Saturday, September 6, 2014

Kategori: , ,

Iman Kepada Allah (2)

Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama sekaligus sebagai pondasi dari rukun iman yang lain. Allah swt. adalah Zat yang Mahakuasa, yang menciptakan alam beserta seluruh isinya sekaligus sebagai penjaga dan pengatur alam jagat ini, yang tidak pernah merasa lelah, yang tidak pernah mengantuk, tidak pernah tidur, dan tidak merasa berat menjaga keduanya. Dialah Allah swt. yang memiliki sifat wajib, mustahil, dan jaiz sebagai sifat kesempurnaan-Nya. Adapun sifat-sifat wajib dan sifat-sifat mustahil bagi Allah adalah sebagai berikut.

No
Sifat wajib
Artinya
Sifat mustahil
Artinya
1
Wujud
Ada     
Adam 
Tidak ada
2
Qidam
Terdahulu
Hudus 
Baru
3
Baqa   
Kekal  
Fana   
Lenyap
4
Mukhalafatuhu lil hawadis
Berbeda dengan yang baru
Mumasalatuhu lil hawadis
Serupa dengan yang baru
5
Qiyamuhu binafsih
Berdiri dengan sendiri-Nya
Ihtiyaju bigairih
Berhajat kepada yang lain
6
Wahdaniah     
Esa     
Ta’addud        
Berbilang/berjumlah
7
Qudrat
Berkuasa        
Ajzu    
Lemah
8
Iradat  
Berkehendak 
Karahah         
Terpaksa
9
I1mu   
Mengetahui    
Jahlun
Bodoh
10
Hayat 
Hidup  
Maut   
Mati
11
Sama 
Mendengar     
Summun        
Tuli
12
Basar
Melihat
Umyun           
Buta
13
Kalam 
Berfirman
Bukmun         
Bisu

Apabila sifat-sifat tersebut ditambah dengan sifat maknawiyah sebanyak tujuh sifat, maka akan menjadi 20, yaitu sebagai berikut.
No
Sifat Maknawiyah
Artinya
1
Qadiran          
Mahakuasa
2
Muridan          
Maha Berkehendak
3
Aliman
Maha Mengetahui
4
Hayyan          
Mahahidup
5
Sami'an          
Maha Mendengar
6
Basiran           
Maha Melihat
7
Mutakalliman 
Maha Berfirman

Selain sifat wajib dan mustahil tersebut, Allah juga mempunyai sifat jaiz yang artinya boleh (bebas). Maksudnya, Allah bebas berbuat sesuatu dan bebas pula tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak dan kuasa-Nya.

Asmaul Husna

Selain sifat kesempurnaan Allah swt. sebagaimana telah disebutkan, Allah juga mempunyai nama-nama baik yang jumlahnya 99. Sebagai orang yang beriman, kita dianjurkan untuk selalu menyebut-Nya. Firman Allah swt artinya: Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang agung sesuai dengan sifat-sifat Allah), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama­-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al A’raf: 180).

Asmaul Husna berasal dari kata al-asma yang berarti nama-nama dan al-husna yang berarti baik. Jadi al-Asmaul Husna secara bahasa diartikan dengan nama-nama yang baik. Asmaul Husnaadalah nama Allah yang terbaik. Bisa dikatakan pula sebagai asma Allah yang terindah. Ia merupakan puncak keindahan karena di dalamnya terdapat makna terpuji dan termulia. Nama-nama terindah itu mengandung pengertian kehidupan yang sempurna, yang tidak didahului dengan ketiadaan dan tidak diakhiri dengan kesirnaan. Tidak berawal dan tidak berakhir.

Secara fitrah manusia telah dibekali sifat-sifat baik dan terpuji. Sifat-sifat tersebut merupakan pancaran dari asmaul husna. Sayangnya sejalan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan, sifat-sifat dasar tersebut perlahan-lahan melemah dan menjadi terkalahkan.

Sejak lahir, manusia telah dilengkapi dengan hati yang fitrah (bersih). Hal ini merekam sifat-sifat Allah. Jika ia mampu memeliharanya samapai dewasa, maka pancaran Asmaul Husnaakan membuat dirinya menjadi mulia. Tapi jika sifat fitrah itu terkontaminasi dengan sesuatu yang buruk, maka sifat-sifat fitrah ini akan menjadi lemah bahkan terkalahkan dan terbelenggu oleh emosi diri, prasangka negative, kepentingan pribadi dan pengaruh-pengaruh luar yang tidak menguntungkan.

Sifat-sifat dasar ini tidak akan pernah hilang dari manusia sampai dia meninggal, walaupun dia terkalahkan oleh sifat-sifat buruk. Hal inilah yang menjadi dasar keimanan seseorang kepada Allah SWT. Jika dia mampu menjaga dan mempercayai suara-suara hati yang baik, maka nilai keimanannya kepada Allah akan semakin baik.

Rasulullah Saw bersabda.
اِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمَامَنْ حَفَظَهَادَخَلَ الْجَنَّةَ وَاِنَّ اللهَ وِتْرٌ وَيُحِبُّ الْوِتْرَ     (رواه ابن ماجه)
Artinya: "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa menghafalnya (dengan meyakini akan kebenarannya), is masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Mahaganjil (tidak genap) dan senang sekali pada sesuatu yang ganjil."(HR Ibnu Majah).

Adapun Asmaul Husna sebagaimana difirmankan Allah swt. dalam Al Quran dan disabdakan oleh Rasullullah saw. jumlahnya ada 99:

No
Asmaul Husna
Artinya
Ayat Rujukan
1
Ar Rahman    
Maha Pemurah
(QS Al Fatihah: 3)
2
Ar Rahim
Maha Pengasih
(QS Al Fatihah: 3)
3
Al Malik
Maharaja
(QS Al Mu'minun: 116)
4
Al Quddus      
Mahasuci       
(QS Al Jumuah: 1)
5
As Salam       
Mahasejahtera           
(QS Al Hasyr: 23)
6
Al Mu'min       
Maha Terpercaya
(QS Al Hasyr: 23)
7
Al Muhaimin               
Maha Memelihara
(QS Al Hasyr: 23)
8
Al `Aziz           
Mahaperkasa
(QS Ali Imran: 62)
9
Al Jabbar                    
Kehendaknya Tak Dapat Diingkari
(QS Al Hasyr: 23)
10
Al Mutakabbir 
Memiliki Kebesaran
(QS Al Hasyr: 23)
11
Al Khaliq         
Maha Pencipta           
(QS Ar Ra'd: 16)
12
Al Bari'            
Mengadakan dari Tiada
(QS Al Hasyr: 24)
13
Al Musawwir  
Membuat Bentuk       
(QS Al Hasyr: 24)
14
Al Gaffar        
Maha Pengampun     
(QS Al Baqarah: 235)
15
Al Qahhar                   
Mahaperkasa
(QS Ar Ra'd: 16)
16
Al Wahhab     
Maha Pemberi           
(QS Ali Imran: 8)
17
Ar Razzaq                  
Maha Pemberi Rezeki
(QS Az Zariyat: 58)
18
Al Fattah                     
Maha membuka (hati)
(QS Saba: 26)
19
Al 'Alim           
Maha Mengetahui      
(QS Al Baqarah: 29)
20
Al Qabid         
Maha Pengendali       
(QS Al Baqarah: 245)
21
Al Basit           
Maha Melapangkan   
(QS Ar Ra'd: 35)
22
Al Khafid        
Maha Merendahkan  
(HR At Turmuzi)
23
Ar Rafi'           
Maha Meninggikan    
(QS Al An'am: 83)
24
Al Mu'iz          
Maha Terhormat        
(QS Ali Imran: 26)
25
Al Muzill          
Maha Menghinakan   
(QS Ali Imran: 26)
26
As Sami'         
Maha Mendengar      
(QS Al Isra: 1)
27
Al Basir           
Maha Melihat 
(QS Al Hadid: 4)
28
Al Hakam                   
Maha Memutuskan Hukum
(QS Al Mu'min: 48)
29
Al `Adl            
Maha adil
(QS AI An'am: 115)
30
Al Latif            
Maha lembut
(QS Al Mulk: 14)
30
Al Khabir        
Maha Mengetahui      
(QS Al An'am: 18)
32
Al Halim         
Maha Penyantun       
(QS Al Baqarah: 235)
33
Al `Azim                     
Maha agung
(QS Asy Syura: 4)
34
Al Gafur         
Maha Pengampun     
(QS Ali lmran: 89)
35
Asy Syakur                
Maha Menerima Syukur
(QS Fatir: 30)
36
Al `Aliyy                      
Maha tinggi
(QS An Nisa: 34)
37
Al Kabir                      
Maha besar
(QS Ar Ra'd: 9)
38
Al Hafiz          
Maha Penjaga
(QS Hud: 57)
39
Al Mugit          
Maha Pemelihara      
(QS An Nisa: 85)
40
Al Hasib                      
Maha Pembuat Perhitungan
(QS An Nisa: 6)
41
Al Jalil             
Maha luhur
(QS Ar Rahman: 27)
42
Al Karim                     
Maha mulia
(QS An Naml: 40)
43
Ar Raqib         
Maha Mengawasi      
(QS Al Ahzab: 52)
44
Al Mujib          
Maha Mengabulkan   
(QS Hud: 61)
45
Al Wasi'                      
Maha luas
(QS Al Baqarah: 268)
46
Al Hakim                    
Maha bijaksana
(QS Al An'am: 18)
47
Al Wadud       
Maha Mengasihi        
(QS Al Buruj: 14)
48
AI Majid                      
Maha mulia
(QS Al Buruj: 15)
49
Al Ba'is                       
Maha Membangkitkan
(QS Yasin: 52)
50
Asy Syahid     
Maha Menyaksikan   
(QS Al Maidah: 117)
51
Al Haqq                      
Maha benar
(QS Taha: 114)
52
Al Wakil          
Maha Pemelihara      
(QS Al An'am: 102)
53
Al Qawiyy                  
Maha kuat
(QS Al Anfal: 52)
54
Al Matin                      
Maha kokoh
(QS Az Zariyat: 58)
55
Al Waliyy        
Maha Melindungi       
(QS An Nisa: 45)
56
Al Hamid        
Maha Terpuji  
(QS An Nisa: 31)
57
Al Muhsi         
Maha Menghitung      
(QS Maryam: 94)
58
Al Mubdi         
Maha Memulai           
(QS AI Buruj: 13)
59
Al Mu'id                      
Maha Mengembalikan
(QS Ar Rum: 27)
60
Al Muhyi                     
Maha Menghidupkan
(QS Ar Rum: 50)
61
Al Mumit         
Maha Mematikan       
(QS Al Mu'min: 68)
62
Al Hayy                      
Maha hidup
(QS Taha: 111)
63
Al Qayyum                 
Maha mandiri
(QS Taha: 11)
64
Al Wajid          
Maha Menemukan    
(QS Ad Duha: 6-8)
65
Al Majid          
Maha Mulia
(QS hud: 73)
66
Al Ahad          
Maha Esa
(QS Al lkhlas: 1)
67
Al Wahid                     
Maha Tunggal
(QS Al Baqarah: 133)
68
As Samad      
Maha Dibutuhkan      
(QS Al Ikhlas: 2)
69
Al Qadir                      
Maha kuat
(QS Al Baqarah: 20)
70
Al Muqtadir     
Maha Berkuasa         
(QS Al Qamar: 42)
71
Al Mugaddim  
Maha Mendahulukan
(QS Qaf: 28)
72
Al Mu'akhkhir 
Maha Mengakhirkan  
(QS Ibrahim: 42)
73
Al Awwal        
Maha Permulaan       
(QS Al Hadid: 3)
74
Al Akhir                      
Maha akhir
(QS Al Hadid: 3)
75
Az Zahir                      
Maha nyata
(QS Al Hadid: 3)
76
Al Batin                       
Maha gaib
(QS Al Hadid: 3)
77
Al Wali
Maha Memerintah     
(QS Ar Ra'd: 11)
78
Al Muta'ali                  
Maha tinggi
(QS Ar Ra'd: 9)
79
Al Barr            
Maha dermawan
(QS At Tur: 28)
80
At Tawwab                 
Maha Penerima Tobat
(QS An Nisa: 16)
81
AI Muntagim  
Maha Penyiksa          
(QS As Sajadah: 22)
82
Al 'Afuww       
Maha Pemaaf
(QS An Nisa: 99)
83
Ar Rauf          
Maha Pengasih          
(QS Al Baqarah: 207)
84
Malik Al Mulk 
Maha Penguasa Kerajaan
(QS Ali Imran: 26)
85
Zul Jalal wa Al Ikram 
Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan
(QS Ar Rahman: 27)
86
Al Mugsit                    
Maha adil
(QS An Nur: 47)
87
Al Jami'          
Maha Pengumpul      
(QS Saba: 26)
88
Al Ganiyy                   
Maha kaya
(QS Al Baqarah: 267)
89
Al Mugni         
Maha Mencukupi       
(QS An Najm: 48)
90
Al Mani'          
Maha Mencegah        
(HR At Turmuzi)
91
Ad Darr                      
Maha Pemberi Derita
(QS Al An'am: 17)
92
An Nafi'          
Maha Pemberi Keman-faatan
(QS Al Fath: 11)
93
An Nur
Maha Bercahaya       
(QS An Nu 35)
94
Al Hadi                       
Maha Pemberi Petunjuk
(QS Al Hajj: 54)
95
Al Badi'                       
Maha Pencipta
(QS AI Baqarah: 117)
96
Al Baqi            
Maha kekal
(QS Taha: 73)
97
Al Waris          
Maha Mewarisi          
(QS Al Hijr: 23)
98
Ar Rasyid                   
Maha pandai
(QS Al Jin: 10)
99
As Sabur                    
Maha sabar
(HR At Turmuzi)

Anda baru saja membaca Iman Kepada Allah (2) . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment