Kategori: ,

Menuai Manfaat dari Perkembangan Gadget yang Pesat

"Papa, Papa, bolehkah..
bolehkah aku pinjem, pinjem laptopnya?
Mama, Mama, bolehkah..
bolehkah aku pinjem, pinjem handphonenya?

Aku mau main, aku mau main..
main games kesukaanku
Aku mau main, aku mau main..
daripada ku melamun

Waktunya belajar, aku belajar
waktunya sekolah, aku sekolah
waktunya ku makan, aku pun makan
Sekarang waktunya ku main gadget
Jet jet jet gadget jet jet
gadget jet jet jet gadget gadget gadget.."

***
Begitulah penggalan lirik lagu “Main Gadget” yang ditembangkan oleh Romaria Simbolon, seorang aktris cilik sekaligus penyanyi yang terkenal berkat lagunya “Malu Sama Kucing”. Bagi saya, lirik lagu “Main Gadget” ini sangatlah tepat untuk menggambarkan fenomena gadget saat ini. Ya, kini gadget tak melulu menjadi konsumsi para remaja dan orang tua. Melainkan, anak-anak pun kini sudah banyak yang menjadikan gadget sebagai salah satu bagian dari hidupnya.



Fenomena yang aneh? Tentu tidak, karena zaman memang telah banyak berubah. Dulu saat kecil, kita memang merasa lebih asyik jika bermain di luar rumah. Entah itu untuk bermain layang-layang, petak umpet, sepak bola, ataupun sekedar berkumpul dengan teman-teman sepermainan. Namun berbeda dengan sekarang. Saat kemajuan teknologi dan informasi berkembang begitu pesatnya, kini kita lebih sering menyaksikan anak-anak yang lebih senang berdiam diri di dalam rumah dan bermain dengan gadget mereka. Bahkan, anak saya yang baru menginjak usia 2,5 tahun pun sudah mulai berteman akrab dengan gadget.

Nah, sebenarnya bagaimana sih dampak dari keberadaan gadget bagi kehidupan kita sehari-hari? Baik kah, atau buruk kah?
Gadget, atau yang dalam KBBI dikenal dengan istilah gawai, adalah peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis. Perangkat yang masuk dalam kategori ini memang banyak sekali macamnya. Ada laptop, smartphone, tablet, kamera digital, dan lain sebagainya. Namun, kalau diperhatikan, jenis gadget yang paling banyak kita temukan di sekitar kita adalah smartphone. Bener nggak?

Bahkan karena saking banyaknya, pada tahun 2017 ini, lembaga riset digital marketing, Emarketer, menempatkan negara kita sebagai negara dengan pengguna smartphone terbanyak kelima sedunia, yakni sekitar 75 juta pengguna. Hebatnya lagi, Emarketer juga memprediksi jika jumlah tersebut akan meningkat menjadi 100 juta pengguna di tahun 2018 yang akan datang.
Bangga? Iya lah, karena fakta tersebut memberi sinyal positif bahwa masyarakat kita memiliki motivasi yang tinggi untuk tidak tertinggal dalam hal teknologi dari masyarakat negara lain. Tak hanya itu, tingginya pengguna smartphone juga merupakan potensi yang baik bagi peningkatan mutu SDM kita. Bagaimana tidak, kini smartphone dengan fasilitas internetnya memang ibarat perpustakaan besar yang menyimpan koleksi jutaan atau bahkan milyaran informasi dan berita yang up to date bagi penggunanya.

Akan tetapi, ada satu hal yang harus diingat. Smartphone atau gadget cerdas yang merupakan bagian dari arus globalisasi ini laksana 'pedang bermata dua', di satu sisi berdampak positif dan di sisi lainnya berdampak negatif. Oleh karena itu, sebagai pengguna gadget yang bijak, kita harus benar-benar memahami, bahwa di balik ‘berkah’ perkembangan gadget yang semakin canggih itu, juga menyimpan berbagai dampak negatif. Salah satunya adalah kecanduan gadget.
Kecanduan gadget adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketergantungan pada gadget. Bangun tidur, gadget. Mau makan, gadget. Kemana-mana bawa gadget. Dikit-dikit buka gadget. Pokoknya semua aktivitas sehari-harinya tidak bisa jauh dari yang namanya gadget. Begitulah gambaran kecanduan gadget yang menjangkiti masyarakat kita, khususnya para remaja yang mengaku sebagai generasi 'kids jaman now'.

Kalau aktivitasnya bersama gadget itu adalah aktivitas yang produktif mungkin 'no problem' ya? Nah, masalahnya, pecandu gadget itu seringkali tidak banyak menggunakan gadget untuk menghasilkan sesuatu yang produktif dan bermanfaat. Sebaliknya, orang yang kecanduan gadget biasanya lebih sering membuang waktunya untuk hal-hal yang percuma. Ya, mereka menggunakan gadget hanya untuk mengakses hal-hal yang sifatnya hiburan dan kesenangan semata. Atau bahkan aktivitasnya justru adalah aktivitas yang negatif, sehingga kecanduan gadget pun akan menjadi masalah besar bagi penggunanya.
Berbeda dengan pengguna gadget yang bijak. Pengguna gadget yang bijak mampu membedakan aktivitas apa yang baik baginya saat menggunakan gadget, aplikasi mana yang bermanfaat, serta waktu kapan sebaiknya ia menggunakan gadget. Pengguna gadget yang bijak juga akan menggunakan gadgetnya hanya untuk hal-hal yang bermanfaat saja, seperti berkomunikasi, bekerja, belajar, dan aktivitas penting lainnya. Andaipun ia menggunakan gadget untuk kegiatan hiburan seperti game online, ia pun akan pandai membagi waktunya dan tidak berlebihan. Nah, kalian termasuk pecandu gadget yang banyak membuang-buang waktu atau pengguna gadget yang bijak, hayoo?
Tak bisa dipungkiri, menjadi pengguna gadget yang bijak di tengah keberadaan gadget yang berkembang pesat bak 'cendawan di musim hujan' itu tidaklah mudah. Namun bagaimana pun susahnya, tetap harus diupayakan. Tentunya diawali dari ruang lingkup terkecil, yaitu diri sendiri. Setelah itu, baru diajarkan kepada anak-anak dan keluarga kita, siswa-siswi kita, serta masyarakat yang ada di sekitar kita.

Mulailah dari diri sendiri untuk bertekad menggunakan gadget hanya untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Beberapa cara pemanfaatan gadget adalah, pertama, mengakses situs yang berkualitas untuk mencari berita dan informasi penting yang berguna bagi pengetahuan kita. Satu contoh saja, sebagai sumber belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Kedua, memanfaatkannya sebagai sarana mencari beasiswa ataupun pekerjaan. Kalau kita tahu, saat ini sudah banyak sekali perusahaan yang menyediakan informasi beasiswa dan lowongan pekerjaan yang dapat diakses dengan mudah melalui jaringan internet yang ada pada sebuah gadget.
Ketiga, menjadikan gadget sebagai senjata promosi. Bagi yang memiliki usaha atau bisnis, kalian dengan mudah bisa mempromosikannya menggunakan sosial media dari gadget yang ada di genggaman. Keempat, manfaatkan aplikasi yang berguna bagi kemudahan hidup, seperti untuk belanja online dan pesan jasa online. Cukup dengan duduk manis di rumah, tap-tap gadget, lakukan pembayaran, maka barang atau jasa pun sudah dikirim ke alamat kita. Menjadikan hidup kita mudah dan praktis kan?

Bahkan tak hanya untuk belanja online, gadget juga bisa loh digunakan untuk mendapatkan berbagai promo saat membeli barang ataupun jasa secara online, yaitu melalui Excite Shop. Excite Shop adalah situs tempat kita bisa mencari jutaan produk, penawaran, promo, diskon dan voucher menarik dari berbagai e-commerce.
Jika kita melakukan pembelian melalui Excite Shop, kita akan mendapat Point Reward untuk setiap transaksi belanja yang kita lakukan. Nah, Point Reward yang kita kumpulkan ini dapat ditukar dengan berbagai merchant menarik seperti pulsa, voucher belanja, dan produk menarik lainnya. Dan masih banyak manfaat gadget yang lain.
Jadi, yuk mulai saat ini mengembangkan hidup kita dengan lebih bijak lagi dalam menggunakan teknologi gadget, karena sejatinya gadget diciptakan bukan untuk menjadikan kita kecanduan gadget dalam hal yang tidak produktif dan negatif. Melainkan untuk mendapatkan informasi dari sumber sumber terpercaya, mempermudah pekerjaan kita sehari-hari, serta untuk hal-hal yang bermanfaat lainnya. Mari, menuai manfaat dari perkembangan gadget yang pesat!


***
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Excite Shop Oktober

Anda baru saja membaca Menuai Manfaat dari Perkembangan Gadget yang Pesat . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment