Thursday, December 1, 2016

Kategori: , , , , ,

Pertamina, Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan -“Mens Sana In Corpore Sano.” Begitulah pepatah Latin yang dipopuler oleh Decimus Iunius Juvenalis, seorang pujangga Romawi pada kisaran abad kedua Masehi. Pepatah Latin yang hingga kini masih populer itu, jika dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Sebuah ungkapan bijak yang mengisyaratkan begitu pentingnya arti kesehatan bagi kehidupan manusia.

Ya, kesehatan. Sebuah masalah klasik yang sering kali terabaikan oleh manusia yang hidup di era modern sekarang ini. Terlebih bagi sebagian besar masyarakat kota yang terlalu sibuk dengan urusan kerja dan kerja saja, tanpa mau mau mempedulikan pola hidup sehat. Padahal, sebenarnya pola hidup sehat itu adalah satu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk diterapkan.

Nah, menurut beberapa ahli kesehatan, pola hidup sehat itu bisa diterapkan dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya, pertama, selalu mengkonsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan. Kedua, rajin berolahraga. Ketiga, istirahat yang cukup. Keempat, menjadi pribadi yang kuat, dalam artian mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan. Dan kelima, menciptakan udara yang bersih, yakni udara yang bebas dari polusi. Baik itu polusi akibat asap rokok, kendaraan bermotor, maupun dari partikel-partikel jahat lainnya.
Berbicara tentang keberadaan udara bersih, mungkin bagi masyarakat pedesaan, hal itu tidaklah menjadi masalah yang cukup berarti. Kita tinggal menjaga dan mempertahankan kebersihannnya. Namun, bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, kiranya perlu melakukan sebuah upaya sebagai pengendalian terhadap kebersihan udara. Bagaimana tidak, kondisi udara di perkotaan sudah lumayan memprihatinkan!
Sebagai gambaran, dari data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara per 29 November 2016, didapati fakta bahwa kondisi udara di Jakarta tidak masuk dalam kriteria udara yang baik. Meskipun belum masuk kategori udara yang tidak sehat, namun kondisi tersebut patut untuk dijadikan perhatian bersama. Menurut ISPU, kategori udara di Jakarta masuk pada kriteria sedang. Artinya, tingkat kualitas udara tersebut tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif.

Lantas, bagaimana cara mengendalikan udara yang bersih? Banyak sekali langkah yang bisa ditempuh. Namun, jika kita menilik pada penyebab pencemaran udara di kota yang paling dominan adalah karena asap kendaraan bermotor, maka langkah pertama yang harus kita ambil adalah dengan gerakan penggunaan bahan bakar yang berkualitas dan ramah lingkungan. Dan jika kita dituntut untuk menggunakan bahan bakar yang berkualitas serta ramah lingkungan, maka kita tak perlu bingung, karena Pertamina sudah berhasil menghadirkan solusinya.
Siapa yang tak kenal Pertamina? Ya, perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi dengan berbagai produknya berupa bahan bakar minyak, bahan bakar gas, serta energi baru dan terbarukan ini memang sudah malang melintang menjadi lokomotif perekonomian Indonesia lebih dari 59 tahun.
Selama kurun waktu itu, perusahaan yang berdiri 10 Desember 1957 ini memang terbukti dapat berdaya saing tinggi di tengah persaingan globalisasi yang demikian pesatnya. Hal itu tak lain karena Pertamina berkomitmen untuk dalam menjalankan aktivitas bisnisnya secara profesioanal, yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik.

Untuk dapat bersaing di kancah perekonomian global, Pertamina juga selalu berupaya melakukan perbaikan dan inovasi sesuai dengan tuntutan zaman. Nah, salah satu bukti inovasi Pertamina dalam menciptakan alternatif BBM berkualitas dan BBM ramah lingkungan adalah dihadirkannya produk terbarunya berupa Pertalite.
Pertalite, sebagaimana kita tahu adalah varian atau jenis bahan bakar minyak terbaru dari Pertamina yang diluncurkan pertama kali pada tanggal 24 Juli tahun 2015 silam. Pada tahap awal peluncurannya, bahan bakar yang memiliki level research octane number (RON) 90 ini diujicobakan di 101 SPBU yang tersebar di tiga kota besar, yakni Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kini, lebih dari setahun sejak peluncuran pertamanya, Pertalite telah dihadirkan di 34 Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.
Hadirnya Pertalite sebagai alternatif BBM berkualitas dan BBM ramah lingkungan ini juga sekaligus untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada kebutuhan BBM yang memiliki kualitas lebih baik dari produk sejenisnya, namun dengan harga yang relatif terjangkau. Karena kita tahu, dengan oktan 90 yang dimilikinya, tentu menjadikan Pertalite ini lebih baik jika dibandingkan dengan Premium yang memiliki oktan 88. Sedangkan jika dibandingkan dengan Pertamax yang beroktan 92 dan 95, maka dengan kualitas yang tidak jauh beda, harga Pertalite tentu lebih terjangkau.

Nilai oktan 90 pada Pertalite ini didapat dari percampuran antara nafta yang mempunyai nilai oktan 65-70 dengan High Octane Mogas Component (HOMC) yang mempunyai oktan 92-95. Sebenarnya, pada tahun 1999-an silam, Pertamina juga pernah meluncurkan produk dengan nilai oktan yang sama dengan Pertalite, yakni Premix 90. Bedanya, Premix merupakan hasil olahan campuran MTBE (Methyl Tetra Butyl Ether) sebagai penambah nilai oktannya. Namun, karena MTBE terbukti mencemari air tanah, maka Premix kemudian ditarik dari peredaran.
Pertalite, BBM oktan tinggi harga terjangkau ini memiliki warna hijau terang. Warna ini didapatkan karena bahan bakar Pertalite diproduksi dengan bahan campuran antara Premium dan Pertamax, yang berarti kombinasi warna antara warna kuning dan biru kehijauan. Selain naftan dan HOMC, Pertalite juga mengandung zat aditif ecoSAVE. Fungsinya adalah menjadikan pembakaran bensin lebih sempurna, sehingga tarikan kendaraan akan lebih kencang dan halus. Tak hanya itu, zat aditif ecoSAVE pada bahan bakar Pertalite juga terbukti menjadikan kendaraan lebih irit dan ramah lingkungan.

Spesifikasi bahan bakar Pertalite sendiri, berdasarkan keputusan Dirjen Migas No 313.K/10/DJM.T/2013 adalah sebagai berikut:
• Bilangan oktan (RON) 90
• Stabilitas oksidasi 360 menit
• Kandungan sulfur 0,05%m/m atau setara dengan 500 ppm
• Tidak mempunyai kandungan timbal
• Tidak mempunyai kandungan logam
• Kandungan oksigen 2,7 % m/m
• Warna hijau
• Mempunyai kandungan pewarna 0,13 g/100 liter
• Berat jenis minimal 715 kg/m3 maksimal 770 kg/m3
Dari spesifikasinya tersebut, maka bahan bakar Pertalite mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan BBM sejenis lainnya. Di antaranya, pertama, bahan bakar Pertalite memiliki kadar oktan yang lebih tinggi dari bahan bakar Premium. Sehingga, mesin kendaraan yang menggunakan bahan bakar Pertalite akan menghasilkan pembakaran yang lebih optimal daripada jika menggunakan bahan bakar Premium.

Kedua, kadar oktan yang tinggi pada bahan bakar Pertalite, disertai tidak adanya kandungan timbal dan logam, menjadikan bahan bakar Pertalite lebih bersih. Hal ini tentu akan membuat mesin kendaraan tidak mudah rusak dan berbunyi. Ketiga, tambahan zat aditif ecoSAVE dan pewarna pada bahan bakar Pertalite, menjadikan bahan bakar Pertalite lebih berkualitas, lebih irit dan efisien jika dibandingkan dengan bahan bakar Premium. Karena dengan zat aditif ecoSAVE tersebut, kebutuhan mesin terhadap bahan bakar akan lebih hemat.

Keempat, dengan emisi gas buang hasil pembakaran bahan bakar Pertalite yang lebih bersih dibanding bahan bakar Premium, menjadikan bahan bakar Pertalite ini lebih ramah lingkungan. Sehingga, sedikit banyak tentu akan mengurangi tingkat polusi udara yang terjadi di sekitar kita. Dan kelima, dengan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya, lebih bersih, lebih ringan, lebih baik daripada Premium, harga bahan bakar Pertalite cukup terjangkau, karena lebih murah dari Pertamax.
Dengan melihat perkembangan teknologi pada kendaraan bermotor yang semakin canggih, maka memang sudah seharusnya bahan bakar yang digunakan juga berkualitas. Sesuatu yang wajar tentunya, mengingat secanggih apapun teknologi kendaraan bermotor, jika tidak didukung dengan kualitas bahan bakar yang baik, maka tidak akan mempunyai performa yang maksimal. Beruntung, negara kita mempunyai Pertamina yang selalu melakukan inovasi menciptakan bahan bakar yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Hadirnya bahan bakar Pertalite, BBM oktan tinggi harga terjangkau juga sebagai salah satu wujud Pertamina dalam mengimbangi teknologi baru kendaraan bermotor dengan kompresi mesin yang tinggi. Harapannya, dengan teknologi kendaraan bermotor terbaru yang didukung bahan bakar yang berkualitas, maka emisi gas buangnya menjadi lebih ramah lingkungan. Dan sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita sebagai konsumen ikut serta mendukung Pertamina dalam menjadikan Pertalite sebagai solusi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Pertamina Blog Competition
Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan


Anda baru saja membaca Pertamina, Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

2 komentar:

  1. Ternyata Pertalite lebih unggul dibanding Premium ya? Saya juga pakai Pertalite buat motor saya. Lebih irit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lebih irit Mas. Itu salah satu keunggulannya.. Saya sehari2 juga pakai itu..

      Delete