Kategori: ,

Tips Memilih Koperasi Simpan Pinjam

Bentuk usaha berbadan hukum yang ada di Indonesia salah satunya adalah koperasi. Koperasi didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dibandingkan bentuk usaha lain seperti Firma atau CV, koperasi memiliki prinsip gotong royong dan kekeluargaan yang bertujuan saling membantu anggotanya.

Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam UU no 17 tahun 2012. Koperasi memiliki beragam jenis. Salah satu yang paling dikenal oleh masyarakat adalah koperasi simpan pinjam. Sesuai namanya, koperasi ini melayani jasa simpanan dan pinjaman dana untuk anggota yang telah terdaftar dan telah memenuhi persyaratan yang diajukan.

4 Tips Memilih Koperasi Simpan Pinjam yang Penting untuk Diketahui

Koperasi sudah lama berdiri, yaitu sejak tahun 1908. Sampai saat ini koperasi sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan koperasi semakin meningkat. Untungnya kebutuhan ini diimbangi dengan jumlah koperasi yang juga terus bertambah.

Saat ini di Indonesia terdapat banyak koperasi yang tersebar di setiap daerahnya. Dalam satu wilayah saja bisa ada beberapa koperasi simpan pinjam yang berdiri. Banyaknya koperasi ini bisa membuat masyarakat bingung. Sebelum bergabung ke dalam suatu koperasi, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Meskipun berbadan hukum, jangan sampai masyarakat menyesal karena tidak selektif sebelum bergabung. Berikut adalah tips yang bisa dicermati sebelum bergabung ke sebuah koperasi. 

• Status koperasi
Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mendaftar ke koperasi adalah status koperasi simpan pinjam tersebut. Statusnya jelas apabila terdaftar sebagai lembaga berbadan hukum yang jelas. Status koperasi ini dapat dicek di pemerintah daerah setempat. Instansi pemerintah yang membidangi koperasi ini ada mulai dari kabupaten, provinsi, sampai nasional. Sehingga masyarakat yang ingin mengecek status koperasi tidak perlu bingung harus bertanya kepada siapa.

• Track record koperasi
Ada koperasi yang tidak beroperasi dengan baik sehingga harus gulung tikar dan membuat anggotanya kehilangan kepercayaan. Sebelum mendaftar sebagai anggota koperasi, alangkah baiknya untuk mengetahui bagaimana kinerja koperasi tersebut. Langkah ini bisa menjadi salah satu pencegahan mendaftar ke koperasi yang tidak optimal. Hal-hal yang bisa ditanyakan ke pengurusnya antara lain apakah program di koperasi tersebut berjalan, bagaimana dengan kinerja usahanya, apakah setiap tahun rutin mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) atau tidak, dan lain-lain. Terkait RAT, jika sudah 5 tahun berturut-turut tidak mengadakan RAT maka perlu diwaspadai.

• Inovasi usaha
Dalam sebuah koperasi simpan pinjam, hal yang perlu diperhatikan tidak hanya masalah kuantitas tetapi juga kualitas. Meskipun jumlah anggota terdaftar atau pengurus ada banyak, jika dalam koperasi tersebut tidak berkualitas dan tidak kuat. Koperasi berkualitas bisa dilihat dari usaha-usaha yang dikembangkan. Pengurus dan anggota yang aktif akan terus mengusulkan dan membuat inovasi-inovasi usaha. Jika usaha ini berkembang pastinya dapat membantu dalam meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan.

• Penerimaan anggota
Sebuah koperasi tidak membatasi jumlah anggota di dalamnya. Ketika proses pengajuan membuka koperasi, kesepakatan minimal anggota aktif memang 20. Namun hal ini tidak bisa menjadi alasan untuk menutup pendaftaran anggota. Koperasi harus bersifat terbuka  untuk umum terkait penerimaan anggotanya. Beberapa koperasi yang tidak baik menetapkan anggotanya hanya sampai 20 anggota, sedangkan lainnya dianggap sebagai calon anggota. Jika menemukan koperasi seperti ini, lebih baik waspada.

Pemilihan koperasi harus dilakukan dengan hati-hati. Dari 4 aspek tersebut diharapkan bisa mencermati koperasi yang ada. Ada beberapa koperasi simpan pinjam di Indonesia yang tidak aktif sehingga harus waspada sebelum mendaftar.


Anda baru saja membaca Tips Memilih Koperasi Simpan Pinjam . Jika bermanfaat, silakan bagikan artikel ini. Dan jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar. Terimakasih.

1 komentar:

  1. Ngomongin soal koperasi, saya jadi ingat dulu ada semacam lembaga kayak gitu di kota saya. Tulisannya sih koperasi tapi kerjanya hampir kayak bank pasar gitu. Udah gitu kalau pinjam dana, bunganya tinggi banget. Well, setuju deh kalau mau gabung koperasi harus tau latar belakang koperasi tersebut.

    ReplyDelete