Thursday, December 1, 2016

, , , , ,

Pertamina, Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan -“Mens Sana In Corpore Sano.” Begitulah pepatah Latin yang dipopuler oleh Decimus Iunius Juvenalis, seorang pujangga Romawi pada kisaran abad kedua Masehi. Pepatah Latin yang hingga kini masih populer itu, jika dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Sebuah ungkapan bijak yang mengisyaratkan begitu pentingnya arti kesehatan bagi kehidupan manusia.

Ya, kesehatan. Sebuah masalah klasik yang sering kali terabaikan oleh manusia yang hidup di era modern sekarang ini. Terlebih bagi sebagian besar masyarakat kota yang terlalu sibuk dengan urusan kerja dan kerja saja, tanpa mau mau mempedulikan pola hidup sehat. Padahal, sebenarnya pola hidup sehat itu adalah satu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk diterapkan.

Nah, menurut beberapa ahli kesehatan, pola hidup sehat itu bisa diterapkan dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya, pertama, selalu mengkonsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan. Kedua, rajin berolahraga. Ketiga, istirahat yang cukup. Keempat, menjadi pribadi yang kuat, dalam artian mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan. Dan kelima, menciptakan udara yang bersih, yakni udara yang bebas dari polusi. Baik itu polusi akibat asap rokok, kendaraan bermotor, maupun dari partikel-partikel jahat lainnya.
Berbicara tentang keberadaan udara bersih, mungkin bagi masyarakat pedesaan, hal itu tidaklah menjadi masalah yang cukup berarti. Kita tinggal menjaga dan mempertahankan kebersihannnya. Namun, bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, kiranya perlu melakukan sebuah upaya sebagai pengendalian terhadap kebersihan udara. Bagaimana tidak, kondisi udara di perkotaan sudah lumayan memprihatinkan!
Sebagai gambaran, dari data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara per 29 November 2016, didapati fakta bahwa kondisi udara di Jakarta tidak masuk dalam kriteria udara yang baik. Meskipun belum masuk kategori udara yang tidak sehat, namun kondisi tersebut patut untuk dijadikan perhatian bersama. Menurut ISPU, kategori udara di Jakarta masuk pada kriteria sedang. Artinya, tingkat kualitas udara tersebut tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif.

Lantas, bagaimana cara mengendalikan udara yang bersih? Banyak sekali langkah yang bisa ditempuh. Namun, jika kita menilik pada penyebab pencemaran udara di kota yang paling dominan adalah karena asap kendaraan bermotor, maka langkah pertama yang harus kita ambil adalah dengan gerakan penggunaan bahan bakar yang berkualitas dan ramah lingkungan. Dan jika kita dituntut untuk menggunakan bahan bakar yang berkualitas serta ramah lingkungan, maka kita tak perlu bingung, karena Pertamina sudah berhasil menghadirkan solusinya.
Siapa yang tak kenal Pertamina? Ya, perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi dengan berbagai produknya berupa bahan bakar minyak, bahan bakar gas, serta energi baru dan terbarukan ini memang sudah malang melintang menjadi lokomotif perekonomian Indonesia lebih dari 59 tahun.
Selama kurun waktu itu, perusahaan yang berdiri 10 Desember 1957 ini memang terbukti dapat berdaya saing tinggi di tengah persaingan globalisasi yang demikian pesatnya. Hal itu tak lain karena Pertamina berkomitmen untuk dalam menjalankan aktivitas bisnisnya secara profesioanal, yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik.

Untuk dapat bersaing di kancah perekonomian global, Pertamina juga selalu berupaya melakukan perbaikan dan inovasi sesuai dengan tuntutan zaman. Nah, salah satu bukti inovasi Pertamina dalam menciptakan alternatif BBM berkualitas dan BBM ramah lingkungan adalah dihadirkannya produk terbarunya berupa Pertalite.
Pertalite, sebagaimana kita tahu adalah varian atau jenis bahan bakar minyak terbaru dari Pertamina yang diluncurkan pertama kali pada tanggal 24 Juli tahun 2015 silam. Pada tahap awal peluncurannya, bahan bakar yang memiliki level research octane number (RON) 90 ini diujicobakan di 101 SPBU yang tersebar di tiga kota besar, yakni Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kini, lebih dari setahun sejak peluncuran pertamanya, Pertalite telah dihadirkan di 34 Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.
Hadirnya Pertalite sebagai alternatif BBM berkualitas dan BBM ramah lingkungan ini juga sekaligus untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada kebutuhan BBM yang memiliki kualitas lebih baik dari produk sejenisnya, namun dengan harga yang relatif terjangkau. Karena kita tahu, dengan oktan 90 yang dimilikinya, tentu menjadikan Pertalite ini lebih baik jika dibandingkan dengan Premium yang memiliki oktan 88. Sedangkan jika dibandingkan dengan Pertamax yang beroktan 92 dan 95, maka dengan kualitas yang tidak jauh beda, harga Pertalite tentu lebih terjangkau.

Nilai oktan 90 pada Pertalite ini didapat dari percampuran antara nafta yang mempunyai nilai oktan 65-70 dengan High Octane Mogas Component (HOMC) yang mempunyai oktan 92-95. Sebenarnya, pada tahun 1999-an silam, Pertamina juga pernah meluncurkan produk dengan nilai oktan yang sama dengan Pertalite, yakni Premix 90. Bedanya, Premix merupakan hasil olahan campuran MTBE (Methyl Tetra Butyl Ether) sebagai penambah nilai oktannya. Namun, karena MTBE terbukti mencemari air tanah, maka Premix kemudian ditarik dari peredaran.
Pertalite, BBM oktan tinggi harga terjangkau ini memiliki warna hijau terang. Warna ini didapatkan karena bahan bakar Pertalite diproduksi dengan bahan campuran antara Premium dan Pertamax, yang berarti kombinasi warna antara warna kuning dan biru kehijauan. Selain naftan dan HOMC, Pertalite juga mengandung zat aditif ecoSAVE. Fungsinya adalah menjadikan pembakaran bensin lebih sempurna, sehingga tarikan kendaraan akan lebih kencang dan halus. Tak hanya itu, zat aditif ecoSAVE pada bahan bakar Pertalite juga terbukti menjadikan kendaraan lebih irit dan ramah lingkungan.

Spesifikasi bahan bakar Pertalite sendiri, berdasarkan keputusan Dirjen Migas No 313.K/10/DJM.T/2013 adalah sebagai berikut:
• Bilangan oktan (RON) 90
• Stabilitas oksidasi 360 menit
• Kandungan sulfur 0,05%m/m atau setara dengan 500 ppm
• Tidak mempunyai kandungan timbal
• Tidak mempunyai kandungan logam
• Kandungan oksigen 2,7 % m/m
• Warna hijau
• Mempunyai kandungan pewarna 0,13 g/100 liter
• Berat jenis minimal 715 kg/m3 maksimal 770 kg/m3
Dari spesifikasinya tersebut, maka bahan bakar Pertalite mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan BBM sejenis lainnya. Di antaranya, pertama, bahan bakar Pertalite memiliki kadar oktan yang lebih tinggi dari bahan bakar Premium. Sehingga, mesin kendaraan yang menggunakan bahan bakar Pertalite akan menghasilkan pembakaran yang lebih optimal daripada jika menggunakan bahan bakar Premium.

Kedua, kadar oktan yang tinggi pada bahan bakar Pertalite, disertai tidak adanya kandungan timbal dan logam, menjadikan bahan bakar Pertalite lebih bersih. Hal ini tentu akan membuat mesin kendaraan tidak mudah rusak dan berbunyi. Ketiga, tambahan zat aditif ecoSAVE dan pewarna pada bahan bakar Pertalite, menjadikan bahan bakar Pertalite lebih berkualitas, lebih irit dan efisien jika dibandingkan dengan bahan bakar Premium. Karena dengan zat aditif ecoSAVE tersebut, kebutuhan mesin terhadap bahan bakar akan lebih hemat.

Keempat, dengan emisi gas buang hasil pembakaran bahan bakar Pertalite yang lebih bersih dibanding bahan bakar Premium, menjadikan bahan bakar Pertalite ini lebih ramah lingkungan. Sehingga, sedikit banyak tentu akan mengurangi tingkat polusi udara yang terjadi di sekitar kita. Dan kelima, dengan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya, lebih bersih, lebih ringan, lebih baik daripada Premium, harga bahan bakar Pertalite cukup terjangkau, karena lebih murah dari Pertamax.
Dengan melihat perkembangan teknologi pada kendaraan bermotor yang semakin canggih, maka memang sudah seharusnya bahan bakar yang digunakan juga berkualitas. Sesuatu yang wajar tentunya, mengingat secanggih apapun teknologi kendaraan bermotor, jika tidak didukung dengan kualitas bahan bakar yang baik, maka tidak akan mempunyai performa yang maksimal. Beruntung, negara kita mempunyai Pertamina yang selalu melakukan inovasi menciptakan bahan bakar yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Hadirnya bahan bakar Pertalite, BBM oktan tinggi harga terjangkau juga sebagai salah satu wujud Pertamina dalam mengimbangi teknologi baru kendaraan bermotor dengan kompresi mesin yang tinggi. Harapannya, dengan teknologi kendaraan bermotor terbaru yang didukung bahan bakar yang berkualitas, maka emisi gas buangnya menjadi lebih ramah lingkungan. Dan sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita sebagai konsumen ikut serta mendukung Pertamina dalam menjadikan Pertalite sebagai solusi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Pertamina Blog Competition
Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan


Wednesday, November 30, 2016

,

Daftar Lomba Blog Desember 2016 (Update!)

"Tanpa tulisan, manusia akan tetap pada masa pra sejarah." Itulah quote saya hari ini. Entah benar atau tidak. Namun, mudah-mudahan memang benar adanya. Andaipun salah, saya tidak berniat untuk menistakan para ahli sejarah.

Oh ya, berbicara tentang aktivitas tulis menulis, masih ingatkah Kawan dengan kata bijaknya Pak Kuntowijiyo? Kata beliau, “Syarat untuk menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis”. Ya, untuk menjadi penulis (penulis apapun), berapapun syaratnya, intinya cuma satu, yaitu menulis.

Aktivitas menulis ini memang mudah dilakukan, namun menulis yang baik itu tidak semua orang bisa melakukannya. Nah, untuk dapat menulis yang baik sudah pasti perlu diusahakan, yakni dengan belajar menulis yang baik. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan ikut serta dalam lomba-lomba menulis. Karena dengan mengikuti lomba menulis, maka tulisan kita akan dibaca dan dinilai, minimal oleh para juri.

Berikut adalah Daftar Lomba Menulis di Blog dengan deadline bulan Desember 2016. Mudah-mudahan dapat menjadi referensi siapa saja yang mau berlatih menulis.

1. Lomba Blog Unair. Tema Lomba adalah "Fun Experience with UNAIR!". Deadlinenya 22 Desember 2016. Hadiahnya gedget-gadget keren, dicek sendiri ya?
2. Lomba Blog Bika Bogor Talubi. Temanya adalah Oleh-oleh khas Bogor dan Bika Bogor Talubi (Talas dan Ubi). Deadlinenya 16 Desember 2016. Hadiah totalnya Rp. 10 Juta, Bro!
3. Lomba Blog DotComForMe. Temanya adalah Pengalaman dan Alasan Menggunakan Top Level Domain .com/.net dalam Memberdayakan Blogmu. Deadlinenya 22 Desember 2016. Hadiahnya gadget-gadget keren dan jutaan voucher belanja.

Oh ya, baca juga contoh tulisan saya untuk lomba ini di Menggunakan Top Level Domain .com/.net untuk Aktivitas Ngeblog Sehari-hari.

4. Jalan Tikus Blog Review Competition. Temanya bebas, yang penting tentang Jalan Tikus. Deadlinenya 8 Desember 2016. Hadiah total Rp. 5 Juta Rupiah.

Tulisan saya untuk lomba ini bisa dilihat di Buka Jalan Tikus, Jadi Semakin Genius

5. Citra Maja Raya Writing Competition. Temanya adalah Perumahan Murah di Banten'. Deadlinenya 15 desember 2016. Hadiah total Rp. 15 Juta Rupiah.
6. Lomba Blog Laperma Platinum. Temanya adalah Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiah totalnya jutaan rupiah.
7. Lomba Blog PricezaTema Artikel bersifat Bebas dengan Pilihan Kategori: Berita & Update Terbaru, Tips & Trik, Fashion & Kecantikan, Kesehatan & Gaya Hidup. Deadline 31 Desember 2016. Hadiahnya trip ke Thailand untuk 8 pemenang.
8. Lomba Blog Define Your Diasweet. Temanya adalah. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiah total Rp. 2,5 Juta Rupiah+Produk Diasweet.
9. Lomba Blog Bank Indonesia. Temanya adalah Smart Money Wave atau Gerakan Nasional Non Tunai. Deadlinenya 15 Desember 2016. Hadiah total Rp. 20 Juta Rupiah.
10. Pertamina Blog Competition. Temanya adalah Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan. Deadlinenya 13 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 25,5 Juta.

Nah, untuk contoh artikel saya untuk lomba ini bisa dicek di Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

11. Kompasiana Blog Competition. Temanya adalah Membangun Negeri dengan Kreasi Digital. Deadlinenya 12 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 6 Juta.
12. Lomba Blog Smartfren. Temanya adalah Buku dan Internet Sebagai Jendela Informasi Masa Depan. Deadlinenya 15 Desember 2016. Hadiahnya gadget keren!
13. Boneprice Blogging Competition. Temanya adalah Pengalaman Berbelanja di Pasar Tradisional dengan Boneprice. Deadlinenya 11 Desember 2016. hadiah Total Rp. 6 Juta.
14. Kompasiana Blog Competition. Temanya adalah Distribusi Energi, Menggerakkan Negeri. Deadlinenya 1 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 10 Juta.
15. Gatsuone Blog Competition. Temanya adalah GatsuOneがつおね Fashion Essentials for Work and Hangout. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 4,5 Juta.
16. Lomba Blog APBN 2017. Ada beberapa pilihan tema. Deadlinenya 16 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 6 Juta.
17. Kompetisi Blog Inspirasi Wanita 2016. Temanya adalah Hobimu, Inspirasi Sekelilingmu. Deadlinenya 7 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 6 Juta.
18. Blibli.com Blog Competition. Ada tiga pilihan tema. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 19 Juta.
19. Kompasiana Blog Competition. Temanya adalah Belanja Online dengan Sistem Pembayaran yang Aman. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 5 Juta.
20. Electronic City Blog Competition. Temanya adalah Alat Elektronik Teman Travelling-mu. Deadlinenya 10 Desember 2016. Hadiahnya Jutaan Rupiah.
21. Lomba Menulis Blog Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional 2016. Temanya adalah Ayo Cegah Korupsi. Deadlinenya 12 Desember 2016. Hadiah Total Jutaan Rupiah. Khusus Blogger yang berdomisili di Pekanbaru ya? :)
22. Writing Challenge Competition. Temanya adalah Makanan Thailand. Deadlinenya 30 Desember 2016. Hadiahnya jalan-jalan ke Thailand lho Bro and Sist!
23. Lomba Blog Traveliomore. Temanya adalah #TravelioMore: More Choice, More Space, More Value. Deadlinenya 11 Desember 2016. Hadiah Total Jutaan Rupiah.
24. Lomba Blog JNE. Temanya adalah Cerita Baik bersama JNE. Deadlinenya 20 Desember 2016. Hadiahnya gadget-gadget keren dan voucher belanja.
25. Anugerah Pewarta Astra 2016 Kategori UmumTema tulisan mengangkat kegiatan kontribusi Astra untuk bangsa baik dalam bidang produk & layanan, sumber daya manusia serta kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara. Deadlinenya 31 Desember 2016 . Hadiah Total Ratusan Juta Rupiah.

Tulisan saya untuk lomba ini bisa dibaca di Mengembangkan Payung di Tengah Badai

26. Lomba Menulis Popbela Community. Ada beberapa tema pilihan. Deadlinenya 31 Desember 2016. hadiahnya Jutaan Rupiah.
27. Acer Switchable Me Story Competition. Temanya adalah “Switchable Me: Profesi dan Hobi yang Didukung oleh Acer Switch Alpha 12, Notebook 2-in1- yang Powerful dan Fanless”. Deadlinenya adalah 5 Desember 2016. Hadiahnya puluhan juta rupiah!
28. Lomba Menulis Pappub. Temanya Menulis Indonesia Merawat Kebhinekaan. Deadline 31 Desember 2016. Hadiah Total Jutaan Rupiah.
29. Kompasiana Blog Competition. Temanya adalah Mengangkat Keunikan Papua, Membuka Masa Depan Pariwisata Papua. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiah Total Rp. 6 Juta Rupiah.
30. Lomba Menulis Vemale.com: Bangga Menjadi Ibu. Temanya adalah Pengalaman Pertama Menjadi Ibu. Deadlinenya 31 Desember 2016. Hadiahnya voucher belanja dan hampers.
31. Female Blog Competition. Temanya adalah Memaksimalkan Fungsi Smartphone dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai Blogger. Deadlinenya 10 Desember 2016. Hadiahnya 3 Gadget keren.

Untuk info selengkaptnya, silakan klik judul lombanya ya, Kawan? Sementara itu dulu.. Besuk kalau ada lagi dan sempat, saya update lagi.. Dan mohon maaf, deadlinenya tidak sempat diurutkan. Dicermati saja ya? Oh ya, kalau Anda punya info lomba blog lainnya, boleh kok ditambahkan di kolom komentar. Terimakasih. Selamat menulis dan berkompetisi. Semoga sukses... 

Tuesday, November 29, 2016

,

Mengembangkan Payung di Tengah Badai

Pak Harjono, demikian tetangga-tetangga memanggilnya. Beliau adalah salah satu pengrajin payung lukis yang masih tersisa di tengah gerusan zaman. Usianya memang sudah tak muda lagi, sudah jauh meninggalkan kepala enam. Namun, semangatnya dalam menjaga kelestarian seni budaya Indonesia patut diacungi jempol.

Ketika berkunjung ke rumahnya beberapa waktu yang lalu, tampak beberapa tumpukan payung berwarna-warni dan puluhan kaleng cat yang berserakan di teras rumahnya. Di sebuah gang sempit yang berada di sebuah kampung, sekitar 22 km arah timur laut pusat kota Klaten inilah salah satu bengkel seni payung lukis yang pernah jaya di masanya berada. Tepatnya di Dusun Gebungan, Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, Klaten.

“Sayang sekali, Mas.. Baru sepuluh menit yang lalu istri saya mengantarkan pesanan payung ke Jogja. Jadi, yang tersisa hanya payung polos untuk kiriman berikutnya,” ujarnya membuka percakapan. Untuk kemudian bercerita panjang lebar tentang payung fantasi, payung yang terbuat dari kain atau kertas bergambar bunga warna-warni.

Pak Harjono adalah generasi ketiga yang tinggal di kampung penghasil kerajinan payung, Kwarasan. Ketika saya memperhatikan beliau, nampak sekali tatapan matanya yang berat. Entah karena terlalu lelah ataupun kurang tidur. Tapi dari apa yang saya lihat serta kisah hidup yang beliau ceritakan, saya masih menyaksikan dengan jelas sisa-sisa semangatnya untuk mengarungi pahit manisnya kehidupan.
Pemandangan di salah satu sudut Kampung Payung Lukis Kwarasan

Dari cerita panjang Pak Harjono, saya juga tahu bahwa kerajinan payung lukis ini pernah berjaya  dan populer di masa lalu. Ya, mungkin sama populernya dengan lagu “Payung Fantasi” karya Pak Ismail Marzuki di awal tahun 1960-an.
“Payung fantasi melambai disinar pagi.. Hai, hai, cantik nian.. Boleh kupandang wajahmu secantik bintang, bolehkah disayang?”
Begitulah penggalan lirik lagu yang tercipta di tahun 1955. Kini, lebih dari 60 tahun sudah masa itu berlalu, tapi masih saja lagu itu sering dinyanyikan. Bahkan, kalau kita mau menelusurinya di dunia maya, maka kita akan menemukan beberapa versi anyar dari lagu lama ini. Salah satunya, dalam nuansa jazz yang ditembangkan oleh Shelomita berkolaborasi dengan Opuster Big Band pada tahun 2006 silam. 

Kepopuleran lagu Payung Fantasi tersebut tentu berbanding terbalik dengan kisah kerajinan payung fantasi, payung lukis yang ada di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring ini. Menurut catatan sejarah, daerah Juwiring ini menjadi sentra penghasil kerajinan payung lukis sejak tahun 1800-an. Konon, masyarakat di daerah ini secara turun temurun menekuni profesi sebagai pengrajin payung lukis. Hampir seluruh penduduk di enam dukuh di desa ini saat itu berprofesi sebagai pembuat payung.

Dahulu, menurut cerita para orang tua di daerah Juwiring, begitu memasuki desa ini, akan terlihat payung warna warni memenuhi rumah-rumah penduduk. Di halaman rumah yang luas, biasanya payung-payung berjajar untuk dijemur. Sepanjang harinya, orang-orang desa sibuk membelah kayu-kayu pohon melinjo, memotongnya, kemudian menjemurnya hingga benar-benar kering untuk kemudian dibuat sebagai kerangka payung. Mereka juga memotong bilah-bilah bambu untuk  jeruji  payung, memotong dan mengelem kertas ataupun kain, serta melukis gambar bunga.
Masih ada jajaran payung di jemuran, tapi tak seramai dulu

Hasil kerajinan payung lukis dari masyarakat desa, kemudian ditampung oleh lembaga semacam koperasi. Pinda Aneka, namanya. Tercatat, selama periode 1960-1970, koperasi ini rata-rata bisa memasarkan 40 ribu payung per bulan. Sehingga tak heran jika payung lukis ini menjadi gantungan hidup bagi 400 kepala keluarga di Desa Kwarasan ketika itu.

Kerajinan payung lukis berbahan kain dan kertas Juwiring juga terbukti kepopulerannya di kalangan Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Selama berpuluh-puluh tahun, payung lukis ini selalu bisa ditemukan dalam Upacara Suronan serta Muludan. Tak hanya itu, payung lukis ini juga digunakan masyarakat Bali dalam upacara keagamaan. Bahkan, payung lukis hasil karya para pengrajin di daerah Juwiring ini juga pernah dipasarkan oleh pemerintah Indonesia ke wisatawan mancanegara, seperti Jepang, Suriname dan Kamboja.

Namun, keadaannya mulai berubah. Di awal tahun 1970-an, keberadaan Pinda Aneka mulai tersisihkan dan bangkrut karena tak mampu bersaing dengan kehadiran payung impor dari China. Eksistensi kerajinan payung lukis Pinda Aneka akhirnya harus terhenti pada tahun 1998, saat krisis moneter melanda Indonesia. Pesanan payung lukis dalam jumlah besar yang biasanya diterima oleh para pengrajin, tiba-tiba menurun drastis. Sehingga, secara perlahan, pangsa pasar payung lukis semakin menyempit. Akibatnya, demi dapur tetap mengepul, para pengrajin pun beralih ke profesi lainnya.
Infografis payung lukis Juwiring dari masa ke masa

Amat disayangkan memang. Mengingat payung lukis ini tak sekedar sumber mata pencaharian masyarakat saja, melainkan juga bagian dari budaya daerah sekaligus budaya bangsa yang seharusnya tetap lestari. Keterbatasan modal serta gagalnya regenerasi pengrajin payung di daerah Juwiring disinyalir juga menjadi salah satu permasalahan dalam upaya membangkitkan kembali kelestariannya. Bahkan, pada awal tahun 2015 kemarin tercatat hanya ada 11 pengrajin payung di daerah itu. Jika ditambah pembuat rangka atau jeruji, tercatat 50 orang yang masih setia menekuni produksi payung.

Beruntung sekali, di tengah kondisi yang tak pasti ini masih ada pihak-pihak yang masih peduli terhadap aktivitas perekonomian masyarakat yang juga menjadi salah satu warisan budaya ini. Satu di antaranya adalah PT. Asuransi Astra Buana, salah satu anak perusahaan dari Astra Internasional Tbk, perusahaan multinasional yang berdiri tahun 1957 silam. Terhitung sejak 17 Juni 2015 kemarin, PT. Asuransi Astra Buana melalui salah satu produknya Asuransi Astra Syariah meneken kerjasama Program Pemberdayaan Pengrajin Payung Lukis dengan salah satu lembaga sosial, Dompet Dhuafa Republika.
Penandatanganan (atas) dan launching (bawah) Program Pemberdayaan Pengrajin Payung Lukis

Penandatanganan kerjasama Program Pemberdayaan Pengrajin Payung Lukis tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk menyalurkan Dana Sosial dari peserta Asuransi Astra Syariah. Tujuannya tak lain adalah untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, terkhusus bagi para pengrajin payung lukis yang ada di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah. Program pemberdayaan itu sendiri diluncurkan di Juwiring dua bulan sesudahnya, yakni pada tanggal 15 September 2015 silam.

Dalam kegiatan tersebut, Asuransi Astra Syariah menyalurkan bantuan dana sosial sebesar Rp.392.550.000 kepada 25 orang pengrajin payung lukis di Juwiring untuk proyek selama dua tahun. Dengan bantuan modal berupa dana tersebut, diharapkan kedua puluh lima pengrajin payung lukis di Juwiring bisa meningkatkan kapasitas produksinya. Selain bantuan modal, melalui program ini, para pengrajin juga akan mendapatkan pendampingan, pelatihan dan penguatan usaha. Sehingga akan muncul demand dari produk jasa dan barang yang mereka hasilkan. Pada akhirnya diharapkan akan tercipta proses supply chain yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian seni budaya Indonesia.

Dan terbukti, lebih dari setahun sudah sejak program itu digulirkan, saat ini para pengrajin payung lukis, termasuk Pak Harjono bisa tersenyum lagi. Sebabnya tak lain, karena payung-payung mereka kini mulai mengembang kembali. Tak hanya mengembang di depan rumah-rumah mereka, akan tetapi juga mengembang di berbagai pameran payung, termasuk dalam Festival Payung Indonesia (FPI) ke-3 yang digelar pada bulan September 2016 kemarin di Taman Balekambang, Solo. Kini, mereka kebanjiran pesanan paling tidak 2000 payung perbulannya.
Payung lukis Juwiring ikut hadir di FPI 2016 di Solo

Tentu bukan hanya Pak Harjono beserta kawan-kawannya saja yang patut untuk diapresiasi dalam rangka membangkitkan dan mengembangkan kembali salah satu budaya daerah. Terimakasih yang tiada terkira juga patut kita anugerahkan kepada Astra Internasional Tbk melalui anak perusahaannya, PT. Asuransi Astra Buana. Astra Internasional Tbk yang tahun depan memasuki usianya yang kepala enam ini terbukti telah berperan besar dalam mengembangkan payung di tengah badai perekonomian yang dihadapi para pengrajin payung.

Entah apa jadinya jika PT. Asuransi Astra Buana tidak menggulirkan Program Pemberdayaan Pengrajin Payung Lukis di Juwiring saat itu. Mungkin, payung lukis Juwiring tidak lagi berkembang seperti sekarang. Atau bahkan kita tinggal menunggu waktu saja, maka payung lukis Juwiring beberapa tahun ke depan hanya akan menyisakan sebuah cerita. Dan sepertinya PT. Asuransi Astra Buana ini memang menjadi jawaban dari pertanyaan Pak Ismail Marzuki 60 tahun silam dalam lagunya,
“Lenggang mengorak menarik hati serentak.. Hai, hai, siapa dia? Wajah sembunyi di balik payung fantasi.. Hai, hai, siapa dia?”
Alasannya, tentu karena perusahaan yang mengeluarkan produk Asuransi Astra Syariah pada tanggal 16 Maret 2005 inilah yang membuat payung-payung lukis di Juwiring terkembang kembali. Tak hanya payung-payung lukisnya, senyum para pengrajin juga semakin terkembang menghiasi hari-hari mereka.

Terimakasih dan selamat menyongsong HUT ke-60, Astra. Sebagaimana lagu Payung Fantasi-nya Pak Ismail Marzuki yang tetap populer, ataupun semangatnya Pak Harjono di usia lanjutnya, maka tetaplah populer dalam menginspirasi dan berkarya untuk bangsa. Salam SATU Indonesia!




Monday, November 28, 2016

Do'a HUT Korpri Ke 45 Tahun 2016

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم    -   اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد سيد الاولين والاخرين وسلم ورضي الله تعالى عن اصحاب رسول الله اجمعين  -  حمدا شاكرين حمدا ناعمين حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيدة. يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك

Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu, atas segala kenikmatan yang Engkau berikan, sehingga pada pagi hari ini kami dapat mengikuti Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-45 Korps Pegawai Repunlik Indonesia tahun 2016 dalam keadaan tenteram, damai dan sejahtara, semoga kegiatan ini Engkau catat sebagai amal ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, ya Malik, jadikanlah Upacara Bendera ini sebagai upaya memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Wujudkanlah solidaritas serta kesetiakawanan seluruh anggota KORPRI, dalam mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ya Allah ya Quddus, wujudkanlah seluruh anggota KORPRI untuk meneguhkan semangat netralitas, dan menjaga integritas serta meningkatkan profesionalisme, guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang baik dan terlaksananya reformasi birokrasi.

Ya Allah, ya Qowiy, kuatkanlah idiologi, mental dan spiritual untuk menjadi dasar pijakan kami. Agar setiap amal perbuatan, dapat kami pertanggungjawabkan, kepada pemimpin kami, kepada rakyat kami, dan kelak kepada Ilahi Rabbi, Tuhan penguasa alam semesta yang Maha Adil dan Bijaksana, yang tak pernah menghilangkan amal baik dan buruk hamba-Nya. 

Karena itu ya Allah, ya Hadi, berilah petunjuk kepada seluruh anggota KORPRI untuk mengeksplorasi diri menjadi aparatur negara yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar, sebagaimana jalannya orang-orang yang Engkau berikan kenikmatan dan bukan jalannya orang-orang yang Engkau hinakan. Karena itu hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

Ya Allah, ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami dari ketaatan setelah Engkau berikan petunjuk, teguhkanlah semangat juang kami dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu kami.

Ya Allah ya Ghaffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami.

ربناآتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار , سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على الرسلين والحمد لله رب العالمين

  • Kurikulum 2013
  • Tugas Siswa Di Sini
  • Zona Kontes Di Sini
  •