Mau Membeli Mobil Bekas Banjir? Persiapkan Berbagai Biaya Perbaikan Berikut Ini

Image source: seva.id

Harga mobil bekas banjir memang jauh lebih murah. Tak heran, banyak masyarakat yang tertarik untuk membeli mobil bekas banjir. Akan tetapi, di balik harganya yang jauh lebih murah, mereka juga harus mempersiapkan berbagai biaya untuk melakukan beberapa perbaikan. Nah, berikut ini adalah berbagai biaya perbaikan yang harus dipersiapkan jika Anda mau membeli mobil bekas banjir.

1. Perbaikan Bagian Eksterior dan Interior

Ketika mobil terkena banjir, bagian eskterior dan interior mobil pasti mendapatkan dampak yang lumayan parah. Saat banjir tiba, tak jarang ranting pohon ataupun benda lainnya ikut terbawa arus hingga mengenai mobil. Sehingga, pada eksterior mobil bekas banjir itu hampir selalu terdapat baret hingga karat. Sementara itu, ciri interior mobil bekas banjir biasanya terlihat sangat kotor dan bau lumpur akibat air banjir.

Saat ini, cukup banyak salon mobil yang menawarkan layanan pembersihan mobil secara menyeluruh yang bisa Anda gunakan untuk membersihkan bagian baik eksterior maupun interior mobil bekas banjir yang Anda baru dibeli. Namun, meskipun mobil bekas banjir sudah dibersihkan secara menyeluruh, biasanya mobil bekas banjir tidak bisa benar-benar bersih seperti sedia kala. Biasanya masih saja ada sisa lumpur, bau ataupun jamur yang tertinggal, baik itu di interior maupun eksterior mobil.

2. Biaya Perbaikan Sistem Kelistrikan

Kerusakan ECU atau electronic control unit merupakan masalah yang kerap muncul pada mobil bekas banjir. Korsletnya ECU yang terjadi akibat terendam air cukup lama memang memberikan dampak yang cukup signifikan. Pasalnya, bagian ini terdiri dari sensor-sensor yang berfungsi untuk mengontrol mobil. Berbagai bagian mobil seperti pada perkabelan, aki, starter, dinamo, dan lain sebagainya banyak yang kerjanya diatur oleh ECU. Tak heran, ECU ini bisa dibilang sebagai otaknya sebuah mobil.

Nah, salah satu indikasi kerusakan bagian ECU ini bisa Anda ketahui apabila mobil tidak bisa menyala ketika distarter. Jika ECU mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi, pembeli mobil bekas banjir pun harus menggantinya dengan yang baru. Harganya bisa mencapai angka belasan juta. Sebagai contoh saja, ECU untuk mobil Toyota Avanza yang dibandrol dengan harga sekitar Rp12 jutaan.

3. Biaya Perbaikan Kerusakan Mesin Akibat Water Hammer

Mobil yang terkena banjir biasanya mengalami water hammer, yaitu masuknya air ke dalam ruang pembakaran pada mesin. Perbaikan pada bagian ini merupakan perbaikan yang paling menguras uang. Pasalnya, Anda harus melakukan overhaul mesin dengan biaya mulai Rp30 juta hingga Rp80 jutaan.

Mengapa sangat mahal? Sebab, kerusakan yang sering muncul akibat water hammer ini ialah bengkoknya setang piston. Kerusakan pada bagian tersebut ternyata juga bisa berimbas pada rusaknya komponen lain dan pembelinya harus melakukan penggantian mesin.

Nah, itulah berbagai biaya perbaikan yang harus dipersiapkan jika Anda mau membeli mobil bekas banjir. Bahkan, tak hanya harus mengeluarkan banyak uang, Anda yang membeli mobil bekas banjir pun kadang harus bersabar untuk menunggu ketersediaannya suku cadang pengganti. Tak hanya itu, jika melakukan penggantian mesin, Anda juga wajib melapor kepada pihak kepolisian untuk pencatatan nomor mesin yang baru.

Wah, ternyata di balik harganya yang jauh lebih murah ada banyak biaya yang harus dipersiapkan untuk memperbaiki mobil bekas banjir ya? Itulah sebabnya banyak ahli otomotif yang menyarankan agar lebih berhati-hati dalam memilih mobil bekas. Jika mobil tersebut merupakan mobil bekas banjir, lebih baik pertimbangkan matang-matang sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.


0 Tanggapan untuk "Mau Membeli Mobil Bekas Banjir? Persiapkan Berbagai Biaya Perbaikan Berikut Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel