Nak, Inilah Jogja, Surganya Kuliner di Nusantara!

Witing tresno jalaran saka kuliner. Begitulah Nak, pepatah Jawa versi pelesetan yang menggambarkan alasan kenapa Bapak dan sebagian orang itu mencintai Jogja”, kata saya kepada putri semata wayang, si Zizi, saat kami melangkah menuju Grha Pradipta Jogja Expo Center, pada Sabtu pagi, 23 Februari 2019.

Meski pelesetan, menurut saya, pepatah ini ada benarnya juga loh. Faktanya, banyak sekali kan orang-orang yang mencintai Jogja karena kuliner alias masakannya? Ya, Jogja memang memiliki keragaman kuliner khas yang mampu memanjakan lidah para penikmatnya. Keragaman kuliner yang dimilikinya juga menjadi potret kekayaan lain dari provinsi seluas 33.186 km persegi ini, selain alam dan budaya tentunya. Maka, tidaklah berlebihan jika kemudian banyak orang yang mengatakan, bahwa Yogyakarta merupakan salah satu surganya kuliner di Nusantara. 
(Jogja, surganya kuliner di Nusantara/ Dok. Pribadi)

Selayaknya para pecinta yang selalu memendam rindu, saya pun selalu merindukan untuk kembali menjejakkan kaki di kota pelajar ini. Nikmatnya gudeg Jogja serta hangatnya wedang uwuh selalu terbayang-bayang di benak. Suasananya yang khas dan penduduknya yang ramah juga menjadi bumbu-bumbu tersendiri bagi saya untuk segera mengolah rindu menjadi perjumpaan.

Oleh karena itu, saat mengetahui ada event Jogja Halal Food Expo 2019 digelar, istri dan si Kecil pun langsung saya ajak untuk ikut serta. Khusus bagi si Kecil, momen ini akan menjadi wisata kuliner pertamanya di Yogyakarta. Melalui event Jogja Halal Food Expo 2019 ini, saya akan mengenalkan pada si Kecil tentang makanan-makanan khas dari daerah ini.
(Rupanya Zizi masih bingung kenapa ia diajak kemari/ Dok. pribadi)
Jogja Halal Food Expo 2019 merupakan salah satu rangkaian acara yang dilaksanakan dalam rangka mensukseskan event pariwisata Jogja Heboh 2019. Acara yang digawangi oleh Kadin DIY, ASITA DIY, PHRI DIY dan berbagai stakeholders yang ada di Yogyakarta ini digelar di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
(Jogja Halal Food Expo merupakan bagian dari Jogja Heboh 2019/ Dok. Pribadi)

Dalam event yang dibuka sejak hari Rabu, 20 Februari hingga Minggu, 24 Februari 2019 ini dihadirkan kurang lebih 120-an stand produk, baik dari restoran, perhotelan, maupun pelaku ekonomi kreatif dari sektor kuliner. Sebagian besar dari mereka adalah UMKM yang menjadi binaan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang pengelolaannya berada di bawah Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta.

Peran PLUT-KUMKM DI Yogyakarta memang begitu terasa dalam event Jogja Halal Food Expo 2019 ini. Terlihat dari stand-standnya yang menjajakan produk-produk yang hampir semuanya memikat hati. Namun, di antara sekian banyak produk yang dijajakan tersebut, yang paling saya buru adalah gudeg. Ya, bagi saya, selalu ada yang kurang saat berkunjung ke Yogyakarta tanpa mencicipi manis dan gurihnya menu kuliner legendaris Yogyakarta yang satu ini.
(Gudeg, salah satu kuliner khas Yogya yang melegenda/ Dok. Pribadi)

Makanan dengan bahan baku nangka muda ini sebenarnya memang bisa ditemukan di berbagai daerah lain di Jawa Tengah. Namun, tak bisa dipungkiri jika makanan yang konon telah populer sejak tahun 1500-an ini memang identik dengan Yogyakarta. Pasalnya, hampir di setiap sudut kota ini selalu ditemukan warung-warung yang menjajakan gudeg.
(Namanya anak-anak, dikenalkan gudeg, malah minta bakso/ Dok. Pribadi)

Selain gudeg, kuliner lain yang paling kami cari saat Jogja Halal Food Expo 2019 adalah wedang uwuh. Bagi saya, wedang uwuh itu sangat unik. Ya, kata ‘wedang’ dalam bahasa Jawa artinya adalah minuman, sedangkan ‘uwuh’ berarti sampah. Namun, bukan berarti sampah yang dijadikan minuman. Melainkan, dinamakan wedang uwuh, karena minuman ini memang dibuat dari berbagai dedaunan yang dikeringkan sehingga mirip sampah.
(Wedang uwuh, warisan para raja Mataram/ Dok. Pribadi)

Nah, meskipun namanya wedang uwuh, namun minuman berwarna merah ini ternyata sangat legendaris loh. Konon, minuman yang memiliki rasa manis dan pedas, serta beraroma harum ini adalah warisan para raja Mataram. Adapun manfaatnya, selain mampu menghangatkan badan, minuman ini juga efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mantap, kan?
Usai berburu gudeg dan wedang uwuh, kami berkeliling untuk mencicipi beberapa kuliner yang ada di Jogja Halal Food Expo 2019. Selain beraneka ragam dan harganya ramah di kantong, kuliner khas Yogyakarta, baik makanan dan minumannya, memang memiliki cita rasa yang tinggi. Itulah alasan kenapa provinsi yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan Samudra Hindia ini menjadi salah satu daerah di Nusantara yang layak disemati dengan gelar surganya kuliner.

Nah, jika Yogyakarta adalah salah satu surganya kuliner di Nusantara, maka bagi saya, event Jogja Halal Food Expo 2019 ini menjadi miniatur surga kuliner di Yogyakarta. Bagaimana tidak, ada banyak sekali produk kuliner yang dijajakan dalam event ini. Mulai dari makanan tradisional seperti mendoan dan gulali jadul rambut nenek, hingga makanan-makanan kekinian seperti takoyaki dan aneka kue brownies.
(Generasi 90-an pasti kenal dengan kuliner yang satu ini ya?/ Dok. Pribadi)

Menu kulinernya juga semakin lengkap dengan hadirnya berbagai makanan ringan seperti bakpia, telur gulung, sempol ayam, pentol pedas, dan berbagai keripik, hingga makanan-makanan berat seperti sego sambal belut, bakso, mie ayam, cumi-cumi bakar, dan gudeg Yogya. Selain makanan, di Jogja Halal Food Expo 2019 juga tersedia berbagai minuman kemasan seperti aneka teh, kopi, dan wedang uwuh yang bisa dibawa pulang untuk dijadikan oleh-oleh.
(Salah satu stand yang menjajakan kopi dari lereng Merapi/ Dok. Pribadi)

Oh iya, semua produk kuliner yang dipamerkan dalam event ini memang belum semuanya mengantongi sertifikat halal dari MUI, karena masih ada sebagian kecil produk yang tengah berproses menuju sertifikasi halal. Meski demikian, sesuai dengan nama eventnya, panitia menjamin kehalalan bagi semua makanan dan minuman yang ada di Jogja Halal Food Expo 2019 ini.

Selain dapat semakin mempopulerkan kuliner halal sebagai salah satu gaya hidup bagi masyarakat, melalui Jogja Halal Food Expo 2019, kita semua tentu berharap agar daya beli masyarakat semakin meningkat, sehingga UMKM yang bergerak di bidang kuliner pun semakin berkembang.
(Jika daya beli masyarakat meningkat, UMKM pun akan berkembang pesat/ Dok. Pribadi)

Lebih dari itu, melalui Jogja Halal Food Expo 2019, diharapkan wisata kuliner Yogyakarta juga semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebagaimana saya yang selalu tertarik untuk icip-icip berbagai kuliner Yogyakarta. Sehingga, karena terlalu asyiknya, tak terasa waktu pun begitu cepat berlalu, dan kami pun harus segera bersiap-siap untuk pulang ke rumah.

Kunjungan ke Jogja Halal Food Expo 2019 ini tentu akan menjadi pengalaman wisata kuliner yang berharga bagi si Kecil, Zizi. Sebelum keluar dari area Hall A Jogja Expo Center (JEC), dengan bangga saya pun mengatakan kepadanya, “Nak, inilah Jogja, surganya kuliner di Nusantara!

***
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog "Jogja Surganya Kuliner".

1 Tanggapan untuk "Nak, Inilah Jogja, Surganya Kuliner di Nusantara!"

  1. Acaranya cukup seru mas, kemaren pas saya datang kesitu lagi ada kajian juga soalnya jadi ramai yg datang. Kayaknya kemaren banyak mborong makanan nih, Soalnya kan bareng keluarga?

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel