Asal-usul Ubin Guiding Block dan Fungsinya - Kang Masroer

Asal-usul Ubin Guiding Block dan Fungsinya

Asal-usul Ubin Guilding Block dan Fungsinya

Sama halnya dengan pengguna kendaraan bermotor, para pejalan kaki juga memiliki jalur khusus untuk berjalan, yaitu trotoar. Trotoar biasanya dibangun di tepi jalan besar dan umumnya dibuat lebih tinggi daripada jalan raya. Fungsinya, selain untuk membedakan dengan jalur kendaraan, tentu saja untuk memberikan keamanan bagi para pejalan kaki.

Berbicara tentang trotoar, Anda yang kerap memanfaatkan trotoar untuk berjalan kaki, tentu sudah tak asing lagi dengan jalur berwarna kuning cerah yang terdapat di sepanjang trotoar, bukan? Selain warnanya yang berbeda, ubin yang berwarna kuning ini biasanya juga memiliki tekstur yang berbeda dengan ubin trotoar lainnya. Ada yang berpola bulatan timbul dan ada pula yang berpola garis timbul. Ubin inilah yang dinamakan ubin taktil atau yang sering dikenal sebagai ubin guiding block, Guys!

Asal-usul Ubin Guiding Block

Dewasa ini, jalur guiding block memang sering kita temui di berbagai jalur fasilitas umum di Indonesia ya? Namun tahukah Anda, ubin guiding block ini ternyata pertama kali digunakan di Jepang loh. Adalah Seiichi Miyake, seorang warga negara Jepang yang menciptakan konsep ubin guiding block ini.

Konon, ubin taktil alias ubin guiding block ini pertama kali dibuat oleh Seiichi Miyake pada tahun 1965. Berawal dari keinginannya untuk membantu seorang temannya yang kehilangan penglihatan, Seiichi Miyake pun mulai memikirkan bagaimana cara membantu para penyandang tunanetra termasuk temannya itu agar dapat pergi ke tempat-tempat umun seperti pusat kota, taman, hingga tempat-tempat sarana transportasi umum dengan aman. Akhirnya terciptalah ubin berpola yang ia namakan Tenji block.

Setelah menemukan Tenji block, pada 18 Maret 1967 Seiichi Miyake pun mulai memperkenalkan penemuannya tersebut. Ubin yang saat ini kita kenal dengan nama ubin guiding block itu kemudian dipasang di jalur pejalan kaki yang ada di kota Okayama, tepatnya berada di sebelah sekolah khusus bagi tunanetra. Tak disangka, keberadaan jalur Tenji block di kota Okayama tersebut ternyata mampu memudahkan para penyandang tunanetra saat berjalan kaki di ruang publik secara mandiri.

Nah, karena menyadari begitu bermanfaatnya jalur Tenji block ini, maka mulai tahun 1970-an ubin guiding block karya Seiichi Miyake pun kemudian dipasang di seluruh stasiun kereta api yang ada di Jepang. Setelah digunakan di berbagai tempat dan fasilitas umum di Jepang, ubin Tenji block ini kemudian menyebar ke seluruh dunia sebagai pemandu para pejalan kaki penyandang tunanetra saat berjalan di tempat-tempat umum.

Bahkan pada perkembangannya, sekitar awal tahun 1990-an—setelah pemerintah Amerika mengesahkan Undang-Undang Penyandang Disabilitas—ubin guiding block ini menjadi salah satu sarana standar yang harus ada di tempat umum untuk memudahkan penyandang disabilitas. Di Indonesia sendiri, pemakaian ubin guiding block diatur dalam Peraturan Menteri PU No. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Akesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

Fungsi Ubin Guiding Block

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, tujuan awal pembuatan ubin Kenji block oleh Seiichi Miyake adalah untuk memudahkan para tunanetra saat berjalan kaki di tempat umum. Dipilihnya warna kuning cerah sebagai warna ubin adalah untuk membedakan jalur ubin guiding block ini dengan bagian ubin trotoar lainnya. Lebih dari itu, warna kuning yang cerah juga lebih mudah untuk dikenali oleh orang dengan gangguan penglihatan yang belum mengalami kebutaan.

Tak hanya didesain dengan warna kuning yang cerah, kalau Anda perhatikan setiap ubin guiding block yang ada di trotoar ini juga memiliki pola timbul tersendiri. Pola yang pertama adalah ubin dengan pola timbul berbentuk lingkaran, dan yang kedua adalah pola timbul berbentuk garis. Pola-pola yang timbul ini bukan sebagai penghias trotoar ya, melainkan masing-masing memiliki fungsi tersendiri bsebagai panduan berjalan bagi para tunanetra.

Ubin guiding block dengan pola timbul berbentuk bulatan memiliki arti tanda berhenti yang menandakan bahwa pejalan kaki berada di jalur yang mendekati bahaya, misalnya saja mendekati jalan raya atau di persimpangan jalan. Sedangkan ubin dengan pola timbul berbentuk garis merupakan tanda bahwa mereka berada di jalur yang aman, sehingga bisa berjalan terus.

Kedua pola ubin gulding block tersebut akan dengan mudah dirasakan oleh pejalan kaki tunanetra melalui sepatu, sandal, maupun tongkat yang mereka bawa. Itulah sebabnya, mengapa jalur ubin guiding block ini sangat penting untuk dibangun di berbagai area umum. So, bagi Anda yang tinggal di Surabaya dan bermaksud membangun jalur building block di tempat-tempat umum di sekitar tempat tinggal Anda, Anda bisa membelinya di tempat jual guiding block Surabaya. Ada berbagai merk yang bisa Anda pilih, salah satunya adalah ubin guiding block Terramix.

Ubin guilding block Terramix merupakan salah satu produk PT D&W Internasional, perusahaan di bidang building matterial industry yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun. Di tempat jual guiding block di Surabaya ini, Anda bisa mendapatkan guiding block dengan berbagai keunggulan, mulai dari ubin yang anti slip dan aman bagi pengguna jalan, pilihan warna yang beragam dan tidak pudar, hingga pola timbul bulatan dan garis yang jelas sehingga mudah dikenali oleh para tunanetra.

Nah, untuk Anda yang tertarik menggunaan ubin guiding block produksi Terramix, silahkan hubungi projek direktur Terramix melalui Whatsapp dengan link: https://wa.me/6281909880999 (Willy) atau email: richard@dw-corporation.com.


0 Tanggapan untuk " Asal-usul Ubin Guiding Block dan Fungsinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel