Friday, September 30, 2016

Do'a Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2016


Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
Dalam suasana yang khidmat ini, kami persembahkan puja dan puji
syukur serta do’a keharibaan-Mu. Kami memohon kepada-Mu, curahkanlah rahmat dan kasih-Mu kepada para pahlawan, kesatria kusuma bangsa yang telah mendahului kami. Sesuai dengan janji-Mu, ya Allah, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka. Terimalah dharma bakti dan amal shaleh mereka, jadikanlah mereka sebagai syuhada dan pahlawan bangsa yang Engkau ridhai. Dekatkanlah mereka di sisi-Mu ya Allah dan dekatkanlah pula hati kami dengan semangat juang mereka.

Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,
Jadikanlah Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu baik yang datang dari langit maupun dari bumi. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami untuk menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah,
Berikan kepada kami dan kepada para pemimpin kami kekuatan serta keteguhan hati untuk menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi keadilan. Tanamkan dalam diri kami dan para pemimpin kami kearifan dalam berfikir, kecermatan dalam bertindak, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan kewajiban, agar setiap urusan kami membuahkan hasil yang bermanfaat untuk bangsa dan negara kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do`a,
Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami dan guru kami, para pemimpin kami dan dosa para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan kami. Kabulkanlah permohonan dan doa kami, Engkau Maha Pengampun dan Pengabul segala Do`a.

Wednesday, September 28, 2016

, , , , ,

Membangunkan Roro Jonggrang di Candi Prambanan

Konon, pada suatu hari yang indah di tanah Mataram…

Roro Jonggrang, seorang puteri raja yang kecantikannya tiada tara, sedang meratapi kematian ayahnya, Prabu Boko, yang gugur di tangan seorang Pangeran dari Kerajaan Pengging, kerajaan di sebelah wilayah kerajaan Boko.

Sementara di tempat lain, Bandung Bondowoso, nama Sang Pangeran yang terkenal sakti mandraguna itu, tengah berupaya menaklukkan rasa gundah gulananya karena telah membunuh ayah dari Roro Jonggrang. Sebagai seorang Pangeran, ia memang harus menjaga keutuhan wilayah kekuasaan kerajaannya. Akan tetapi di sisi lain, hatinya tak tega melihat penderitaan seorang puteri cantik yang kehilangan ayahnya. Untuk menebus rasa bersalahnya, maka sebagai laki-laki sejati, ia berniat untuk mempersunting Roro Jonggrang, dengan harapan ia bisa menjaga Sang Puteri seumur hidupnya.
Candi Boko, yang menurut legenda adalah pusat kekuasaan Prabu Boko (Image Source)

Namun, perasaan cinta dan sayang yang tulus dari seorang Bandung Bondowoso untuk memperisteri Roro Jonggrang, tidak serta merta disambut Sang Puteri dengan tangan terbuka. Bagaimana tidak? Roro Jonggrang tentu tidak mau menerima lamaran Bandung Bondowoso, laki-laki yang telah membunuh ayahnya. Tetapi sebagai seorang puteri yang hidup dengan penuh etika dan tatakrama, ia harus menggunakan cara-cara yang anggun untuk menolak sebuah lamaran tanpa memperlihatkan sikap penolakannya.

Setelah berpikir panjang, Sang Putri bersedia menerima lamaran Sang Pengeran dengan dua syarat. Pertama, Bandung Bondowoso harus membuat sebuah sumur Jalatunda. Dan yang kedua, Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi. Kedua syarat itu harus selesai dalam sehari semalam. Mungkin, jika mendengar persyaratan itu, sebagian laki-laki akan mundur teratur. Namun, tidak dengan Bandung Bondowoso. Atas nama cinta dan kasih sayang dan dengan bermodal kesaktiannya, ia menyanggupinya.
Sumur Jalatunda di Dieng, diyakini sebagai bagian dari legenda Roro Jonggrang (Image Source)

Ternyata dengan tekad yang kuat, Bandung Bondowoso pun dengan mudah berhasil menyelesaikan syarat pertama, membangun sumur Jalatunda. Kini, ia hanya tinggal menyelesaikan persyaratan kedua, membangun seribu candi! Sepertinya mustahil membangun seribu candi dalam waktu sehari semalam. Namun, sebagai seorang Pangeran yang sakti, pekerjaan itu tentu bukan sesuatu yang teramat sulit. Dan dengan kesaktiannya, ia berhasil meminta bantuan para makhluk halus untuk membangun seribu candi. 

Melihat pembangunan seribu candi itu hampir selesai, Roro Jonggrang mulai khawatir. Ia segera membangunkan seluruh perempuan desa untuk mulai menumbuk padi pada lesung-lesung. Ia juga memerintahkan para dayangnya untuk membakar jerami pada sisi timur desa. Tujuannya tak lain untuk menampakkan bahwa seolah-olah waktu malam sudah hilang, dan pagi telah datang. Bahkan, melihat kegiatan pagi sudah berlangsung, ayam-ayam pun terpedaya dan mulai berkokok bersaut-sautan. 
Ilustrasi ayam berkokok mendengar suara lesung (Image Source)

Pun demikian dengan para makhluk halus yang membantu Bandung Bondowoso. Mereka lari tunggang langgang meninggalkan pekerjaan yang sudah mencapai 999 candi, karena mengira bahwa sebentar lagi sang mentari akan terbit. Dengan itu, maka Bandung Bondowoso dinyatakan gagal untuk memenuhi syarat yang diajukan oleh Roro Jonggrang.

Mengetahui bahwa kegagalan itu adalah akibat dari tipu muslihat Sang Putri, Bandung Bondowoso pun murka. Ia tak lagi percaya akan gerak gemulai dan kecantikan Roro Jonggrang. Dan dalam kemurkaannya itu, dengan kesaktiannya ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu, sekaligus untuk melengkapi sebagai candi yang ke seribu.
Arca Durga di ruang utara Candi Prambanan (Image Source)

Konon, menurut legenda, arca Durga yang sampai saat ini mendiami ruang sebelah utara di Candi Prambanan adalah perwujudan dari Sang Putri yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso. Sehingga, bangunan yang indah itu selain dikenal sebagai Candi Prambanan, juga dikenal sebagai Candi Roro Jonggrang, yang berarti gadis cantik nan semampai.

Legenda Roro Jonggrang yang sudah diceritakan sejak kecil itu kembali memenuhi benak saya ketika melangkah melalui pintu masuk Candi Prambanan beberapa waktu yang lalu. Meski legenda itu menurut cerita sudah terjadi ratusan tahun yang lalu, namun warisan budaya berupa legenda Roro Jonggrang tersebut tak pernah lekang oleh waktu. Bukan hanya legendanya, namun Candi Roro Jonggrang hingga kini juga masih berdiri menawan menyambut siapa saja yang datang mengunjunginya.
Jalan masuk ke pelataran utama Candi Prambanan (Dok. Pribadi)

Di luar kisah Roro Jonggrang yang beredar di masyarakat, candi ini diperkirakan dibangun pada masa Dinasti Sanjaya, sekitar abad ke-9 Masehi. Menurut prasasti Siwaghra yang saat ini tersimpan rapi di Museum Nasional Indonesia, nama asli candi ini adalah Siwaghra. Kata Siwaghra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang artinya adalah Rumah Siwa. Dari prasasti tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Candi Prambanan ini merupakan candi yang dibangun sebagai persembahan bagi Dewa Siwa, Dewa Penghancur dalam ajaran Hindu.
Peta pelataran utama Candi Prambanan (Image Source)

Jika kita mengunjungi Candi Prambanan, kita dapat menyaksikan tiga candi utama yang berdiri kokoh di tengah candi-candi kecil yang mengelilinginya. Ketiga candi tersebut adalah Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa yang merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan agama Hindu. Ketiga candi utama yang menghadap ke timur itu, masing-masing memiliki satu candi pendamping yang berdiri menghadap ke barat, yaitu candi Nandini, Angsa dan Garuda. Selain candi utama dan candi pendamping tersebut, masih banyak sekali candi lain di kompleks ini, yaitu Candi Kelir, Candi Apit, Candi Patok, dan Candi Perwara, serta candi-candi kecil lainnya. 
Candi Patok, salah satu candi di sudut pelataran utama (Dok. Pribadi)

Entah kenapa, ketika melihat susunan batu candi, saya selalu merasa takjub dan terpesona. Demikian juga ketika saya melihat Candi Siwa, candi tertinggi yang terletak di tengah-tengah. Saat memasuki candi ini, kita akan menemukan empat buah ruangan. Satu ruangan berisi arca Siwa. Sedangkan tiga ruangan yang lain masing-masing berisi arca Agastya (guru Siwa), Ganesha (putra Siwa) dan Durga (istri Siwa), yang dalam legenda disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang.
Candi Siwa yang menjulang setinggi 47 meter (Dok. Pribadi)

Tak sampai di situ, keterpesonaan saya berlanjut ketika keluar dari candi utama kemudian melanjutkan langkah menikmati pemandangan candi-candi pendamping yang ada di sekitar candi utama. Di Candi Wisnu, kita akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Pun demikian juga di Candi Brahma yang memiliki satu ruangan berisi arca Brahma. 

Yang paling menarik di antara candi pendamping menurut saya adalah Candi Garuda. Menarik, karena candi ini menyimpan sebuah kisah tentang Garuda, sosok manusia setengah burung dalam mitologi Hindu. Konon, Garuda sendiri merupakan burung mistik yang berparuh dan bersayap mirip elang, bertubuh emas, dan berwajah putih, serta bersayap merah.
Candi Garuda yang menyimpan kisah Garuda, sosok manusia setengah burung (Dok. Pribadi)

Selain berbagai tipe candi tersebut, di tempat wisata budaya ini, kita juga dapat menjumpai relief yang menceritakan tentang dua kisah yang sangat fenomenal, yaitu kisah Ramayana dan Krishnayana. Relief ini terpahat di dinding pagar yang mengelilingi Candi Trimurti bagian dalam. Relief Ramayana menceritakan tentang perjuangan Sang Rama yang dibantu oleh Hanoman, Si Kera Putih untuk merebut Shinta, istrinya yang diculik oleh Rahwana. Sedangkan Krishnayana, relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang Krishna sebagai awatara atau reinkarnasi dari  Wishnu.
Relief Ramayana yang terpahat di dinding candi (Dok. Pribadi)

Relief lain yang bisa kita saksikan di candi ini adalah relief seekor singa yang diapit oleh pohon Kalpataru. Keberadaan relief pohon Kalpataru inilah yang kemudian membuat para ahli sejarah menganggap bahwa masyarakat pada abad ke-9 sudah memiliki kearifan dalam mengelola lingkungan hidup. Sebagaimana dalam filosofi agama Hindu, pohon Kalpataru adalah pohon kehidupan yang meneduhkan.
Relief singa yang diapit dua pohon Kalpataru (Dok. Pribadi)

Tak ubahnya Candi Prambanan yang saat itu memberi keteduhan kepada saya di bawah teriknya matahari. Dan di balik keteduhan candi ini, saya kembali melihat ke pelataran. Di sana masih menyimpan sejuta cerita yang tersembunyi di balik ribuan reruntuhan batu yang hingga hari ini masih belum tersusun dengan rapi.
Ribuan tumpukan batu yang masih menyimpan sejuta cerita (Dok. Pribadi)

Hamparan batu candi yang berserakan di pelataran membuat saya tersenyum sendiri. Bagi saya, candi ini sangat luar biasa berkesannya. Bukan sekedar tumpukan batu semata, melainkan kisah Roro Jonggrang dan sejuta cerita lain yang tersimpan di dalamnya, bangunan candi-candi yang berdiri dengan megahnya, serta sejuta pesona lainnya yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Maka tak heran, jika Candi Prambanan ini menjadi bagian dari Jogja Heritage yang sangat berharga. Sehingga, UNESCO pun pada tahun 1991 silam menetapkannya sebagai World Wonder Heritage (Warisan Budaya Dunia).
Candi Prambanan, satu dari banyak Jogja Heritage yang harus tetap lestari (Dok. Pribadi)

Maka, amat disayangkan jika pesona candi yang menjulang setinggi 47 meter ini hilang tanpa cerita. Amat disayangkan juga jika anak-anak kita kelak lebih mengenal cerita-cerita sinetron dibanding dengan kisah Roro Jonggrang. Dan sebagai anak bangsa, tak ada hal lain yang harus kita lakukan, selain mengunjunginya dan 'membangunkan' Roro Jonggrang yang ada di sana. Bukan membangunkan arca Roro Jonggrang dalam arti yang sebenarnya. Melainkan dalam artian membangunkan nilai-nilai budaya yang ada. Untuk selanjutnya menjaga kelestariannya, baik bangunan candi maupun nilai-nilai budaya yang ikut diwariskannya.
Bidadari kecilku, Si Zizi pun tertidur pulas di dalam buaian kisah Roro Jonggrang (Dok. Pribadi)

Akhirnya, jika kita berhasil 'membangunkan' Roro Jonggrang, maka kita pun akan terus dapat menikmati sejuta pesona dan keindahannya, seperti yang saya lakukan siang itu. Sayang, hari yang cerah tiba-tiba berganti dengan mendung dan guyuran hujan. Meski sepertinya guyuran air hujan itu tak akan menghentikan bus-bus yang masuk memenuhi tempat parkir Candi Prambanan. Ah, rupanya sebentar lagi pengunjung lain akan berdatangan untuk memberi warna lain pada candi ini. Saya bangkit dan membereskan barang bawaan, kemudian melangkah pulang bersama legenda Roro Jonggrang…
#Heritageku #Heritagemu #Heritagekitasemua

***
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blogger Jogja Heritage

Sunday, September 25, 2016

, , ,

Membangun Pendidikan Indonesia dengan TIK

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world; Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat engkau gunakan untuk mengubah dunia.” Begitulah kata bijak yang pernah dilontarkan oleh seorang tokoh dunia, Nelson Mandela. Sebuah ungkapan yang mengisyaratkan betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia. Dan saya kira, ungkapan itu tidaklah berlebihan. Karena memang tak bisa dipungkiri, pendidikan merupakan aset nasional yang sangat berharga. Bahkan, bisa dikatakan bahwa pendidikan juga menjadi tolak ukur maju mundurnya sebuah bangsa.

Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia? Ternyata meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sejumlah 20% dari APBN, namun tidak serta merta berarti mutu pendidikan di Indonesia itu sudah baik. Faktanya, pendidikan di Indonesia masih menyisakan berbagai problematika yang besar. Sebut saja, tidak meratanya akses pendidikan, terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan, sampai dengan rendahnya kualitas pengajar yang sebanding lurus dengan rendahnya minat atau motivasi peserta didik dalam pembelajaran. Dan masih banyak masalah-masalah yang lain.
Sebagai seorang yang berkecipung dalam dunia pendidikan, saya sendiri banyak menemukan problematika pendidikan terkait dengan rendahnya minat dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran. Dalam mengemban tugas mulia tersebut, tak jarang kesabaran saya teruji oleh perilaku anak-anak didik saya yang menunjukkan kurangnya minat mereka dalam pembelajaran.

Saya pernah berbagi cerita dengan teman-teman sesama guru di sekolah lain. Ternyata, apa yang saya rasakan juga menjadi masalah bagi mereka. Dan saya kira, masalah rendahnya minat dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran ini, bukan hanya menjadi problematika bagi saya dan teman saya ini. Akan tetapi juga menjadi problematika sebagian besar guru-guru di Indonesia. 
Mengantuk dan tidur, salah satu indikasi rendahnya minat mereka dalam pembelajaran (Source: here)

Sebenarnya, masalah seperti itu tidaklah terlalu mengherankan. Karena setiap peserta didik memang mempunyai karakter yang berbeda. Selain itu, mereka juga berasal dari berbagai latar belakang yang bermacam-macam. Dan tentunya hal tersebut menuntut kita untuk melihat lebih jeli, kemudian menangani setiap masalah yang ada, khususnya terkait kurangnya minat mereka dalam pembelajaran. 

Nah, suatu ketika, kesabaran saya benar-benar teruji akibat perilaku beberapa peserta didik yang berulah di dalam kelas. Beberapa di antara mereka terlihat mengantuk dan menyandarkan kepalanya di atas meja tempat duduknya. Sebagian yang lain memancing suasana kelas menjadi tidak kondusif. Sebuah indikasi bahwa mereka memang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. 
Kurangnya minat dalam pembelajaran juga memicu kegaduhan di kelas (Source: here)

Setelah berpikir sesaat, lalu mengkaji faktor penyebabnya, akhirnya saya dapat mengambil sebuah kesimpulan. Rupanya saya harus mengeluarkan jurus pamungkas berupa ide-ide kreatif yang bisa mengembalikan keadaan kelas menjadi kondusif. Caranya tak lain adalah mengambil alih kembali perhatian mereka dengan menyajikan metode pembelajaran yang sedikit santai dan menyenangkan, tetapi tetap berada pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Dengan video pembelajaran yang ditayangkan melalui LCD, mereka terlihat  sangat antusias
(Dok. Pribadi)

Saya menayangkan materi pembelajaran dalam bentuk video melalui LCD yang sudah terpasang di dalam kelas. Saat itu, saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, saya mengajak anak-anak untuk berdiskusi, dan dari hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan di depan kelas dalam tayangan Power Point. Dengan cara tersebut, agaknya menjadikan mereka lebih mudah dalam memahami materi pelajaran. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan mereka dalam menuliskan kesimpulan dari apa yang mereka baca dan mereka lihat.
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya dengan tayangan Power Point melalui LCD
(Dok. Pribadi)

Tentu tak hanya Power Point dan video saja yang bisa kita gunakan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan minat peserta didik. Masih banyak media lain sebagai bagian dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bisa kita manfaatkan dalam pembelajaran. Salah satunya adalah internet.
Kita tentu sepakat bahwa saat ini internet merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk di kalangan pelajar. Berdasarkan kenyataan itu, internet tentu dapat menjadi sebuah sarana yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Terlebih dengan hadirnya berbagai layanan internet dengan harga yang terjangkau, seperti layanan Paket HotRod dari XL Axiata. Hal tersebut tentu memberikan banyak peluang kepada kita untuk memanfaatkan media internet sebagai salah satu sumber pembelajaran.
Sumber belajar yang efektif bisa didapat dari Laptop dan HP yang terkoneksi dengan internet
(Dok. Pribadi)

Nah, kalau ditanya bagaimana memanfaatkan internet sebagai pembelajaran yang paling mudah? Menurut saya jawabnya adalah pembelajaran berbasis blog. Caranya yaitu dengan membuat blog guru. Mengapa harus blog guru? Alasannya sangatlah sederhana. Sebagaimana kita ketahui, bahwa saat ini antusias anak-anak terhadap internet sangat besar. Sehingga momentum tersebut harus kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan menyediakan media pembelajaran bagi mereka, yaitu blog.

Blog merupakan media pembelajaran berbasis internet yang sangat mudah kita sediakan bagi anak didik kita. Mengingat saat ini banyak sekali penyedia blog gratis yang bisa kita manfaatkan, seperti blogspot, wordpress, multiply, blogdetik, dan sebagainya. Jika ingin menggunakan blog yang berbayar pun, saat ini telah banyak penyedia hosting dan domain yang menawarkan layanannya dengan harga yang relatif terjangkau.
Dengan maraknya internet di kalangan pelajar, blog guru bisa menjadi alternatif sumber belajar yang efektif (Screenshoot dari www.kangmasroer.com)

Dengan blog guru, kita bisa memaksimalkan pembelajaran kita yang terbatas oleh waktu di ruang kelas. Dalam blog guru ini, para guru bisa memposting materi pembelajaran dengan berbagai animasi menarik yang bisa dipelajari oleh anak didiknya secara mandiri. Blog guru juga bisa menampilkan perangkat pembelajaran serta daftar nilai yang bisa diakses oleh peserta didik dan orang tunya. Tak hanya itu, dengan blog guru, peserta didik juga dapat berinteraksi dengan guru tanpa dibatasi waktu pembelajaran di sekolah.

Apakah pemanfaatan internet hanya terbatas sebagai sumber belajar berbasis blog? Tentu tidak. Selain sebagai sumber belajar berbasis blog, internet juga bisa digunakan sebagai alat untuk melakukan evaluasi hasil pembelajaran secara online. Caranya juga tak terlalu sulit. Kita bisa membuat soal dengan program Quiz Maker, Wondershare, ataupun dengan program pembuat soal online lainnya. Jika ingin lebih mudah, kita juga bisa menggunakan website penyedia soal online semacam ujian-online.net ataupun aplikasi soal online semacam Quipper School.
Tampilan evaluasi online yang dibuat dengan Wondershare kemudian di posting di blog
(Screenshoot dari www.kangmasroer.com)

Dengan evaluasi sistem online tersebut, selain hemat kertas, guru juga tak perlu mengoreksi hasil jawaban satu persatu. Tentunya hal tersebut akan mempermudah kerja seorang guru. Tak hanya itu, dengan evaluasi online yang memungkinkan guru memberikan soal secara acak, tentu membuat peserta didik lebih jujur dalam mengerjakannya. Bukankah saat ini kejujuran sudah mulai langka? 
Pemanfaatan internet melalui media pembelajaran berbasis blog serta media evaluasi secara online seperti yang saya terapkan tersebut, tentu hanya sebagian kecil dari pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan di Indonesia. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan. Karena Teknologi Informasi dan Komunikasi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.
Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari perkembangan TIK dalam dunia pendidikan

Beberapa pemanfaatan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam dunia pendidikan yang lain, di antaranya adalah pertama, sebagai sarana berbagi hasil penelitian dalam bidang pendidikan, yakni dengan media internet. Dengan saling berbagi, maka hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

Keduasebagai perpustakaan online, yaitu perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan di internet. Perpustakaan online memungkinkan seorang pelajar atau mahasiswa dapat mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan dengan cara mudah tanpa harus dibatasi dengan jarak dan waktu.
Perpustakaan online, sumber ilmu yang bisa diakses tanpa mengenal jarak dan waktu
(Source: screenshoot here)

Ketiga, sebagai sarana berkonsultasi dengan pakar-pakar yang berbeda di tempat lain. Hal ini menyebabkan ruang dan jarak bukan lagi menjadi masalah. Sebagai contoh, seorang pelajar di Pulau Kalimantan yang sedang melakukan penelitian dapat berkonsultasi dengan seorang guru atau dosen yang ada di Pulau Jawa, yakni dengan memanfaatkan layanan e-mail, chatting, ataupun mailing list.

Keempatsebagai pendukung manajemen pendidikan. Dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, manajemen pendidikan di Indonesia tentu akan lebih tertata rapi. Data-data apapun tentang pendidikan, juga akan lebih mudah di akses oleh masyarakat. 
Dapodik, salah satu manfaat TIK sebagai pendukung managemen pendidikan (Source: here)

Kelimasebagai media diskusi online, yaitu diskusi yang dilakukan di internet. Aplikasi diskusi online memungkinkan para pelajar dapat saling bertukar fikiran tanpa harus berkumpul di suatu tempat tertentu. Dan masih banyak lagi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bisa diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya di Indonesia.

Nah, dengan melihat begitu banyaknya sesuatu yang bisa dimanfaatkan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka mau tidak mau kita harus mengaplikasikannya di setiap aspek dalam dunia pendidikan. Harapannya tentu dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi, kita akan mampu membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Namun, harus kita akui bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di dalam sektor pendidikan masih memiliki beberapa kendala. Salah satunya adalah kurang meratanya pengadaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di beberapa daerah. Dengan itu, maka Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat menyamaratakan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini di semua daerah di seluruh penjuru negeri ini.
Belum semua masyarakat Indonesia mendapatkan akses internet (Source: here)

Jika kita mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi semaksimal mungkin, maka tak mustahil jika suatu saat mutu pendidikan Indonesia akan sejajar bahkan mengungguli negara-negara yang maju di dunia. Akhirnya, dalam bidang apapun, mari memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana untuk membangun bangsa!

#KitaIndonesia
***
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Membangun Indonesia melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi

Wednesday, September 21, 2016

, , ,

Menelusuri Surga Kecil yang Tercecer di Tana Samawa

Siapa yang tidak mengakui kehebatan Nusantara? Ya, Nusantara, negeri kepulauan yang membentang dari Sabang sampai ke Merauke di Papua, dari Miangas sampai ke pulau Rote di Nusa Tenggara sana. Nusantara adalah sebutan bagi negeri Indonesia, negeri eksotik dengan segala macam keanekaragamannya. Salah satunya adalah keanekaragaman budaya.

Berbicara tentang budaya, tidak diragukan lagi bahwa di setiap daerah di Nusantara ini mempunyai kekayaan budaya yang masing-masing mempunyai filosofi dan daya tarik sendiri-sendiri. Demikian juga yang ada di Sumbawa, salah satu daerah yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Untuk melihat dengan jelas bagaimana budaya di Sumbawa, kiranya kita perlu menjelajah beberapa pedesaan yang ada di sana. Salah satunya adalah Dusun Pamulung, sebuah dusun yang termasuk dalam Wilayah Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, yang terletak sekitar 8 km dari kota Sumbawa Besar. Dusun ini merupakan desa wisata, karena di desa tersebut dapat kita jumpai dan saksikan berbagai atraksi budaya daerah, seperti Karaci, Barapan Kebo, tari-tarian tradisional serta musik tradisional.
Barapan Kebo di Dusun Pamulung (Source: here)

Selain Dusun Pamulung ada juga wisata Desa Tepal, desa tradisional yang terletak sekitar 37 km dari pusat kota, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Batu Lanteh. Desa ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan berkuda. Desa Tepal menyimpan banyak budaya tradisional, karena masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat dan budaya Samawa. Hal ini dapat dilihat dari cara berpakaian, cara hidup dan bentuk rumah yang unik, sehingga desa ini disebut juga Desa Adat.
Desa Tepal yang menyimpan banyak budaya tradisional (Source: here)

Desa adat yang tak kalah menarik untuk dikunjugi adalah Desa Poto, salah satu desa di Kabupaten Sumbawa yang juga tetap memelihara kelestarian budaya daerah seperti tenunan tradisional, pembuatan gerabah dan atraksi permainan rakyat seperti pacuan kuda, karapan kerbau. Desa Poto letaknya di Kecamatan Moyo Hilir, kira-kira 13 km dari kota Sumbawa Besar. Desa ini dapat dengan mudah dijangkau dengan sarana transportasi darat yang senantiasa melayani trayek di daerah tersebut setiap hari. 
Pengrajin tenun tradisional di Desa Poto (Source: here)

Selain desa-desa tersebut, satu lagi daerah yang masih mempertahankan sifat tradisionalnya, yaitu Dusun Talwa. Dusun Talwa merupakan dusun pandai besi (Black Smith) yang terkenal dalam pembuatan pisau, parang, cangkul, tembilang, dan sebagainya. Dusun Talwa yang oleh para wisatawan dijuluki sebagai Blingin Jerman ini terletak di kecamatan Moyo Hulu, berjarak 14 km dari kota Sumbawa Besar. Dan masih banyak lagi daerah unik di Sumbawa dengan beragam adat istiadatnya yang menarik.
Dusun Talwa yang terkenal dengan pandai besinya (Source: here)

Memang, berbicara tentang Sumbawa tak akan ada endingnya. Karena memang banyak hal menarik yang bisa diperbincangkan dari daerah berjuluk Tana Samawa ini. Dan jika kita membahas tentang Sumbawa, kiranya kita tak perlu mempertanyakan tentang keindahahan panorama alamnya. Karena memang setiap sudut pemandangan di Tana Samawa ini, keindahannya tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Untuk membuktikannya, kiranya kita perlu berkunjung ke pantai Saliper Ate. Saliper yang berarti penyejuk, dan Ate berarti hati. Sesuai dengan namanya, pantai Saliper Ate berarti pantai yang dapat menyejukkan hati pengunjungnya. Pantai ini terletak sekitar 5 km di sebelah barat kota Sumbawa Besar. Lokasinya yang mudah dijangkau dengan transportasi darat, membuat pantai ini menjadi obyek wisata pertama yang harus kita kunjungi jika datang ke Sumbawa.
Pantai Saliper Ate, penenang hati di Sumbawa (Source: here)

Pantai yang tak kalah indah selanjutnya adalah pantai Kencana. Jaraknya sekitar 11 km dari Kota Sumbawa Besar. Dengan bentuk pantai yang melengkung dan di kedua ujung lengkungannya masing-masing mempunyai rona tersendiri membuat panorama pantai ini sangat menawan. Terlebih, di lengkungan bagian kanannya berdiri batu karang dengan lubangnya yang setiap saat dihalau oleh ombak. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan siapapun yang menyaksikannya.
Panorama Pantai Kencana yang memanjakan mata (Source: here)

Destinasi yang juga tak boleh terlupakan ketika kita mengunjungi Sumbawa adalah Pulau Moyo (Moyo Island). Pulau Moyo ini terletak di sebelah utara Sumbawa, di depan teluk Saleh. Pulau dengan luas kurang lebih 30 hektare ini menyimpan sejuta pesona yang tergambar di berbagai obyek wisatanya yang sangat menarik. Salah satunya, adalah air terjun bertingkat yang akan memanjakan mata setiap pengunjungnya.
Pulai Moyo yang menyimpan sejuta pesona (Source: here)

Jika datang ke pulau Moyo, jangan pernah melewatkan untuk menelusuri keindahan pantai Ai Manis. Pantai berpasir putih yang terletak di daratan pulau Moyo ini mempunyai pemandangan bawah laut yang sangat indah dengan terumbu karang dan tropikal fish-nya yang menawan. Dilengkapi dengan hutan tropis yang ada disekitarnya, menjadikan Ai Manis ini sangat cocok bagi kegiatan camping dan snorkling. Dari Ai manis, kita juga dapat menyaksikan eksotisme tenggelamnya matahari (sunset). Ai Manis ini dapat ditempuh lebih kurang 30 menit dengan speed boat dari Ai Bari, kecamatan Moyo Hilir.
Pantai Ai Manis yang eksotis (Source: here)

Selain Pulau Moyo, ada juga pulau yang tak kalah indah. Ya, Pulau Kenawa, sebuah pulau yang terletak di Sumbawa Barat. Pulau ini adalah pulau kosong tak berpenghuni yang ditumbuhi ilalang serta rumput-rumput hijau. Pulau ini sangatlah mudah dikenali, karena terdapat satu bukit di pulau tersebut. Tidak butuh waktu sejam untuk menaklukkan bukit tersebut dan menapakkan kaki di puncak tertingginya. Pulau ini juga memiliki pantai berpasir putih dan juga warna laut yang mampu menyegarkan penglihatan.
Pulau Kenawa, salah satu surga kecil di Sumbawa (Source: here)

Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah wisata alam Teluk Saleh (Saleh Bay). Teluk Saleh merupakan gugusan berpasir putih dengan koralnya yang indah dan beraneka ragam ikan hias. Dari Teluk Saleh ini, kita juga dapat menyaksikan dengan jelas Gunung Tambora yang mempunyai kawah (Caldera) terluas di dunia.
Panorama alam di Teluk Saleh (Source: here)

Selain tempat-tempat tersebut, masih banyak lagi tempat indah lain di Sumbawa. Rasanya tak cukup sebuah buku tebal untuk menggambarkan keragaman budaya serta keindahan panorama alamnya. Keragaman budaya serta sejuta pesona itulah yang juga menjadikan tempat-tempat tersebut layak untuk dijuluki sebagai surga kecil yang tercecer di Tana Samawa.

Dengan sejuta pesona itu pula, maka tak heran jika seorang Youk Tanzil, founder sekaligus Executive Producer RoFA, menjadikan Tana Samawa ini sebagai salah satu daerah yang dilewati dan disinggahinya dalam perjalanan ekspedisi ke wilayah timur Indonesia. Ekspedisi 65 hari yang bertajuk ‘Return to The East’ ini dapat kita saksikan dalam program Ring of Fire Adventure (RoFA) yang disiarkan oleh Kompas TV.

Program Ring of Fire Adventure (RoFA) tersebut mengajak kita mengeksplor Indonesia Timur dengan cara yang berbeda, bukan sekedar travelling semata. Akan tetapi memotivasi kaum muda untuk memahami Indonesia dan melakukan perjalanan agar melihat realitas kekayaan Nusantara dari dekat. Untuk selanjutnya memungkinkan kita untuk lebih banyak belajar tentang toleransi dengan memaknai kembali perbedaan adat, budaya, serta agama sebagai sebuah karunia yang harus diterima dan disyukuri.


#GBCRoFA #RoFA 
***
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Gramedia Blogger Competition x Kompas TV

  • Bhinneka Sangkuriang
  • Tugas Siswa Di Sini
  • Zona Kontes Di Sini
  •