirakan lagi, karena penyelenggara memberi kebebasan padaku untuk memilih biro travel mana yang akan kupilih. Singkat cerita, aku sangat berharap bisa umroh bareng Emak. Seolah mendapat berkah Ramadhan, saat aku menghubungi petugas biro, ternyata ada satu jama’ah rombongan umroh Emak yang mengundurkan diri karena sakit. Subhanallaah, aku benar-benar akan umroh bersama Emak.

Begitulah ceritanya, Kang.. Niat ikhlas berbuah kado indah yang penuh berkah. Sekian dulu...


Salam,


Ahmad

***

Selesai membaca email itu, aku segera membalasnya, “Kisah yang luar biasa, Kang! Selamat bertamu ke rumah Allah bersama Ibu tersayang. Semoga segalanya dimudahkan. Do’akan aku biar bisa cepat nyusul..”

Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam Blog Contest Ramadhan Bersama Abutours & Travel



#LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah #SemuaBisaUmroh

***
*Semua gambar hanya sebagai ilustrasi, dipinjam dari harianamanah.id
**Baca juga tulisan sebelumnya Generasi Berbagi yang Menginspirasi

Anda baru saja membaca Terimakasih, Nak! Ini Kado Teristimewa buat Emak . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

4 komentar:

  1. Replies
    1. Iya Mbak, kadonya umroh.. Semoga bisa terinspirasi dari tokoh Ahmad ya Mbak?

      Delete
  2. Cerita yang sangat menginspirasi kang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mas Ahmad. Semoga bermanfaat..

      Delete