Jual Online Semakin Mudah Berkat Gratis Foto Produk di Blibli.Com

Di suatu sore yang cerah…

“Kamera yang kita jual itu kok nggak laku-laku ya, Yah?" Tanya si istri tiba-tiba, sesaat setelah menyuguhkan secangkir kopi di atas meja. 

“Iya ya, Bun? Padahal sudah lama ya kita jual online di beberapa media sosial dan marketplace?” Jawab saya seraya meraih gagang cangkir. Sejurus kemudian, saya pun menyeruput kopi hitam yang ia suguhkan.

“Iya, sudah lima bulan ini. Kok susah banget lakunya ya? Masa iya sih, nggak ada satu pun pembeli yang tertarik dengan kamera kita?” Ia kembali bertanya sambil berlalu menghampiri si Zizi—putri kami—yang tengah bermain di depan televisi.

Saya memilih diam dan tidak menjawabnya. Beberapa pertanyaan pun tiba-tiba bergemuruh di benak.

Kenapa sih jual produk secara online itu terkadang susah lakunya? Padahal, internet itu kan jangkauannya sangat luas dan tak pernah sepi? Kabarnya, dari total 7,7 miliar populasi manusia di dunia, sebanyak 5,1 miliar di antaranya sudah menggunakan internet. We Are Social juga mengungkapkan, bahwa 9 dari 10 pengguna internet itu selalu mengakses situs e-commerce minimal sebulan sekali. Bahkan, 74% di antaranya melakukan pembelian produk dari situs e-commerce.

Tapi, kenapa sih produk yang kita jual secara online belum laku juga? Padahal, dari segi nilai, jumlah transaksi online yang terjadi juga tidak tanggung-tanggung, bukan? Terbukti, menurut data yang dirilis Lori Lewis dan Chadd Callahan pada Maret 2019 yang lalu, sebanyak US$ 996.956 atau lebih dari Rp 14 miliar dihabiskan oleh pengguna internet untuk berbelanja online hanya dalam waktu 60 detik saja!
Angka-angka tersebut di atas, seharusnya bisa menjadi garansi tersendiri bagi semua penjual online, bukan? Pasalnya, masih cukup banyak ruang di internet yang bisa kita manfaatkan untuk menjual produk yang kita miliki. Jadi, meskipun ribuan penjual di luar sana menawarkan produk yang sama persis dengan produk kita, semestinya produk kita tetap bisa laku terjual.

Tapi, kenapa produk yang kita jual terkadang tak kunjung dilirik pembeli ya?

Berbagai tanda tanya tersebut, akhirnya mendorong saya untuk mencari referensi tentang bagaimana sebenarnya cara mudah menjual barang secara online. Saat jualan secara online, Anda tentu ingin produk yang Anda jual mudah laku di pasar 'maya', bukan? Pastikan membaca tulisan ini hingga titik terakhir ya!
Sekitar dua tahun yang lalu, Etsy—sebuah marketplace yang berkantor pusat di New York—melakukan survey kepada pelanggannya untuk mengetahui dasar ketertarikan konsumen dalam melakukan pembelian. Hasilnya, sebagian besar konsumen mengatakan bahwa foto produk merupakan hal yang paling mendasar dalam mengambil keputusan antara membeli sebuah produk ataupun tidak.

Survey tersebut mengungkapkan bahwa 90% konsumen memutuskan melakukan pembelian setelah melihat foto produk yang menarik. 83% konsumen membeli setelah membanding-bandingkan harga. 76% konsumen memutuskan membeli setelah mengetahui ongkos kirim. Dan, 73% konsumen memutuskan melakukan transaksi setelah membaca ulasan produk.

Apa artinya? Ternyata, foto produk yang menarik itu lebih mudah untuk memikat hati pembeli daripada harga produk, ongkos pengiriman, dan bahkan ulasan produk!
Lantas, bagaimana sih sebenarnya cara membuat foto produk yang menarik?

Menurut referensi yang saya baca, ada beberapa tips dasar untuk membuat foto produk yang menarik.

Pertama, buatlah foto produk terlihat bersih dan jernih. Caranya, gunakanlah warna putih ataupun polos sebagai background foto. Atau, Anda juga bisa berkreasi dengan beberapa warna lainnya sekaligus, asalkan tampak bersih dan jernih. Terbukti, background semacam ini mampu meningkatkan eksklusivitas produk yang kita jual di mata konsumen. Oh iya, saat memotret, pastikan juga pencahayaan yang ada cukup bagus ya?

Kedua, buatlah foto produk terlihat jelas dan tidak blur. Untuk mendapatkan hasil foto yang seperti ini, ambillah foto dari jarak dekat dengan fokus lensa tepat mengarah pada produk. Agar tidak mengganggu fokus terhadap produk, jangan lupa singkirkan terlebih dahulu objek-objek yang mengganggu di sekeliling produk, serta hindari pemakaian watermark ya, Guys!

Dan ketiga, pastikan foto produk menampilkan bagian-bagiannya secara detail. Misalnya saja untuk produk kamera, pastikan tombol-tombol serta bagian kecil lainnya benar-benar terlihat, agar calon pembeli memiliki bayangan secara jelas mengenai produk tersebut. 
Nah, itulah tiga tips dasar untuk membuat foto produk yang menarik. Jika foto produk kita sudah menarik, yakinlah produk yang kita jual akan lebih mudah untuk memikat hati calon pembeli. Tak percaya? Saya telah membuktikannya beberapa waktu. Setelah saya menggunakan foto produk yang menarik, kamera DSLR yang tak laku-laku itu berhasil terjual hanya dalam 6 hari saja sejak diupload.

Tapi, mempraktikkan tips-tips sebagaimana di atas kan tidak semudah membalikkan telapak tangan, Mas?

Yup, Anda benar! Untuk membuat foto produk kita benar-benar menarik, kita harus menguasai teknik fotografi produk atau product photography. Tapi jangan khawatir, jika tak sempat atau memang belum punya waktu untuk mempelajari ilmu yang satu ini, Anda bisa mengikuti jejak saya, yaitu dengan menjual produk yang Anda miliki di Blibli.com.
Kisah sukses terjualnya kamera hanya dalam 6 hari sebagaimana yang saya sampaikan di atas tadi, merupakan pengalaman pertama berjualan online di Blibli.com. Bermula dari sebuah artikel dari seorang teman blogger yang diposting pada akhir bulan lalu, keesokan harinya saya pun membulatkan tekad untuk bergabung menjadi Blibli seller.

Awalnya saya sempat menduga, untuk menjadi merchant Blibli itu ribet karena prosedurnya berbeda dengan saat kita akan berjualan di marketplace lain. Namun, setelah saya mencobanya sendiri, ternyata sangat mudah dan tidak seribet yang dibayangkan.

Bagaimana caranya?

Pertama, saya membuka toko dengan cara mendaftarkan diri sebagai penjual. Asal tau saja, caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan mengisi data secara lengkap mulai dari informasi akun, informasi toko, hingga informasi administrasi.

Oh iya, saat akan mendaftar sebagai merchant Blibli, jangan lupa siapkan terlebih dahulu dokumen yang akan diupload, yaitu foto KTP dan NPWP bagi Anda yang akan mendaftar sebagai Merchant Perorangan.
Setelah selesai melakukan pendaftaran, saya pun menunggu pihak Blibli.com mereview dokumen-dokumen yang saya kirimkan. Kenapa harus direview terlebih dahulu? Karena, Blibli.com ingin memastikan bahwa seller yang bergabung menjadi merchant Blibli.com itu berkualitas dan terpercaya.

Bagi sebagian orang, proses verifikasi tersebut mungkin memang akan terasa menyulitkan. Namun, sebenarnya tidaklah demikian. Pengalaman saya, proses verifikasi ini cukup mudah dan tidak memakan waktu sampai dua hari. Jikalau masih ada data-data yang kurang lengkap, pihak Blibli.com juga akan mengkonfirmasi melalui email agar kita segera melengkapinya.
Nah, setelah data yang saya kirimkan dinyatakan lengkap dan akurat, maka Blibli.com mengkonfirmasikan melalui email bahwa status toko saya telah aktif. Selanjutnya, saya melakukan verifikasi nomor handphone dan menyetujui Perjanjian Kerja Sama yang ada di dashboard Merchant Tool Application (MTA). Untuk kemudian, saya pun mengupload produk yang akan dijual di Blibli.com, yaitu sebuah kamera DSLR.
Tak disangka-sangka, enam hari kemudian, saya dikejutkan dengan sebuah SMS dari Blibli.com yang menginformasikan bahwa ada pesanan baru untuk produk kamera DSLR saya. Saya benar-benar terkejut, mengingat kamera DSLR ini sudah saya tawarkan di tempat lain selama 5 bulanan namun tak kunjung laku juga.
Kuat dugaan saya, bahwa kamera tersebut diminati pembeli karena fasilitas gratis foto produk yang diberikan Blibli.com. Pasalnya, hanya dengan berganti foto produk saja, kamera DSLR itu sukses terjual dengan harga yang sama dengan yang saya tawarkan di 3 media sosial dan 3 marketplace sebelumnya. Nah, Anda yang merasa produknya tak kunjung laku padahal sudah ditawarkan secara online, ada baiknya mencoba fasilitas gratis foto produk dari Blibli.com ini.
Gratis foto produk merupakan salah satu di antara sekian banyak keuntungan yang didapatkan oleh penjual online saat ia bergabung menjadi merchant Blibli.com. Fasilitas ini bisa dinikmati oleh Blibli seller yang mengupload produknya secara satuan dengan menggunakan master produk yang telah disediakan oleh Blibli.

Jika kita mengpload produk di Blibli.com dengan metode ini, kita tidak perlu repot-repot mempersiapkan foto produk yang akan kita jual. Pasalnya, Blibli.com telah menyediakan foto produk yang menarik sekaligus informasi tentang spesifikasi produk. Caranya juga sangatlah mudah dan bisa dilakukan melalui dashboard Merchant Tool Application (MTA) ataupun Blibli App Seller yang sudah terinstall di smartphone.
Langkah pertama, pilih menu “Produk”, kemudian pilih “Tambah Satu Produk”. Selanjutnya, carilah produk yang telah tersedia di Blibli.com untuk diupload kembali ke dalam produk yang kita jual, kemudian pilih “Jual Produk Ini”. Setelah tampil informasi produk, isikan data-data produk seperti garansi, harga, stok dan tipe pengiriman. Dan terakhir, pilih “Kirim”, maka produk kita sudah berhasil ditampilkan di Blibli.com.
Bagaimana jika master produk yang akan kita jual belum tersedia di Blibli.com?

Tenang, Anda tetap bisa menjual produk Anda di Blibli.com dengan menampilkan foto produk yang menarik. Caranya, yaitu dengan memanfaatkan fasilitas photoshoot dari Blibli.com. Fasilitas ini diberikan kepada seluruh merchant Blibli.com secara cuma-cuma alias gratis loh!

Nah, jika ingin memanfaatkan fasilitas gratis photoshoot ini, Anda cukup mengirimkan email ke merchant.care@blibli.com. Selanjutnya, fotografer profesional yang disediakan Blibli.com pun siap untuk membuat foto produk Anda menjadi lebih menarik. Setelahnya, Anda tinggal menguploadnya ke Blibli.com baik secara satuan ataupun massal.
Untuk upload produk satuan yang master produknya belum tersedia di Blibli.com, kita cukup masuk ke menu “Produk”, pilih “Tambah Satu Produk”, kemudian pilih “Buat Baru”. Selanjutnya, kita tinggal mengisikan data tentang Informasi Produk, Spesifikasi Produk, serta Informasi Harga dan Stok.

Sedangkan untuk menjual produk secara massal, kita cukup masuk ke menu “Produk”, kemudian pilih “Tambah Produk Bulk”. Selanjutnya, kita hanya perlu mengunggah file excel serta gambar-gambar yang sudah disimpan dalam ekstensi .zip. Jika file yang kita unggah sudah benar, kita akan dialihkan ke tab produk dan menunggu proses pengunggahan selesai. Agar semakin jelas, Anda bisa menyimak video tentang langkah mudah menayangkan produk di Blibli.com berikut ini.



Benar-benar mudah, bukan? Nah, setelah produk yang akan kita jual terupload di Blibli.com, kita pun tinggal menunggu sejenak agar para calon pembeli melihat dan terpikat dengan produk yang kita tampilkan. Jika sudah ada konsumen yang melakukan pembelian, Blibli.com akan menginformasikan kepada kita bahwa ada pesanan baru untuk produk yang kita jual.
Segera kemas produk sebaik mungkin, untuk kemudian kirimkan kepada pembeli melalui jasa pengiriman. Sampai di sini, kita pun tinggal menunggu pencairan dana dari Blibli.com masuk ke rekening kita.

Mudah sekali, bukan? Yuk, manfaatkan gratis foto produk di Blibli.com dan rasakan kemudahan berjualan online yang sesungguhnya!


***

*Referensi data:
https://wearesocial.com/global-digital-report-2019
https://twitter.com/OfficiallyChadd/status/1103308156082503680
https://www.etsy.com/ca/seller-handbook/article/why-product-photography-is-important/147451496051
**Tulisan ini diikutsertakan dalam Blibli Seller Blog Competition dengan tema "Gratis Foto Produk dan Upload Foto Produk di Blibli.com"

1 Tanggapan untuk "Jual Online Semakin Mudah Berkat Gratis Foto Produk di Blibli.Com"

  1. Jadi kepikiran untuk jualan di Blibli.com juga. Ternyata mudah ya ? Tak kira lebih di prioritaskan untuk penjual pemilik usaha saja

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel