Cara Pakai Asuransi Kesehatan di Luar Negeri

(Image Source: pixabay)

Salah satu keuntungan yang ditawarkan asuransi kesehatan adalah bisa dipakai di luar negeri. Jadi yang suka traveling ke mancanegara bisa tenang hatinya jika suatu saat terpaksa dirawat di rumah sakit sana.

Begitu juga yang merasa layanan pengobatan di luar negeri lebih memadai. Tak bisa dipungkiri, fasilitas medis di Indonesia belum merata dan bisa dikatakan tertinggal.

Karena itu, tak sedikit yang memilih berobat di luar negeri ketika menderita penyakit tertentu. Sayangnya, tidak semua asuransi kesehatan memberikan fasilitas ini. Semuanya bergantung pada luasnya lingkup tanggungan dalam polis.

Status perusahaan asuransi juga turut menentukan. Perusahaan asuransi bertaraf internasional atau punya cabang di banyak negara menawarkan fasilitas ini.

Biasanya premi untuk polis asuransi yang berlaku secara internasional lebih mahal. Namun ini sepadan dengan manfaat yang akan diperoleh.

Ini juga yang membuat asuransi kesehatan swasta di atas BPJS Kesehatan. Peserta BPJS Kesehatan hanya bisa menggunakan kartu pesertanya di Indonesia. Itu pun harus lewat prosedur bertahap yang lebih rumit.

Nah, dengan asuransi kesehatan swasta, prosedurnya relatif lebih mudah untuk di dalam ataupun luar negeri. Berikut ini cara pakai asuransi kesehatan di luar negeri.

1. Pastikan polis aktif

Hal utama dan pertama sebelum memakai asuransi kesehatan di luar negeri adalah mengecek apakah ada tunggakan premi. Jika ada tunggakan, lunasi dulu.

Sebab, polis bisa jadi sudah tidak aktif lantaran tunggakan sudah lewat masa tenggang. Layaknya kartu provider seluler, ada masa tenggang untuk melunasi kewajiban yang tertunda.

Begitu masa tenggang terlampaui, fasilitas tak bisa lagi dimanfaatkan.  Dalam soal asuransi, bisa terjadi polis lapse.

Polis lapse adalah kondisi ketika polis asuransi tak aktif lagi karena premi dan biaya lain tak dibayar hingga batas waktu yang ditentukan. Itu artinya perlindungan dari asuransi sudah tak berlaku baik di dalam maupun luar negeri.

2. Cek daftar negara

Luar negeri di sini bukan berarti peserta asuransi bebas memilih mau berobat di negara mana pun. Pihak asuransi punya daftar negara mana saja yang bisa dikunjungi untuk mendapat manfaat asuransi kesehatan dari mereka.

Biasanya daftar ini terdapat di polis. Bila tidak ada, peserta selalu bisa menghubungi petugas asuransi untuk meminta informasi.

3. Cek rumah sakit

Selain daftar negara, rumah sakit di mancanegara yang bekerja sama dengan pihak asuransi wajib dicek. Mungkin hendak berobat di rumah sakit A di suatu negara, tapi ternyata yang bekerja sama rumah sakit B.

Maka, asuransi kesehatan yang dimiliki tak bisa dipakai di rumah sakit tersebut. Daftar mitra rumah sakit ini juga umumnya bisa ditemukan di polis, atau ada informasi khusus di situs penyedia asuransi.

Jangan sampai sudah datang ke suatu negara tapi gagal berobat atau justru mesti keluar biaya sendiri lantaran rumah sakit yang dituju bukan mitra.

4. Bawa dokumen lengkap

Ketika traveling ke luar negeri, kartu peserta asuransi wajib dibawa untuk berjaga-jaga. Ini karena tujuan ke mancanegara memang untuk liburan sehingga cukup membawa kartu asuransi.

Adapun buat yang bepergian ke luar negeri khusus untuk berobat perlu membawa dokumen lain. Misalnya surat rujukan dan rekam medis saat menjalani perawatan di dalam negeri. Begitu juga polis asuransi kesehatan yang diikuti.

Kelengkapan syarat ini menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya peserta saat berobat di rumah sakit luar negeri. Agar aman, tanyakan ke perusahaan asuransi soal ini. Juga ke rumah sakit yang akan dituju untuk mendapat informasi langsung dari mereka.

5. Pastikan cashless atau reimburse

Ada dua jenis layanan pembiayaan perawatan di rumah sakit, yakni cashless dan reimburse. Sistem cashless tidak butuh dana dari peserta sama sekali sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Peserta asuransi cukup menyampaikan kartu asuransi ke petugas rumah sakit. Petugas akan mengecek validitas kartu dan memastikan keaktifan polis ke pihak asuransi. Setelah itu, penanganan bisa dilakukan.

Sedangkan sistem reimburse mewajibkan peserta asuransi kesehatan membayar dulu biaya penanganan. Duit talangan itu lantas diganti setelah peserta mengajukan klaim. Demi kepraktisan, sebaiknya pilih layanan asuransi dengan sistem cashless.


0 Tanggapan untuk "Cara Pakai Asuransi Kesehatan di Luar Negeri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel