Kategori: ,

Hindari Benda-Benda Ini Jika Ingin Retina Tetap Sehat Sempurna

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itulah istilah yang sering didengar dan punya pesan yang cukup dalam bagi siapapun. Pesan dalam peribahasa tersebut berlaku untuk apapun termasuk dalam urusan kesehatan mata atau gangguan retina mata.

Ya, selama ini mungkin sebagian dari kita banyak yang terlalu cuek dengan kesehatan mata. Padahal, tak jarang kesehatan mata bisa terganggu kapan saja dan kepada siapa saja. Banyak faktor yang bisa mengganggu kesehatan mata yang bisa mengganggu penglihatan. Faktor-faktor ini justru berasa dari kehidupan sehari-hari yang sering kita tidak sadari. Nah, berikut ini hal-hal yang harus dihindari karena berpotensi merusak retina mata sehingga bisa menyebabkan gangguan penglihatan mata bahkan bisa memicu kebutaan. 

Sinar laser

Saat ini di kota-kota besar seperti Jakarta dan Depok banyak penjual laser mainan yang memantulkan cahaya lebih dari 1 kilometer. Umumnya laser mainan ini berwarna hijau. Jika ditembakan ke atas, maka sinar laser tersebut akan tampak indah dan artistik.

Namun, tahukah kamu bahwa sinar laser bisa membahayakan dan menimbulkan gangguan mata bahkan kebutaan permanen? Ya, sinar laser merupakan salah satu dari sekian banyak yang sering menjadi penyebab seseorang terganggu penglihatannya.

Jika tidak terlibat kontak mata secara langsung, maka sinar laser bisa aman-aman saja. Namun ketika sinar laser berintensitas tinggi langsung dengan kontak mata cukup lama, maka akan menimbulkan kerusakan pada retina mata. Bagian retina mata akan terasa panas sehingga menyebabkan penglihatan terganggu.

Kasus tembakan sinar laser ini pernah terjadi beberapa tahun lalu pada pesawat JetBlue di New York yang mengalami mata pilot buta. Saat itu, penerbangan cukup tinggi hingga pada ketinggian 5.000 kaki. Namun, sinar laser tetap berdampak pada penglihatan pilot.

Memang, gangguan pada retina mata yang terjadi akibat sinar laser tergantung pada jarak tembakan, kekuatan laser hingga lamanya paparan sinar laser terhadap mata. Namun, sebaik mungkin memang jika ada sinar laser sekalipun itu hanya mainan agar sebisa mungkin tidak terlibat kontak mata secara langsung.

Cahaya LED

Pamor istilah LED atau light emitting diode belakangan ini semakin populer. Banyak perangkat yang menggunakan teknologi LED mulai dari lampu, monitor, dan jenis-jenis barang elektronik lainnya. LED saat ini semacam gaya hidup baru yang diyakini mampu menghemat ketimbang teknologi generasi sebelumnya.

Penggunaan LED juga diyakini lebih rendah mengkonsumsi daya ketimbang lampu biasa. Sementara untuk display penggunaan LED juga mampu menghemat perangkat lebih awet pada baterai. Namun, dari sekian banyak keuntungan pada penggunaan LED, ternyata ada sisi negatifnya juga. Sinar cahaya pada LED ternyata bisa menyebabkan mata rusak bahkan hingga permanen.

Salah satu dampak dari cahaya LED bisa mengancam kerusakan retina mata karena LED memiliki unsur phototoxic yang bisa menghilangkan sel retina sehingga mata menjadi sulit melihat atau penglihatan menjadi kurang tajam. Biasanya, dampak dari cahaya LED ini akan menyebabkan seseorang mengidap degenerasi makula atau gangguan pada retina mata kondisi mata kronis disebabkan adanya kerusakan pada makula di bagian retina tengah. So, kurangi atau hindari kontak mata secara berlebihan pada saat menggunakan perangkat berteknologi LED.

Merokok

Sudah cukup banyak riset tentang bahaya merokok yang mampu merusak paru-paru. Baik perokok aktif maupun pasif berisiko tinggi mengidap penyakit paru-paru. Benarkah perokok pasif bisa terkena penyakit paru-paru? Sebagai contoh, salah satu kasus penyakit paru-paru yang diderita oleh perokok pasif dan menyebabkan seseorang meninggal dunia adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo beberapa waktu lalu. Almarhum Sutopo meninggal karena kanker paru-paru yang diakui sebelumnya ia merupakan perokok pasif.

Selain penyakit paru-paru, bahaya merokok juga ternyata menyerang kesehatan mata. Sudah cukup banyak penelitian para ahli yang menyatakan bahwa salah satu penyakit degenerasi makula terjadi karena dampak dari merokok. Degenerasi makula umumnya menyerang seseorang yang usianya di atas 50 tahun dengan gangguan penglihatan karena faktor usia.

Namun, dampak dari merokok juga cukup menyumbang besar penyusutan pada pusat retina atau degenerasi makula pada seseorang. Para ahli menyebutkan kebiasaan merokok bisa merusak pembuluh darah yang biasa memberikan nutrisi pada retina. Sementara kebiasaan merokok juga berpotensi mengakumulasi racun yang bergerak pada retina dan menyebabkan gangguan penglihatan pada seseorang.

Minuman beralkohol

Tak ada faedah sama sekali ketika seseorang menenggak minuman beralkohol. Sebaliknya, kesehatannya akan terganggu mulai termasuk kesehatan mata. Ya, banyak para ahli menyebutkan terlalu sering minum minuman beralkohol berpotensi mengganggu penglihatan atau gangguan retina mata.

Selain itu, mata juga akan mengering akibat dari alkohol yang terlalu banyak masuk ke tubuh. Bahkan bisa menimbulkan kelenjar air mata bisa berhenti. Faktor alkohol yang bisa mengganggu kesehatan mata adalah adanya racun dalam alkohol yang menyerang saraf penglihatan. Bukan hanya penglihatan terganggu sementara, bahkan bisa jadi menyebabkan kebutaan.

Selain itu, yang harus dihindari juga adalah minuman beralkohol dengan oplosan metanol dan spiritus atau campuran lainnya. Kalangan dokter menyatakan minuman oplosan mengandung metanol bisa merusak saraf mata hingga kebutaan. Racun metanol diyakini mampu mengoyak-ngoyak syaraf bahkan hingga retina mata hingga fungsi penglihatan akan semakin lemah.

Rajin-rajin periksa ke dokter

Untuk itu, jika Anda merasa kebiasaan merokok atau minum-minuman beralkohol, maka sebaiknya rutin memeriksakan mata ke dokter. Ada banyak manfaat konsultasi kondisi mata bagi mereka yang biasa beraktivitas dengan gadget atau penggunaan LED yang berlebihan, bagi perokok dan juga bagi peminum minuman beralkohol.

Salah satu klinik mata terbaik adalah KMN EyeCare yang memiliki dokter profesional dan cakap di bidangnya. Klinik ini bahkan menjadi acuan para pesohor saat memeriksakan matanya. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, mumpung belum kejadian nih penyakit mata menyerang, sebaiknya yuk cek kesehatan mata kita. Syukur-syukur gak ada gangguan deh ya. Amin.


Anda baru saja membaca Hindari Benda-Benda Ini Jika Ingin Retina Tetap Sehat Sempurna . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terima kasih.

0 komentar:

Post a Comment