,

Daftar Lomba Blog Mei 2017 (Update!)

Hai, Kang Mas dan Mbak Yu.. Gimana punya kabar? Masih semangat untuk ikut lomba blog kan? Ya iyalah, gimana nggak semangat coba, kalau hadiahnya gede-gede bikin ngiler. Iya nggak? Nih, kalau nggak percaya, saya sudah rangkumkan kumpulan lomba blog di bulan Mei, spesial buat kalian yang sedang semangat dalam aktivitas tulis-menulis.

Daftar Lomba Blog Deadline Mei 2017:

1. Toko Cat Lancar Blog Contest. Temanya adalah Tutorial, Tips dan Trik, pengalaman pribadi dan produk cat yang ada di dalam website http://www.tokocatlancar.com. Deadline 27 Mei 2017. Hadiahnya uang tunai dan gadget keren.
2. Data Blog Competition. Temanya adalah Kenali Indonesia dengan Data. Deadline 5 Mei 2017. Hadiah total 21 Juta Rupiah!
3. Kompetisi Blog IGD 2017. Temanya adalah Cyberhome menceritakan bagaimana pengalaman: Belajar dari Rumah, Bekerja dari Rumah. Bisnis dari Rumah, atau Rekreasi dari Rumah. Deadline 24 Mei 2017. Hadiahnya trip ke Amrik dan gadget keren.
4. Lomba Blog Dinus 2017. Temanya adalah I love Udinus. Deadline Mei 2017. Hadiahnya 5 Juta Rupiah untuk 5 pemenang.
5. Lomba Blog Kooliah. Temanya adalah Serunya Belajar Pakai Aplikasi Kooliah. Deadlinenya 1 Mei 2017. Hadiahnya 3 smartphone keren.
6. Uri Cran Blog Competition. Temanya adalah Anyang-anyangan, kesehatan kewanitaan dan pengalaman mengatasi Anyang-anyangan dengan Uri-cran. Deadline 31 Mei 2017. Hadiahnya Macbook dan uang tunai jutaan rupiah.
7. Lomba Menulis Artikel Kreatif Wisata Halal Cheria 2017. Temanya adalah Liburan Lebaran dan Tahun Baru bersama Keluarga. Deadline 7 Mei 2017. Hadiahnya jalan-jalan Ke Pulau Weh Aceh dan uang tunai jutaan rupiah.
8. Herbadrink Blog Competition. Temanya adalah Pengalaman Minum Herbadrink Sari Temulawak. Deadline 10 Mei 2017. Hadiah total jutaan rupiah.
9. Axioo Blog Competition. Temanya adalah Axioo Gadget Indonesia Keren Gak Bikin Kere. Deadline 13 Mei 2017. Hadiahnya Windroid 9G, MyBook + Merchandise Axioo, Venge M5 dan lain-lain.
10. Lomba Penulisan Artikel Manajemen Populer PPM50. Temanya adalah Transformasi untuk Membangun Keunggulan. Deadline 31 Mei 2017. Hadiah total 27,5 juta rupiah.
11. ACE Writing Contest. Temanya adalah #HelpfulPlace. Deadline 2 Mei 2017. Hadiah total voucher ACE Hardware senilai 3 juta rupiah.
12. Lomba Blog IDCloudHost. Temanya adalah Go Digital Untuk Indonesia. Deadline 31 Mei 2017. Hadiah total senilai puluhan juta rupiah.
13. Prelo Blog Competition. Temanya adalah Hariku Bersama Prelo. Deadline 20 Mei 2017. Hadiah total jutaan rupiah.
14. Kompetisi Menulis Tribunnews. Temanya adalah Menjadi Perempuan Indonesia. Deadline 4 Mei 2017. Hadiahnya voucher belanja dan buku-buku menarik.
15. Blogging Competition #TiketNgeblog. Temanya adalah Pengalaman Menggunakan Tiket.com. Deadline 1 Mei 2017. Hadiah total senilai 6 juta rupiah.
16. Blog Competition Lactacyd Herbal. Temanya adalah Pengalaman Menggunakan Lactacyd Herbal. Deadline 9 Mei 2017. Hadiah Macbook Air, Handphone OPPO A39, dan voucher belanja.
17. Kompetisi Menulis Popbela Community. Temanya macam-macam, silakan dicek sendiri. Deadline 20 Mei 2017. Hadiah total 5 juta rupiah.
18. Pesona Vitalis Blog Competition. Temanya adalah #MemesonaItu bersama Vitalis. Deadline 15 Mei 2017. Hadiahnya IPhone dan voucher belanja jutaan rupiah.

Daftar Lomba Blog Deadline Juni 2017:

1. Ayam Dingin Segar Blogging Competition. Temanya adalah Experience with Ayam Dingin Segar. Deadline 1 Juni 2017. Hadiah total 6 Juta Rupiah.
2. Lomba Review Cloth Diaper Little Hippo. Temanya adalah Clodi Murah dan Berkwalitas. Deadline 30 Juni 2017. Hadiah total jutaan rupiah.

***
Untuk info selengkapnya, silakan klik judul lombanya ya, Kawan? Sementara itu dulu, besuk kalau ada lagi dan sempat, saya update lagi. Dan mohon maaf, deadlinenya tidak sempat diurutkan. Dicermati saja, okey? Oh ya, kalau kalian punya info lomba blog lainnya, boleh kok ditambahkan di kolom komentar. Terimakasih. Selamat menulis dan berkompetisi. Setiap tulisan punya jodoh masing-masing. Semoga sukses... 
, ,

Gravitasi: Dari Nada Hingga Kata-kata

Gravity, gravitasi. Setiap kali saya membaca, mendengar ataupun mengucapkannya, benak ini langsung terisi dengan banyak hal. Tak hanya Newton ataupun Einstein semata. 

Gravitasi, istilah yang pertama kali terdengar di telinga ketika saya duduk di bangku sekolah kelas lima. Namun lambat laun, istilah ini memang jarang sekali melintas di pikiran. Bagaimana akan terlintas, begitu lulus SD, otak ini dipenuhi dengan istilah ekonomi, rumus matematika, gambar grafik, sajak-sajak yang ingin saya kirimkan pada sang Kekasih, serta lika-liku kehidupan yang saya jalani.

Hingga suatu ketika, saat menonton X Factor USA Season 3 Episode Top 4, saya kembali mendengar istilah itu dalam sebuah lagu indah. Ya, “Gravity” judul lagunya. Saat itu, lagu ini ditembangkan oleh salah satu kontestannya yang merupakan sepasang kekasih, yaitu Alex and Sierra.



Entah, karena suara mereka yang terlalu merdu ataupun lagunya yang memang menyayat hati, saya lihat juri-jurinya pun banyak yang menangis saat memberikan komentar. Sebuah pertanda bahwa penampilan Alex and Sierra ini memang sangat mengesankan dan patut untuk diperhitungkan. Dan ternyata benar, dugaan saya tak meleset. Di akhir kompetisi, Alex dan Sierra lah yang kemudian menjadi pemenang X Factor USA Season 3.

Memang, bagi saya penampilan mereka saat itu so epic dan memorable. Namun, terlepas dari penampilan mereka yang memang keren, menurut saya, lagu Gravity yang mereka nyanyikan juga menjadi daya tarik tersendiri sehingga menjadi salah satu lagu yang mengantarkan mereka berdua menaiki podium juara. Akhirnya, secara tak sengaja, hati saya pun tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut tentang seluk beluk lagu Gravity yang mereka nyanyikan ini.
Dengan penuh rasa penasaran, saya segera searching untuk mengetahui siapa sebenarnya penyanyi asli dari lagu Gravity ini. Dan tak butuh waktu lama, saya pun menemukan jawabannya. Dialah Sara Bareilles, penyanyi cantik yang sudah tujuh kali menjadi penerima Grammy Award. Lagu Gravity sendiri masuk ke dalam album Sara yang berjudul Little Voice yang dirilis di tahun 2007 silam.
Sara Bareilles, penyanyi sekaligus pencipta lagu Gravity (Source: www.bustle.com)

Gravity. Jika mendengarkan lagu ini, maka kita akan mendapati sepanjang lagu yang menyuguhkan permainan piano yang terdengar mendamaikan telinga. Dentingan-dentingan tuts piano dengan nada-nada yang mendayu biru semakin membuat siapa saja yang mendengarnya akan terpikat dengan keindahannya. Ya, bagai seorang pelaut yang menemukan bintang untuk membawanya pulang saat berlayar di tengah lautan luas.


“Set me free, leave me be. I don't want to fall another moment into your gravity; Bebaskan aku, biarkanlah aku. Aku tak ingin terjatuh lagi ke dalam gravitasimu..”
Begitulah kurang lebih penggalan lirik dan arti reff lagu tersebut. Dan kalau boleh saya tafsirkan, secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan kepada kita bahwa rasa sayang itu memang akan selalu membekas dan menjadi daya tarik. Tak ubahnya gaya gravitasi bumi yang akan selalu menarik apapun yang ada di atasnya.
Tak hanya dari Alex and Sierra serta Sara Bareilles, ternyata saya kembali diingatkan tentang gravitasi oleh Sandra Bullock. Saat itu ia berperan sebagai Dr. Ryan Stone, seorang insinyur biomedis. Dengan ditemani oleh George Clooney, seorang astronot veteran, ia pun menjalani misi antariksa pertamanya. Benar, saya kembali teringat akan gravitasi saat menonton film berjudul “Gravity” besutan sutradara Alfonso Cuaron.
Sandra Bullock dalam Gravity (Source: mic.com)

Film Gravity ini menjadi menarik bagi saya, ketika tiba-tiba terjadi drama yang begitu mengerikan pada pesawat ulang alik yang ditumpangi oleh Sandra dan George. Ketika itu, serpihan satelit yang hancur oleh puing-puing dari sebuah serangan rudal menghatam pesawat mereka. Akibatnya, satu astronot terhempas oleh puing-puing hingga tak tertolong. Sedangkan Sandra, terjebak pada salah satu bagian stasiun dan terombang-ambing di luar angkasa.

Gravity. Alur cerita film ini, menurut saya memang cukup sederhana. Namun, kesan spektakulernya mampu meluluhkan hati ini untuk selalu ingin menontonnya kembali. Bagaimana tidak, selama kurang lebih 90 menit, saya dapat menyaksikan perjuangan keras seorang Sandra Bullock untuk bertahan hidup di ruang hampa udara. Hingga di ujung cerita, dengan perjuangan kerasnya, akhirnya ia pun berhasil pulang ke tempat asalnya. Ia mendarat di sebuah danau dengan kapsulnya. Dan setelah berenang ke tepian, ia pun berjalan tertatih-tatih sambil menyesuaikan diri dengan gravitasi bumi yang ada.



Memang, bagi ahli Fisika, film ini mungkin tidak akurat secara ilmiah dengan sejumlah improvisasinya. Akan tetapi, film ini tetaplah menarik dan mempesona. Terbukti, film ini memenangkan "Future Film Festival Digital Award" dalam Venice Film Festival 2013. Dan Sandra Bullock, pemeran utama dalam film ini, berhasil membawa pulang penghargaan "Best Actress Award" dalam Hollywood Film Festival 2013. Luar biasa, bukan?
Masih tentang gravitasi. Di bulan-bulan akhir tahun lalu, saya sempat menulis tentang sosok inspiratif yang juga punya gravitasi yang luar biasa. Dialah Pak Harjono, seorang pengrajin payung lukis yang hidup di daerah Juwiring, Klaten. Sebagai gambaran, sebelum tahun 1998 saat krisis moneter melanda, daerah Juwiring ini merupakan sentra penghasil payung lukis yang pangsa pasarnya sudah merambah ke beberapa negara tetangga.

Sayang, saat badai perekonomian menimpa mereka, sebagian besar pengrajin payung lukis di Juwiring beralih profesi. Terkecuali Pak Harjono. Ia masih konsisten menekuni profesi ini, meskipun dengan penghasilan yang pas-pasan. Tujuannya hanya satu, ia ingin agar payung lukis yang merupakan bagian dari budaya daerah sekaligus budaya bangsa ini tetap lestari. Dan bagi saya, inilah gravitasi luar biasa yang dimiliki Pak Harjono.
Inilah Pak Harjono, sosok yang berjuang untuk tetap mengembangkan payung di tengah badai..

Pak Harjono memang tak pernah berpikiran, bahwa apa yang dilakukannya akan berdampak besar di masa yang akan datang. Tapi, kata pepatah memang benar,“Siapa yang menanam, dialah yang akan menuai”. Atas semangat dan perjuangan keras yang dilakukan Pak Harjono dalam melestarikan budaya bangsa, ia mendapat apresiasi berupa bantuan dana dari sebuah perusahaan asuransi besar di Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Hasilnya, kini senyum Pak Harjono terlihat semakin sering terkembang, seiring dengan berkembangnya kembali usaha kerajinan payung yang digelutinya.

Dan rupanya, tak hanya Pak Harjono yang mempunyai kekuatan gravitasi. Rangkaian 1200-an kata yang mengisahkannya tersebut ternyata juga mempunyai daya tarik hingga memikat hati para juri. Ya, tulisan yang saya beri judul "Mengembangkan Payung di Tengah Badai" tersebut tanpa disangka-sangka mendapat apresiasi sebagai Juara 1 Kategori Umum ketika saya ikutsertakan dalam sebuah ajang lomba menulis yang sangat prestisius.
Awarding  di JCC Jakarta, 25 Februari 2017

Mungkin bagi sebagian penulis ataupun famous blogger, prestasi semacam itu adalah sesuatu yang biasa. Tapi bagi saya, pencapaian ini sangatlah luar biasa dan sarat makna. Dari pencapaian itu saya jadi sadar, bahwa sedikit banyak saya juga punya sebuah potensi yang bisa digali. Lebih dari itu, saya juga semakin yakin bahwa segala sesuatu itu punya gravitasi, seberapapun besarnya. Termasuk diri kita. Satu pertanyaan besar tiba-tiba saja muncul di benak ini, "Lantas, bagaimana cara meningkatkan gravitasi diri?"
Saya punya satu keyakinan, bahwa gravitasi luar biasa yang ada pada diri Alex and Sierra, Sara Bareilles, Sandra Bullock, dan Pak Harjono tentu bukannya tanpa proses. Melainkan tercipta dengan kerja keras yang disertai dengan rasa tulus dalam berkarya.  Ya, hal apapun jika dibuat dengan usaha yang maksimal, maka akan menghasilkan sebuah karya yang fenomenal. Termasuk sebuah karya tulisan dalam sebuah blog.

Memang, merangkai kata menjadi sebuah tulisan dalam blog itu mungkin terasa mudah. Akan tetapi, untuk menjadikannya maksimal ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses panjang yang melelahkan. Sebagaimana tulisan saya yang mengisahkan Pak Harjono. Ia tidaklah dibuat dengan sistem kebut semalam seperti legenda Bandung Bondowoso saat menyusun seribu candi. Akan tetapi berhari-hari dan bermalam-malam, hingga saya sendiri lupa berapa lama proses pembuatannya.
Semua akan terasa indah setelah berlelah-lelah

Kisah tentang Pak Harjono tersebut, juga tak akan tertulis kecuali dengan puluhan bahkan ratusan kali saya memutar otak. Tak akan selesai juga tanpa ribuan kali jari-jemari yang bersentuhan dengan keyboard laptop. Dan rasanya, tak akan lengkap juga tanpa menekan puluhan tombol shutter kamera ponsel sekedar untuk mencari gambar yang menarik sebagai penunjang daya tarik sebuah tulisan.

Pada intinya, agar sebuah tulisan dalam blog mempunyai gravitasi yang luar biasa itu dibutuhkan perjuangan panjang dan rasa tulus untuk berbagi. Senada dengan semangat Luna Indonesia dalam menghadirkan smartphone premium Luna untuk turut ambil bagian dalam memaksimalkan gravitasi diri pemakainya. Ya, Luna, smartphone besutan Foxconn dengan desain mewah stylish, spesifikasi tinggi dan kualitas premium ini telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun kemarin.
Spesifikasi smartphone premium Luna

Bagi orang awam, kehadiran Luna mungkin hanya akan dianggap sebagai penggembira di tengah pasar smartphone android yang telah lama menjamur di Indonesia. Namun bagi saya tidaklah demikian. Tak ubahnya Alex and Sierra, Sara Bareilles, Sandra Bullock, Pak Harjono, saya, dan tentu juga Anda adalah sama-sama manusia. Yang membedakan adalah kadar gravitasinya.

Demikian juga dengan Luna, meskipun sama-sama android, ia berbeda dengan android kebanyakan. Ya, Luna Smartphone adalah produk hasil karya perusahaan yang menjadi mitra perakitan Apple dalam membuat iPhone. Sehingga bisa saya katakan, bahwa Luna ini adalah smartphone android dengan rasa iPhone.



Spesifikasi hardware smartphone Luna, mungkin memang setara dengan smartphone lain yang mengandalkan prosesor Quad-Core 2.5 GHz dari Qualcomm Snapdragon dengan RAM 3 GB. Namun dari segi desain, smartphone ini memiliki kualitas setara dengan iPhone 6. Bahkan untuk urusan fotografi, bisa dibilang kamera Lunalah yang lebih unggul. Bagaimana tidak, ia dibekali kamera belakang beresolusi 13 MP dan kamera depan beresolusi 8 MP lengkap dengan fitur dual flash LED-nya.
Jepretan Luna maksimalkan gravitasi diri penggunanya

Dengan modal yang dimiliki itu, maka sudah pasti kamera Luna akan mampu menghasilkan jepretan gambar yang maksimal, serta merekam video dengan frame rate yang tinggi. Dan sepertinya, kemampuan ponsel seperti itulah yang menjadi impian para blogger, termasuk saya. Dengan Luna, sudah tentu gravitasi diri yang tercermin dalam sebuah posting blog akan menjadi semakin maksimal. So, be the gravity with Luna!



#BeTheGravity #SmartphoneLUNA
***

*Referensi:


Bingung Jual Rumah Warisan? Ikuti Trik Ini!

Jual rumah warisan tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama dengan pada saat kita jual rumah pada umumya. Diperlukan cara yang tepat dan khusus untuk rumah dijual di Jakarta yang satu ini. Warisan merupakan masalah utama yang bisa memecahkan sebuah keluarga. Banyak kasus-kasus jual rumah warisan yang dibawa ke ranah hukum karena tidak ditangani dengan tepat. Menjual rumah atau properti warisan dengan cara yang tepat akan mengurangi potensi konflik keluarga yang biasa terjadi. Pada dasarnya jual rumah warisan memiliki alur dan proses yang sama dengan jual beli rumah dijual di Jakarta yang lainnya. Letak perbedaannya hanya ada pada pihak penjual dan pajak-pajak yang timbul akibat transaksi jual beli rumah tersebut.

Ketika jual rumah atau properti biasa, pihak penjual adalah orang yang namanya tercantum dalam sertifikat rumah atau properti yang ada dalam proses penandatanganan akta jual beli. Namun pada kasus jual rumah atau properti warisan yang menjadi penjual ialah ahli waris dari pemilik properti atau rumah yang sudah meninggal atau pewaris, dan orang ini memiliki kewajiban untuk membayar pajak waris.

Berdasarkan peraturan pemerintah No. 111 Tahun 2000 perhitungan pajak BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi ahli waris adalah sebagai berikut:

Nilai Pajak Perolehan Objek Pajak dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (sesuai Keputusan Kepala Kantor Wilaya Ditrektorat Jendral Pajak setempat ) dikalikan 5 %, kemudian dikalikan lagi 50 %. Ahli waris harus dibuktikan tertulis dalam bentuk Surat Keterangan Waris atau SKW.

Trik khusus untuk mengatasi dan melakukan proses jual rumah warisan dengan proses yang lancar tanpa konflik keluarga yang berarti memang sangat diperlukan. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan :

Konsultasi Dengan Pihak Berwenang
Menjual rumah dengan cara yang aman dan terhindar dari konflik memang sebaiknya didampingi oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti pengacara keluarga atau notaris atau lembaga bantuan hukum. Dengan adanya kesaksian dari notaris atau pengacara keluarga, maka pengesahan keputusan jual rumah warisan ini dapat disahkan secara hukum, dan dapat disaksikan oleh seluruh pihak keluarga yang terkait serta pihak ahli waris yang terlibat dalam proses jual beli rumah warisan. Dengan dilindungi oleh hukum, baik itu undang-undang yang sudah diatur oleh Negara ataupun peraturan dan syariat agama, proses jual beli rumah dijual di Jakarta akan berjalan tanpa konflik yang berarti.

Musyawarah Keluarga
Sebelum memutuskan untuk jual rumah warisan akan lebih baik bila melakukan diskusi dan musyawarah keluarga hingga mencapai kata mufakat atas keputusan jual beli rumah. Dengan berdiskusi dan bermusyawarah akan diketahui semua keinginan dari ahli waris yang bersangkutan atas hasil dari jual rumah tersebut.

Penuhi Persyaratan Legalitas Penjualan Properti Warisan
Untuk melancarkan proses transaksi jual beli rumah dijual di Jakarta diperlukan beberapa dokumen pelengkan untuk mendukung proses transaksi. Dokumen tersebut diantaranya:

  1. Data properti terkait sertifikat tanah : Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) 5 tahun kebelakang dilengkapi dengan surat tanda terima setoran atau bukti pembayaran, bukti pembayaran listrik, telepon, air bila masih memiliki hak tanggungan harus ada surat roya dari bank terkait.
  2. Data Penjual dan Pembeli: Fotocopy KTP, KK, keterangan WNI atau ganti nama bila ada
  3. Surat keterangan ahli waris yang berisikan keterangan anggota keluarga yang masuk dalam ahli waris rumah yang akan dijual. Berdasarkan SK Depdagri Direktorat Pendaftaran Tanah No. DPT/12/63/12/69 juncto Pasal 111 ayat 1C butir 4 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1997, yang berhak menjadi saksi dalam surat keterangan waris ialah notaris, lurah dan BHP atau Balai Harta Peninggalan untuk WNI keturunan Timur Asing.
  4. Surat keterangan kematian
Libatkan Perantara
Perantara bisa dipilih oleh pakar hukum untuk menghindari konflik. Kamu bisa jual rumah warisan tanpa mengkhawatirkan hubunganmu dengan keluarga. Sebenarnya bisa saja bila kamu ingin menjualnya tanpa perantara. Namun karena proses jual rumah warisan sangat rentan dengan konflik maka sebaiknya kamu libatkan banyak pihak untuk mendokumentasikan proses jual rumah atau properti warisan ini. Selain itu hal ini juga tidak akan membuat kamu dan anggota keluarga lainnya kerepotan dengan segala persyaratan dan hal-hal lain yang perlu dipersiapkan saat proses jual beli rumah dijual di Jakarta.

Bagaimana bila ada kesepakatan yang dilanggar?
Bila selama proses jual rumah atau properti terdapat pelanggaran atau pengingkaran kesepakatan maka pelanggar akan dikenakan tuduhan pidana Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai kasus penggelapan.

Nah, itulah beberapa langkah yang dapat kamu dan keluarga jalankan dan terapkan ketika henda jual rumah warisan. Langkah yang benar, tepat dan terstruktur dengan baik akan memudahkan kamu melalui proses jual beli rumah dijual di Jakarta dengan cepat dan aman. Pastikan semua dokumen pendukung diperoleh sesuai dengan jalur hukum yang legal. Semoga informasi diatas bisa menjadi salah satu solusi untuk memecahkan permasalahanmu. Terima Kasih.

Jelajah Kaliadem, Wisata Eksotis di Lereng Merapi

Beberapa hari yang lalu, di sela-sela mendampingi kegiatan Perkemahan Tutup Tahun, saya dan teman-teman menyempatkan waktu untuk jalan-jalan ke Lava Tour Merapi Kaliadem. Kalian sudah pernah mendengar tentang obyek wisata ini kan? Ya, Kaliadem adalah salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang terletak sekitar 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Obyek wisata ini, secara administratif  terletak di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kabarnya, ketika erupsi Merapi tahun 2006 terjadi, Kaliadem ini merupakan jangkauan terjauh dari terjangan lahar dingin dan awan panas, yang kalau dalam bahasa masyarakat setempat disebut sebagai wedhus gembel. Saat itu, ribuan kubik pasir dan batu menimbun kawasan Kaliadem ini, sehingga seketika mengubah wajah Kaliadem yang sebelumnya berupa bumi perkemahan hijau nan asri menjadi hamparan tanah gersang yang sangat luas. Nah, kawasan yang tertimbun bekas lahar Merapi inilah yang kemudian diresmikan sebagai obyek wisata dengan nama Lava Tour Kaliadem.
Hai kamu, dapat salam loh dari Kaliadem. Kapan mau ke sini?

Obyek wisata Kaliadem terletak sekitar 35 kilometer di sebelah utara Kota Yogyakarta. Tidak begitu jauh memang. Tetapi karena hingga saat ini belum ada angkutan umum dari pusat kota Yogyakarta yang langsung ke Kaliadem, maka jika kalian ingin berkunjung ke tempat ini maka saya sarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Saya sendiri, saat itu memilih untuk menggunakan motor. Karena selain murah, dengan motor saya juga dapat dengan mudah melintasi naik turunnya jalan menuju lokasi ini. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi daya tarik Kaliadem?

Sebagaimana kita tau, kawasan Kaliadem yang terletak di sebelah selatan Gunung Merapi ini merupakan dataran tinggi. Dari kawasan ini, kita dapat menyaksikan puncak Merapi yang menjulang tinggi dengan jarak pandang lumayan dekat. Pesona keindahan gunung setinggi 2.965 meter di atas permukaan laut (dpl) inilah yang menurut saya menjadi magnet tersendiri. Terlebih jika disertai dengan hiasan asap sulfatara yang tak pernah berhenti mengepul dari mulut kawahnya, tentu akan menjadikan pemandangan yang semakin terlihat eksotis.
Saya sendiri nggak tau ini adegan apa. Yang jelas, puncak Merapi terlihat sangat eksotis..

Oh ya, selain puncak gunung, di lokasi ini kita juga dapat melihat sebuah bunker. Konon, bunker ini dibangun untuk perlindungan bila sewaktu-waktu Merapi menyemburkan awan panas. Akan tetapi, erupsi yang terjadi pada tahun 2006 tersebut, ternyata selain menyemburkan awan panas juga memuntahkan material berupa pasir dan bebatuan panas yang mampu menumbangkan Geger Boyo, bukit kecil yang terletak di bagian selatan Merapi. Akibatnya, material panas tersebut menimbun bunker setebal tiga meter.

Memang, bunker tersebut dibuat dari beton setebal 25 cm dan berpintu besi. Akan tetapi, kekokohannya ternyata tak cukup kuat meredam panasnya material sehingga mengakibatkan dua orang relawan meninggal di dalamnya. Inilah sebuah bukti nyata akan kedahsyatan Merapi yang menurut para ahli Geologi sudah terjadi sejak dahulu kala.
Ini dia bunker Kaliadem, tempat ditemukannya dua relawan yang terjebak wedhus gembel

Di atas tumpukan material yang menimbun bunker, saya sempat menerawang nun jauh ke sana. Saya teringat akan hipotesis terkenal yang berasal dari seorang ahli geologi Belanda. Willem van Bemmelen Reinout, namanya. Ia berpendapat bahwa Gunung Merapi pernah meletus dahsyat pada tahun 1006 silam. Sedemikian dahsyatnya letusan inilah yang kemudian ditafsirkan oleh para arkeolog sebagai penyebab runtuhnya kota-kota besar di Jawa Tengah yang diikuti dengan migrasinya Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur.

Seketika hati saya pun bertanya-tanya tentang 'status' keberadaan gunung. Apakah ini berarti bahwa ketiadaan Merapi dan gunung-gunung lainnya akan menghilangkan bencana alam yang kerap kali menelan korban jiwa, sehingga menjadikan bumi lebih aman untuk dihuni?
Merapi memang terlihat cantik, kalau kami sedang berpose sok cantik, hahaha...

Fakta menunjukkan sebaliknya! Menurut ahli Geologi, bumi yang rata akibat ketiadaan gunung justru akan menghancurkan segala sesuatu yang ada di atasnya. Ya, sebagaimana kita ketahui, kerak bumi adalah lapisan permukaan tempat kita tinggal. Kerak bumi ternyata juga tidak diam alias bergerak di atas suatu lapisan lain yang dinamakan mantel. Jika tidak ada perangkat yang mengendalikan pergerakan kerak bumi ini, maka goncangan dan gempa terus-menerus akan terjadi di bumi, sehingga tentu menjadikannya tempat yang benar-benar tak dapat dihuni.

Singkatnya, saya berpikiran bahwa gunung ini ibarat paku atau pasak yang menancap dan mencengkeram lembaran-lembaran papan kayu dengan erat dan kokoh. Keberadaan gunung mampu meredam kerak bumi yang bersifat mudah bergerak, sehingga meminimalisir terjadinya guncangan-guncangan. Sungguh, ini adalah bukti kekuatan, kehebatan dan kesempurnaan Sang Maha Kuasa dalam menciptakan segala sesuatu.
Abaikan yang di sebelah kiri. Eh, terbalik ya? Hehehe..

Belum selesai saya membayangkan keagungan Tuhan, tiba-tiba angin gunung sore hari berhembus menerpa pori-pori. Saya pun seketika tergugah dari lamunan. Ya, sore itu saya memang hanya mengenakan kaos dan rompi saja, yang ternyata tak mampu meredam dinginnya angin gunung. Ah, andai saja saya membawa jaket parka, tentu saya tidak akan merasa kedinginan dan masih bisa berlama-lama lagi di tempat yang luar biasa ini. Saya pun bergegas pulang meninggalkan indahnya puncak Merapi yang masih dinikmati oleh ratusan pengunjung.

  • Daftar Lomba Blog
  • Kurikulum 2013
  • Lomba Blog
  •