Kategori: , , ,

Subhaanallaah, Asyiknya 11 Hari Menggali Hikmah di Bumi Para Nabi Bersama Cheria Holiday!

……………

Hari berganti hari. Tahun berganti tahun. Abad berganti abad. Akhirnya, Allah SWT membangunkan mereka dari tidur panjangnya. Mereka pun saling bertanya-tanya, berapa lama mereka tinggal di dalam gua tersebut.

“Hai, Kawan! Berapa hari ya kita tertidur di sini?” Tanya seorang di antara mereka.

“Hanya beberapa jam saja,” jawab seorang pemuda sambil mengusap-mengusap kedua matanya.

“Oh, tidak! Mungkin sehari atau setengah hari,” kata pemuda yang lain.

Seberapa lama mereka tidur di dalam gua, saat itu hanya Allah SWT-lah yang Maha Tau. Satu hal yang pasti, mereka semua kini merasakan lapar yang begitu dahsyat. Oleh sebab itu, seorang di antara mereka pun diutus pergi ke kota untuk membeli makanan. Ia dibekali dengan sekantong uang perak.
Gua tempat Ashabul Kahfi tidur selama 309 tahun (Image source: travelingyuk.com/ Edited by kangmasroer)

Ketika tiba di kota Dikyus, pemuda yang diutus untuk membeli makanan itu tiba-tiba saja merasa bingung. Bagaimana tidak, ia sudah tidak mengenali lagi keadaan kota. Ia kemudian menghampiri seorang penjual makanan dan menyerahkan uang perak yang dibawanya. Namun, apa yang terjadi?

Penjual itu pun ikut bingung, karena tidak mengenali mata uang tersebut. Si Penjual kemudian menyodorkan mata uang tersebut kepada teman-temannya sesama penjual. Namun ternyata, tidak ada satu pun penjual di pasar yang mengenali mata uang yang dibawa oleh pemuda tadi.

Akhirnya salah satu di antara mereka pun bertanya, “Hai Pemuda! Siapakah kamu sebenarnya?”

“Aku penduduk negeri ini. Bukankah negeri ini dipimpin oleh Dikyanus?” Jawab si Pemuda.

Para penjual pun kebingungan. Singkat cerita, mereka melaporkan hal tersebut kepada pemimpin mereka. Kemudian, mereka pun bersama-sama mendatangi gua tempat para pemuda itu tertidur selama 309 tahun.


***

“Begitulah Nak, kisah tentang Ashabul Kahfi. Kisah yang menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah tersebut mengajarkan kepada kita, bahwa dalam keadaan apapun kita harus tetap mempertahankan keimanan kita kepada Allah.” Kututup kisah Ashabul Kahfi itu dengan memberikan sebuah nasehat kepada si Zizi, anakku, menjelang tidurnya.

“Ashabul Kahfi hebat ya, Yah! Oh iya, gua tempat Ashabul Kahfi itu di mana sih? Ayah pernah ke sana belum?” Kata si Zizi sambil terkantuk-kantuk.

“Gua Ashabul Kahfi itu terletak di Amman, negara Jordania, Nak. Tempatnya jauuuuuh sekali dari sini. Ayah ya belum pernah ke sana lah. Besuk kalau Allah kasih kesempatan, Ayah akan jalan-jalan ke sana. Sekarang, Zizi bobok dulu ya?” Jawabku pelan-pelan. Kudengar si Zizi pun berdo’a, tak lama kemudian kulihat ia telah terbuai dengan mimpi indahnya.

Selepas Zizi tertidur, aku pun segera membuka HP. Iseng-iseng, searching tentang paket wisata yang menyediakan tour ke gua tempat para pemuda Ashabul Kahfi pernah bersembunyi. Dan ternyata memang ada, yaitu Paket Tour Ziarah Masjidil Aqso 2018 (Program Ziarah Jejak Rosul).
Tentu ini adalah kabar baik bagi seluruh umat Muslim, karena program wisata religi selama 11 hari yang ditawarkan oleh Cheria Holiday ini memungkinkan kita dapat napak tilas jejak-jejak para Nabi dan orang-orang saleh terdahulu yang tersebar di Palestina, Jordan, dan Mesir.

Malam itu, angan ini pun seketika melayang nun jauh ke sana. Membayangkan jika aku diberikan anugerah oleh Allah SWT bisa menjelajahi jejak orang-orang terdahulu di tiga negara itu. Dan andai Allah SWT mentakdirkan demikian, aku pun tak ragu untuk napak tilas jejak-jejak para Nabi dan orang-orang saleh bersama Cheria Holiday. Kenapa Memilih Cheria Holiday?
Cheria Holiday adalah perusahaan tour dan travel terdepan yang melayani servis secara komprehensif bagi siapa saja yang akan melakukan perjalanan ibadah dan wisata. Perusahaan travel yang berdiri sejak tahun 2012 ini beralamatkan di Jl. Kapten Tendean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Jadi, kenapa harus memilih Cheria Holiday sebagai teman menggali hikmah di bumi para Nabi? Tak lain dan tak bukan adalah karena kelebihan Cheria Holiday. Apa saja?
Keunggulan Cheria Holiday (Infographic by kangmasroer)

Sering mendengar kabar tentang kisah pilu para calon jamaah umroh ataupun calon wisatawan yang sudah membayar biaya perjalanannya tapi gagal berangkat, kan? Beberapa waktu terakhir ini, kabar semacam itu memang sering kali menghiasi linimasa kita. So, memilih agen perjalanan itu tidak boleh asal-asalan, biar kita tidak merasa kecewa di hari kemudian. Nah, bagaimana dengan Cheria Holiday? Kita tak perlu bimbang dan ragu, karena Cheria Holiday lebih aman dan terpercaya dengan lisensi penuh BPW SIUP: 2365/2012 yang dimilikinya.
Pengalaman adalah guru terbaik, begitulah kata pepatah. Sama halnya seperti Cheria Holiday yang didirikan oleh para professional dengan pengalaman lebih dari sekian tahun dalam dunia industri pariwisata dan marketing. Dengan setiap member dari team multilingualnya yang professional itu, sudah pasti akan menjamin pengalaman perjalanan yang terbaik bagi seluruh pelanggannya. Dan pengalaman memang membuktikan, sejak tahun 2012 hingga kini, Cheria Holiday sukses melayani ribuan wisatawan dan peziarah.
Berdiri sejak tahun 2012, Cheria Holiday senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang bersaing, serta garansi kepuasan bagi para pelanggannya. Dengan malakukan perjalanan ibadah dan wisata bersama Cheria Holiday, maka kita akan merasa lebih nyaman dengan berbagai fasilitas yang ditawarkannya, mulai transportasi, akomodasi hotel, makanan halal, tiket masuk ke tempat wisata, hingga guide yang bisa berbahasa Indonesia.
Kepuasan pelanggan, itulah orientasi dari Cheria Holiday. Ya, sebagai perusahaan biro perjalanan wisata halal, Cheria Holiday memang selalu mengutamakan keunggulan produk yang berbasis muslim friendly dan kepuasan konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya testimoni-testimoni (klik saja untuk melihatnya) pelanggan yang menunjukkan rasa puasnya saat melakukan perjalanan ibadah serta wisata baik di dalam negeri maupun ke luar negeri bersama Cheria Holiday.
Cheria Holiday adalah spesialis biro perjalanan yang menyediakan ribuan paket tour wisata halal domestik dan internasional. Salah satunya adalah paket yang sedang kuimpikan, yaitu Paket Tour Ziarah Masjidil Aqso 2018. Mengunjungi jejak-jejak para Nabi serta orang-orang shaleh yang tersebar di tiga negara selama 11 hari itu sudah tentu akan menjadikan pengalaman yang mengasyikkan sekaligus mengesankan.
Malam semakin larut. Kulihat si Zizi semakin pulas dalam tidurnya. Sementara aku masih membayangkan betapa asyiknya Tour Jejak Rosul bersama Cheria Holiday. Bukan sekadar perjalanan untuk happy-happy semata, melainkan perjalanan 11 hari di bumi para Nabi tersebut bagiku adalah perjalanan yang penuh hikmah, karena dengannya kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran dari para Nabi dan orang-orang shaleh terdahulu.
Pada hari pertama, para peserta Paket Tour Ziarah Masjidil Aqso memang belum diajak jalan-jalan oleh Cheria Holiday. Pasalnya, para peserta baru berangkat pada pukul 14.50 menuju Cairo dengan penerbangan Oman Air dan akan tiba pada pukul 23.45 waktu setempat. Begitu tiba di Cairo International Airport, peserta langsung bertemu dengan Guide untuk kemudian membereskan proses imigrasi. Setelah selesai, peserta akan diantar ke Hotel untuk beristirahat.

Meskipun demikian, jangan sangka jika di hari pertama ini tidak ada hikmah yang bisa kita gali. Ya, kita bermalam di Grand Nile Hotel Cairo, sebuah hotel setaraf bintang lima yang menyuguhkan pemandangan sungai Nil. Apa yang akan kita ingat tentang Sungai Nil?
Grand Nile Hotel dengan pemandangan Sungai Nil (Image source: grand-nile-tower.hotelscairo.net/ Edited by kangmasroer)

Sebagian besar umat Islam tentu akan teringat dengan kisah ibunda Nabi Musa yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghanyutkan bayi Musa dalam sebuah peti ke Sungai Nil ini. Kisah yang memberikan pelajaran bahwa apapun perintah Allah SWT merupakan skenario terbaik bagi kita itu juga terabadikan dalam QS. Al-Qashash (28) ayat 7,
''Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para Rasul.''
Selepas sarapan pagi di hotel, para peserta Tour Ziarah Masjidil Aqso kemudian diajak oleh Cheria Holiday untuk berkeliling ke tempat-tempat bersejarah di seputaran Cairo. Diawali dengan ziarah ke makam Abu ʿAbdullah Muhammad ibn Idris Asy-Syafi’i, atau yang masyhur dengan julukan Imam Syafi’i, seorang mufti besar Islam sekaligus pendiri mazhab Syafi'i.
Makam Imam Syafi'i, pendiri Madzhab Syafi'i (Image source: facebook.com/kampayski/ Edited by kangmasroer)

Seketika, aku pun teringat dengan kisah beliau yang ceritakan oleh murid seniornya, Al-Muzani. Suatu ketika, Muzani menemui Imam Syafi’i Ra. saat ia sakit menjelang kematiannya, kemudian Muzani bertanya, ”Bagaimana keadaanmu?”

Imam Syafi'i pun menjawab, ”Aku akan meninggalkan dunia, berpisah dengan saudara-saudaraku, meneguk gelas kematian, berjumpa dengan buruknya amal, dan kembali kepada Allah. Aku tidak tahu apakah ruhku akan kembali ke surga sehingga layak kuberi ucapan selamat ataukah ke neraka sehingga aku pantas berbelasungkawa kepadanya.”

Beliau kemudian menangis dan bersenandung,
“Saat hatiku sesat dan jalanku sempit, hanya asa pada ampunan-Mulah tanggaku. Dosaku tampak demikian besar namun Ampunan-Mu, ya Allah, jauh lebih besar. Engkau senantiasa mengampuni dosa serta berbaik hati dan memberi maghfirah serta anugerah. Andai bukan karena-Mu, tidak seorangpun hamba selamat dari Iblis. Bagaimana tidak, hamba pilihanmu, Adam, pernah disesatkannya.”
Itulah satu pelajaran besar dari Asy-Syafi’i sebelum wafatnya, bahwa dalam keadaan apapun kita harus senantiasa mengingat, berharap, dan berserah diri hanya kepada Allah semata. Usai berziarah ke makam Imam Syafi’i, kita akan diajak untuk mengunjungi Pyramid, Sphinx, Parfume Factory, Papyrus, serta Egyptian Museum.
Piramid, salah satu bukti kejayaan Mesir Kuno (Image source: facebook.com/cheriaholiday/ Edited by kangmasroer)

Setelah menggali hikmah di tempat-tempat tersebut, perjalanan Paket Tour Ziarah Masjidil Aqso dilanjutkan ke Masjid Al-Azhar serta Husein Mosque, sekaligus berziarah ke makam cucu Rasulullah SAW, Husein bin ‘Ali Ra. Oh iya, sebelum pulang ke hotel, peserta bisa mampir ke Khan El-Khalili Bazaar, pusat belanja berbagai oleh-oleh khas Mesir, mulai pernak-pernik hinga rempah-rempah untuk bahan obat herbal ataupun bumbu-bumbu masak kering.
Hari ketiga Tour Ziarah Masjidil Aqso dimulai dengan sarapan pagi di Cairo, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Alexandria, kota cantik yang berhadapan langsung dengan birunya Laut Mediterania. Di kota ini, kita akan berziarah ke beberapa makam orang-orang shaleh, mulai Nabi Daniyal AS, Lukmanul Hakim yang namanya terabadikan dalam Al-Qur’an, Imam Bushiri pengarang Burdah, hingga makam Abu Darda’.

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari berziarah ke makam-makam tersebut? Tentu banyak sekali keteladanan yang bisa kita dapatkan. Satu contoh saja, adalah dari Abu Darda’ Ra, salah satu sahabat Rasulullah SAW yang terkenal zuhud dan rajin ibadah.
Semoga dapat meneladani kezuhudan Abu Darda' Ra (Image source: facebook.com/rozita.ahmad/ Edited by kangmasroer)

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa Abu Darda’ Ra pernah mengatakan, “Tatkala Nabi diutus menjadi rasul, aku adalah seorang pedagang. Aku ingin menggabungkan ibadahku dan pekerjaanku, namun keduanya tidak bisa bersatu. Kemudian aku pun meninggalkan pekerjaanku dan memilih beribadah kepada Allah SWT . Demi Allah, alangkah senangnya seandainya aku memiliki toko di jalan menuju pintu masjid hingga aku tidak meninggalkan shalat. Aku bisa mendapatkan keuntungan empat puluh dinar dan bisa aku menyedekahkan semuanya di jalan Allah SWT .”

Seseorang bertanya kepada beliau, “Wahai Abu Darda’, kenapa engkau membenci hal (harta) itu?”

Beliau pun menjawab,
“Aku takut (hisab yang dahsyat). Pada hari kiamat Allah SWT akan menghisab hartaku ini dan bertanya kepadaku dua hal. Pertama, dari mana harta itu diperoleh, dan kedua, kemana harta itu dibelanjakan. Harta yang halal ada hisabnya dan harta yang haram ada siksanya.”
Setelah berziarah dan mengambil pelajaran dari Abu Darda’, peserta Paket Tour Ziarah Masjidil Aqso akan diajak untuk menikmati indahnya Pantai Alexandria dari Istana Montazah yang juga menjadi tempat peristirahatan bagi keluarga Raja Farouk. Perpustakaan Alexandria, Laut Mediteranian, dan Citadel of Qaitbay juga menjadi destinasi wisata religi di hari ketiga itu, sebelum para peserta kembali ke Cairo.
Setelah sarapan pagi di hotel, peserta akan diajak melanjutkan perjalanan menuju ST. Catherine melalui Terusan Suez dengan melewati Terowongan Ahmad Hamdi dan ‘Uyun Musa yang merupakan 12 sumur air Nabi Musa. Tak ketinggalan, peserta juga mendapat kesempatan untuk melihat lokasi tenggelamnya Fir’aun di Laut Merah.
Lokasi tempat ‘Uyun Musa berada (Image source: instagram.com/silent.hearty/Edited by kangmasroer)

Seolah kembali melalui lorong waktu, benak ini pun seketika teringat akan ucapan Fir’aun yang kala itu hampir tenggelam,
”Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Yunus:90)
Namun, taubat sudah terlambat. Fir’aun beserta bala pasukannya pun tenggelam di Laut Merah. Usai menyusuri Laut Merah, perjalanan dilanjutkan ke Patung Al-Samiri serta Biara St. Catherine, untuk kemudian hiking di Gunung Sinai untuk melihat keindahan matahari terbenam. Lokasi tujuan selanjutnya adalah Masjid Al-Wadi Al-Muqaddas, Makam Nabi Harun serta Makam Nabi Sholeh di St. Catherine. Pada hari keempat ini, peserta bermalam di Catherine Plaza, hotel setaraf bintang tiga di St. Catherine.
Tour Ziarah Masjidil Aqso selanjutnya masih berada di seputaran Biara St. Catherine. Pada hari kelima ini, peserta akan diajak untuk melihat Pohon Yang Terbakar pada saat Allah SWT berbicara langsung kepada Nabi Musa AS. Alkisah, Nabi Musa AS saat itu sedang dalam perjalanan menuju Mesir.  Bersama istrinya, ia menempuh perjalanan di malam yang gelap gulita.

Dalam kondisi demikian, tiba-tiba ia melihat api di lereng gunung. Nabi Musa AS pun mengatakan kepada istrinya, “Tunggulah engkau di sini, aku akan ke bukit itu. Aku melihat ada sebuah cahaya.”
Aku lagi di Bukit Sinai nih, Gaes.. (Image source: kemanaajaboleeh.com/ Edited by kangmasroer)


Nabi Musa AS pun menuju ke sebuah bukit. Saat tiba di tepi lembah sebelah kanan dari sebatang pohon kayu, Nabi Musa mendengar suara,
“Hai Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.”
Pada saat itu juga, Nabi Musa AS diberikan oleh Allah SWT beberapa mukjizat. Pertama, adalah tongkat yang bisa berubah menjadi ular, dan yang kedua adalah tangannya bisa bercahaya setelah dimasukkan melalui rongga leher bajunya. Mukjizat tersebut merupakan dua di antara sembilan mukjizat yang kelak akan diperlihatkan Allah SWT di hadapan Fir’aun.

Selesai napak tilas jejak Nabi Musa AS saat berdialog dangan Allah SWT, peserta Tour Ziarah Masjidil Aqso kembali melanjutkan perjalanan ke Kota Taba untuk melihat Laut Merah. Malam itu, peserta akan menginap di Hilton Hotel, hotel setaraf bintang lima yang berada di Kota Taba.
Pada hari ini, peserta akan melakukan perjalanan menuju perbatasan Taba untuk proses imigrasi menuju Kota Jerusalem. Selepas penyeberangan di perbatasan, peserta akan diantar menuju ke Bukit Zaitun, kemudian mengunjungi Masjid Al-Aqso, masjid bersejarah yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an. Keutamaan Masjid Al-Aqsa jelas tidak diragukan lagi. Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Tidak disarankan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqso (di Palestina)". (HR. Bukhari dan Muslim)
Alhamdu lillaah, akhirnya sampai juga di Al-Aqso (Image source: facebook.com/cheriaholiday/ Edited by kangmasroer)

Dalam riwayat lain dari Abu Darda’ dan Jabir Ra, dijelaskan juga bahwa Nabi SAW pernah bersabda,
“Keutamaan shalat di Masjidil Haram adalah seratus ribu kali shalat atas masjid selainnya. Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) adalah seribu shalat. Sedangkan di masjid Baitul Maqdis adalah 500 kali lipat.” (HR. Al-Baihaqi)
Setelah mendapatkan keutamaan shalat di Masjid Al-Aqsha, peserta melanjutkan perjalanan menuju Nativity Chruch, Masjid Omar, dan Kolam Salomo yang terletak di Betlehem. Perjalanan pada hari keenam diakhiri dengan mengunjungi  Al-Haram Al-Ibrahimi serta ziarah ke makam Nabi Yunus AS yang terletak di kawasan Halhoul Village, Hebron. Selanjutnya, peserta istirahat dan bermalam di National Hotel, salah satu hotel bintang empat di Kota Jerusalem.
City Tour Jerusalem, adalah agenda Tour Ziarah Masjidil Aqso di hari ketujuh. Setelah sarapan pagi di hotel, peserta akan diajak untuk menjelajah Jerussalem. Diawali dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Komplek Al-Aqso seperti MT. Olive, Salman El-Farisi Mosque, Bouraq Mosque, dan Dome of the Rock, bangunan kubah batu berwarna emas yang menjadi salah satu ikon kota tua Jerusalem. Konon, sebelum melanjutkan perjalanan mi'rajnya menuju Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW pernah singgah di tempat ini.
Masjid Salman Al-Farisi mengingatkan akan sosok panglima perang Khandaq (Image source: yukpigi.com/ Edited by kangmasroer)

Selain ke Komplek Al-Aqso, kita juga akan diajak berziarah ke makam Rabiah El-Adawiyah, seorang sufi perempuan yang terkenal dengan sikap zuhudnya. Saat berziarah ke makam Rabiah, benak kita seketika diajak untuk melayang ke masa lalu. Tepatnya, ketika Rabiah menolak lamaran Hasan Al-Basri dengan empat pertanyaan.

“Pertanyaan pertama, persaksian apakah yang akan dikatakan oleh orang-orang saat kematianku nanti, akankah aku mati dalam khusnul khatimah atau suul khatimah?”

Hasan menjawab, “Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.”

“Pertanyaan kedua, jika ragaku telah dimakamkan, dan Munkar-Nakir datang menanyaiku, apakah aku mampu menjawab pertanyaan darinya?”

Hasan menjawab, “Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.” 

“Pertanyaan ketiga, di akhirat kelak, masing-masing manusia akan menerima kitab amal perbuatannya. Dengan tangan manakah aku menerimanya?”

Hasan pun menjawab, “Hanya Allah Yang Maha Tahu.

“Pertanyaan terakhir, setelah Hari Perhitungan selesai, beberapa sebagian manusia dimasukkan ke syurga, dan sebagian yang lain ke neraka, bagaimanakah dengan diriku ini?”

Lagi-lagi Hasan menjawab seperti jawaban sebelumnya, “Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Setelah semua pertanyaan di jawab oleh Hasan Basri, Rabi’ah pun berkata,
“Seseorang yang baginya ghaib tentang empat hal ini, bagaimana dia disibukkan dengan pernikahan?”
Makam Rabi'ah Adawiyah, sufi wanita generasi tabi'in (Image source: republika.co.id/ Edited by kangmasroer)

Mendengar kata-kata itu, Hasan Bashri, waliyullah generasi tabi’in ini pun menangis, kemudian berpamitan pulang ke rumahnya. Itulah sepenggal hikmah yang bisa kita dapat dari ziarah ke makam Rabiah, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan mengunjungi pasar tua Al Qahtani, Khan Al-Zait, Al-Atarin, Gereja Makam Kudus, Omar Mosque, dan bukit Golgotha di hari ketujuh Tour Ziarah Masjidil Aqso.
Di hari kedelapan  Tour Ziarah Masjidil Aqso, peserta akan melanjutkan perjalanan menuju Jericho, kota tertua di dunia. Di sana, kita akan berziarah ke makam Nabi Musa AS. Berziarah ke makam Nabi Musa AS yang terletak sekitar 11 km sebelah selatan Kota Jericho membuat kita teringat akan sebuah hadits Rasulullah SAW yang menceritakan tentang wafatnya Nabi Musa AS.

Konon, Malaikat maut datang kepada Nabi Musa AS, kemudian berkata kepadanya, “Penuhilah Tuhanmu!” Maka Nabi Musa pun segera memukul mata malaikat maut dan mencoloknya, hingga malaikat itu kembali kepada Allah SWT dan berkata, “Engkau mengirimku kepada seorang hamba yang tidak mau mati, dan ia telah mencolok mataku.”
Di dekat masjid dan makam Nabi Musa AS (Image source: www.utusan.com/ Edited by kangmasroer)


Kemudian Allah pun mengembalikan matanya dan memerintahkan Malaikat maut untuk mengatakan kepada Musa, “Apakah engkau ingin hidup? Jika engkau ingin hidup, maka letakkanlah tanganmu di atas punggung sapi, maka hidupmu sampai waktu sebanyak bulu yang tertutup tanganmu. Engkau masih dapat hidup setahun.”

“Selanjutnya apa?” Tanya Nabi Musa AS.

Allah SWT kemudian berfirman, “Selanjutnya engkau mati.”

Musa pun berkata, “Kalau begitu sekaranglah segera. Wahai Tuhanku, matikanlah aku di dekat negeri yang suci yang jaraknya sejauh lemparan batu.”

Rasulullah SAW bersabda,
“Demi Allah, kalau sekiranya aku berada dekat sana, tentu aku akan memberitahukan kalian kuburnya di pinggir jalan, di dekat bukit pasir merah.” (HR. Muslim)
Usai ziarah ke makam Nabi Musa AS, peserta langsung melanjutkan perjalanan ke Allenby Bridge untuk menyeberang kembali ke Jordan. Kemudian, peserta diajak mengunjungi beberapa tempat, mulai Kerak Castle hingga makam para sahabat Nabi, seperti Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah.
Setelah sarapan di Panorama Petra, peserta diajak untuk menikmati Dessert Gurun Pasir di Wadi Rum dan gua Ashabul Kahfi, gua yang menjadi latar belakang kisah para pemuda yang melarikan diri dari kekejaman seorang raja yang dhalim, yaitu Dikyanus. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Amman, peserta juga berkesempatan untuk berziarah makam Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi yang kaya raya dan dermawan.
Masjid di komplek makam Abdurrahman bin 'Auf (Image source:en.alkawthartv.com/ Edited by kangmasroer)

Keluh-kesah Abdurrahman menjelang wafatnya pun kembali memenuhi benak. Kala itu, ia disuguhi makanan oleh seseorang, sedangkan ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia pun berkata,
“Mush’ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada aku. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, kakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Sementara itu, Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, aku amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.”
Sahabat yang dijamin surga oleh Rasulullah ini menangis tersedu-sedu, hingga tak lama kemudian ia pun wafat dengan membawa amal yang banyak. Saat pemakamannya, Ali bin Abi Thalib Ra. pun berkata, “Engkau telah mendapat kasih sayang Allah, dan engkau telah berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmatimu..”
Pagi di Amman. Setelah sarapan pagi di Saaden Hotel, peserta memulai perjalanan menuju makam Bilal bin Rabah Ra. Berziarah ke makam Bilal, mengingatkanku akan pertemuan mengharukan antara Bilal dengan cucu Rasulullah, Hasan dan Husein.

Saat itu, salah seorang di antara keduanya berkata kepada Bilal, "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami?"
Makam Bilal Ra ini mengingatkan tentang adzan terakhirnya yang tak usai (Image source: elhasanatour.com/ Edited by kangmasroer)

Khalifah Umar bin Khattab yang juga melihat pemandangan mengharukan itu pun ikut memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Setelah tidak lagi mengumandangkan adzan semenjak wafatnya Rasulullah, Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, ia naik ke tempat yang  biasa ia gunakan untuk adzan semasa Rasulullah masih hidup.

“Allaahu akbar, Allaahu akbar..” Mendadak seluruh Madinah senyap. Semua terkejut mendengar suara yang telah bertahun-tahun hilang. Suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

“Asyhadu an laa ilaha illallaah..” Seluruh penduduk kota Madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak-teriak.

“Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah..” Madinah pun pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Setelah mengenang adzan pertama dan terakhir Bilal setelah Rasulullah wafat, peserta akan diantar ke Queen Alia International Airport untuk mengikuti penerbangan ke Muscat dengan pesawat Oman Air pukul 19.10 waktu setempat. Setibanya di Muscat pukul 23.45, peserta transit sejenak sebelum melanjutkan pulang ke tanah air.
Pukul 01.55 waktu setempat, peserta bertolak menuju Jakarta setelah 10 hari mengikuti Tour Ziarah Masjidil Aqso bersama Cheria Holiday. Subhaanallaah, banyak sekali hikmah dan pelajaran yang didapat dari perjalanan kali ini. Sebagaimana dalam QS. Ar-Rum: 42, Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berjalan-jalan di muka bumi,
“Katakanlah: Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu…”
Pukul 13.20 peserta tiba di Jakarta. Aku rindu untuk segera pulang ke rumah, menceritakan kepada si Zizi tentang tempat-tempat bersejarah yang kukunjungi, sekaligus kisah-kisah teladan dari tokoh-tokoh Muslim yang kuziarahi.


Subhaanallaah, asyiknya 11 hari menggali hikmah di bumi para Nabi bersama Cheria Holiday!

Aku juga tak sabar mendengar ia bertanya, “Ayah pernah ke sana belum?” Karena, ketika anakku kembali menanyakan demikian, maka dengan bangga aku pun akan menjawab, “Ayah sudah pernah ke sana bersama Cheria Holiday, Nak.” Namun….

Gubraaakk…

Tiba-tiba aku tersadar dari lamunan panjang. Rupanya Tour Ziarah Masjidil Aqso bersama Cheria Holiday ini masih sebatas impian yang belum terwujud. Tapi tak mengapa, aku tetap optimis untuk menuliskannya, karena kata pepatah, “Tulislah impianmu, maka dia akan mengejarmu!”

Oh iya, jika kalian tertarik untuk merasakan sensasi asyiknya 11 hari menggali hikmah di bumi para Nabi, kalian juga bisa mengikuti Paket Tour Ziarah Masjidil Aqso 2018 (Program Ziarah Jejak Rosul) dari Cheria Holiday. Untuk tahun 2018 ini masih menyisakan jadwal keberangkatan, yaitu 17 November-27 November dan 26 Desember 2018. Informasi selengkapnya, silakan kunjungi website resmi serta media sosial Cheria Holiday berikut ini ya:


Selamat menggali hikmah di bumi para Nabi bersama Cheria Holiday!


***
*Referensi:

  • Abdurrahman Ra'fat al-Basya, Shuwar min Hayatis Shahabah: Kisah Heroik 65 Orang Shahabat Rasulullah SAW, Terj. Bobby Herwibowo. Jakarta: Kuwais International
  • Abu ’Abdillah Ibn Isma’il Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Hazm
  • Abu Abdillah Muhammad Bin Idris Asy-Syafi’i, Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i. Beirut : Dar Al-Fikr
  • Abu al-Faraj ‘Abd Rahman ibn ‘Ali Al-Jauzi, Bahr al-Dumu’: Air Mata Cinta Pembersih Dosa, Terj. Fauzi Faisal Bahreisy. Jakarta: Penerbit Serambi
  • Abu al-Faraj ‘Abd Rahman ibn ‘Ali Al-Jauzi, Shifatush Shafwah: Kisah-Kisah Orang Pilihan, Ditahqiq oleh Khalid Musthafa Tarthusi. Jakarta: Pustaka Azzam
  • Abu Bakr Ahmad ibn al-Husain Al-Baihaqi, Al-Sunan Al-Shagir. Beirut: Dar Al-Fikr
  • Abul-Qasim Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabrani, Mu'jam Al-Ausath, Kairo: Dar Al-Haramain
  • Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahan, Bandung: CV Diponegoro.
  • https://drive.google.com/file/d/0B4mhV34EJJ0VTHpVbldPczQxTm16Z0VuLU1oSlhEZnZVcGFF/view
  • https://www.cheria-travel.com/2017/11/tour-ziarah-masjidil-aqso.html
  • https://www.cheria-travel.com/p/company-profile-pt-cheria.html
  • Utsman bin Hasan bin Ahmad Ar-Rasyid Al-Khubawy, Durratun Nasihin, Terj. Idrus H. Alkaf. Surabaya: Karya Utama

**Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Cheria Holiday ke-#8 2018



Anda baru saja membaca Subhaanallaah, Asyiknya 11 Hari Menggali Hikmah di Bumi Para Nabi Bersama Cheria Holiday! . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

17 komentar:

  1. Yaaahh... Kapan bisa tour ke sana bareng2 sekeluarga 😀 membayangkan aja uda sangat menyenangkan tuh.

    ReplyDelete
  2. Dulu setiap kali lihat orang2 naik haji pengen banget rasanya ikut juga. Apalagi kalau haji kan punya kesempatan lebih utk berkunjung ke tempat2 dimana rasul pernah bermukim. Kapan ya bisa ikutan wisata religi kesana? Semoga dah.
    11 hari bakalan menjadi momen yang gak terlupakan ya bang ��

    ReplyDelete
  3. Uwow! Paket perjalanannya bikin mupeng! Semoga terkabul ya mas impiannya untuk berwisata reliji bareng cheria!

    ReplyDelete
  4. Aamiin YRA ikut mendoakan kalau Allah ijabah atas angan dan keinginan itu luar biasa ya mas

    ReplyDelete
  5. Duh sebelum tidur baca "perjalanannya" ini serasa saya ikut tour nya juga Kang...
    Semoga semua yang telah ditulis ini tercapai jadi nyata ya... Amin.

    ReplyDelete
  6. Kalau napak tilas ke buminya para nabi, terharu rasanya, dan mungkin susah untuk diungkapkan. Semoga keinginannya terwujud Kang, jangan lupa panggil nama temen-temen termasuk saya biar bisa ke sana juga , aamiin

    ReplyDelete
  7. Menarik juga kini ada pilihan berlibur plus wisata berbalut napak tilas kejayaan Islam.. Kita bisa rasakan sendiri suasana destinasi bersejarah..Makin menambah keimanan dgn rihlah

    ReplyDelete
  8. Subhanallah keren sekali programnya dan bermanfaat sekali dalam wkatu cuma 11 hari, bisa kemana2 ke kota sejarah islam. bisikin harganya dong, berapa kalo buat empat orang dari Bengkulu

    ReplyDelete
  9. jadi pengen kesana, mudah2an dimudahkan Allah swt, aamiin.

    ReplyDelete
  10. cerita holiday ini berupa aplikasi ya mas?
    Jadi pengen jalan-jalan menggali keunikan dan keindahan yang Tuhan beri.

    ReplyDelete
  11. ashabul kahfi <3 aku kira gua nya sudah tidak ada, namun ternyata ada yaa... masya Allah. ingin sekali pergi wisata jejak rasul bersama cheria ini. semoga Allah mengijabah. aamiin :)

    ReplyDelete
  12. Wahhhh..bikin saya mupeng kak tuk pergi kesini. Indah banget ya pasti alam disana... 11 hari puassss banget pastinya...

    ReplyDelete
  13. raveling jadi lebih aman dan nyaman serta lengkap terarah tanpa perlu repot lagi. Semuanya sudah tercover dan kita tinggal membayar biaya aja. jadi aman dan nyaman

    ReplyDelete
  14. Wah jadi makin mupeng pergi ke sana...semoga Allah mudahkan ya...:)

    ReplyDelete
  15. mas editannya manteb banget..hihihi...semoga bisa ya..jalan dan berwisata religi selama 11 hari..

    ReplyDelete
  16. Membaca kisahnya sambil membayangkan tempatnya. Pasti asyik banget kalo bisa ke bumi para rosul ini.

    ReplyDelete
  17. Jujur saya tuh pengen banget ikut tur napak tilas jejak Rasul.. Semoga suatu saat keinginan dan harapan saya bisa terkabul inshaAllah. .

    ReplyDelete