Kategori: , ,

Untung Berbisnis Lampu Tidur

Bosan ngabisin waktu di kantor seharian? Tenang, kamu masih punya alternatif lain. Budi, seorang pegawai kantoran, berhenti dari pekerjaannya dan mulai membuka usaha sendiri.

Raup Jutaan Setiap Hari dengan Bisnis Lampu Tidur 
Bingung sama modal? Tabunglah dulu sedikit dari uang gajimu. Modal buat usaha nggak mesti besar kok. Buktinya, sebelum memulai usaha, Budi hanya menggunakan modal 5 juta rupiah. Ia kemudian mencoba berbisnis lampu dengan beragam model.

Awalnya, Budi melihat orang tuanya yang punya usaha sendiri. Ia tergerak karena keduanya terlihat santai. Ia mencari-cari informasi cara membuat lampu tidur sesuai yang diinginkan. Lampu miliknya dihargai 25 ribu rupiah. Budi mendapat omzet hingga 10 juta rupiah sampai 15 juta rupiah tiap bulan.
Masalah pemasaran produk diatur oleh seorang teman. Budi hanya fokus pada pembuatan lampu tidur aja. Ia menikmatinya karena lewat bisnis itu, produk bisa disesuaikan dengan apa yang ia mau. Dia juga menyediakan opsi kustom buat pembelinya.

Terlihat Menyenangkan, Belum Tentu buat Hidup Senang 100% 
Budi merasa keputusannya buat keluar kerja sudah tepat. Ia lebih menikmati dunia bisnis dibanding kantoran. Meski begitu, potensi bisnis kerajinan yang menggiurkan bukannya tanpa masalah. Saat ini, industri kerajinan lokal mengalami tantangan ekspansi produk China. Ya, sejak China ASEAN Free Trade Area (CAFTA) diberlakukan, China dengan mudah memasukkan produk ke Indonesia. Ini jelas berdampak sama popularitas kerajinan lokal.
Seorang pedagang Tanah Abang mengaku kalau dia lebih suka jual produk China. Alasannya adalah harga yang lebih murah, jadi peminatnya lebih besar juga. Selain itu, seorang pedagang mainan juga menyatakan kalau barang China cenderung lebih awet.

Permasalahan Terletak pada Sikap dan Persepsi Konsumen
Kenapa produsen China suka memasok barang ke Indonesia? Karena ada yang beli. Produsen nggak bakal tertarik kalau nggak ada yang minat sama barangnya. Salah satu faktor yang bikin masalah ini terjadi adalah sikap konsumen sendiri. Mereka cenderung lebih memilih barang dengan harga murah dan kualitas rendah.

Kebanyakan konsumen tertarik dengan barang China tiruan atau imitasi. Mereka memilih opsi ini karena harga produk dengan brand terkenal harganya sangat tinggi. Produk tiruan bisa mengakomodasi gaya dengan harga murah. Buat beberapa orang, opsi seperti ini bikin mereka bisa beli macam-macam barang berbeda untuk koleksi.
Kalau kamu jalan-jalan ke pasar, banyak banget barang KW berjejeran di kios-kios. Ini juga bisa jadi salah satu alasan kenapa banyak orang tertarik. Kemudahan akses bikin orang berduit sekalipun tergiur buat membeli.

Dalam menghadapi serbuan barang tiruan, perlu perubahan mindset dari para konsumen. Kita harus mulai menghargai hak kekayaan intelektual para pengrajin dengan tidak membeli barang tiruan. Sikap ini bisa dibentuk lewat pendidikan sejak dini. Orang tua punya peran penting untuk membentuknya. Pemerintah sendiri sudah berupaya melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Selain itu, dibuat juga perubahan undang-undang tentang hak cipta.

Kreasi Lampu Tidur yang Kreatif dan Bisa Jadi Lahan Bisnis Baru
Tertarik memulai usaha kerajinan? Contohlah pengrajin yang udah lebih dulu sukses di bidangini. Coba eksplor ide-ide di bawah ini, sebelum kamu nemuin keunikan produkmu sendiri.

• Chantal Store. Kalau kamu lihat lampu tidur ala Chantal Store, pasti akan terbayang jenis lampion. Hal itu muncul dari bentuknya yang bulat. Namun, ada perbedaan lampu tidur Chantal Store dengan lampion. Ia menggunakan bahan kain wool penuh warna yang bisa bikin ruangan ceria.
• Alsyafir. Lampu tidur ala Alsyafir punya nuansa redup nan menghangatkan. Label satu ini khusus menjual rampu dengan gaya oriental. Desainnya sendiri beragam, ada yang berbentuk tabung ala Jepang dan Korea. Ada juga bentuk kubis dan diagonal. Kelebihan lampu hias ini adalah bahan dasar kayu tahan lama.

• Qnie Gallery. Filosofi dari nama brand ini adalah supaya semua barang yang dihasilkan kekinian. Wajar saja, desain yang dibuatnya nggak pernah ketinggalan zaman. Salah satu produk Qnie adalah lampu tidur yang dihiasi oleh kain batik di sekelilingnya.

• Widusaka Woodmate. Produk dari brand ini cocok banget buat pecinta kayu. Widusaka mengusung bahan kayu. Hal tersebut membuat kesan artistik, menarik, kuat, dan kokoh. Desain futuristic Widusaka bikin ruangan keliatan modern, tanpa menghilangkan unsure klasiknya.
• Kayas Decoration. Mirip sama Chantal Store, Kayas menjual lampu tidur bulat ala lampion. Label ini memberikan kebebasan pembelinya buat memilih ukuran dan warna pesanan. Ada dua pilihan warna lampu bisa dipilih, yaitu kuning dan putih. Cahaya kuning cocok buat penggunaan lampu tidur.

Kelima label di atas sama-sama memasarkan lampu tidur di Qlapa.com. Marketplace online ini udah ngebantu ratusan pengrajin lain untuk menaikkan omzet mereka.

Qlapa menjembatani pengrajin dan konsumen di seluruh dunia. Jadi, pengrajin di daerah bisa memasarkan produknya tanpa batasan ruang dan waktu. Inovasi ini adalah salah satu solusi buat meningkatkan popularitas kerajinan dalam negeri.

Anda baru saja membaca Untung Berbisnis Lampu Tidur . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

1 komentar:

  1. Wah keren banget nih Qlapa.com bisa buat jualan handmade produk lokal.
    Aku pling suka kerajinan, jadi cocok kalo aku seneng banget bisa beli produk homemade di Qlapa.com

    ReplyDelete