Sehari Semalam yang Penuh Kesan: Perjalanan Mengikuti Awarding Lomba Blog Kadin


Pertengahan Januari 2020 yang lalu, tepatnya tanggal 16 hingga 17 Januari saya pergi ke Jakarta untuk mengikuti BINetifest 2020. Euforianya juga belum usai, bahkan hingga kini. Tulisan dengan judul Berkat QRIS, Gaya Hidup Generasi Milenial pun Jadi Semakin Praktis inilah yang mengantarkan saya ke Jakarta, mendapatkan pengalaman baru, segudang ilmu dan tentu saja teman-teman baru.

Catatan singkat tentang perjalanan itu juga sudah saya tulis di BI Netifest 2020: Seru dan Tak Terlupakan. Perjalanan itu juga menjadi perjalanan saya ke Jakarta untuk ketiga kalinya dalam rangka awarding sebuah kompetisi blog. Pertama, di bulan Februari tahun 2017 saat awarding Anugerah Pewarta Astra 2016; dan yang kedua, November tahun lalu saat awarding Kompetisi Blog Literasi Zakat Wakaf 2019.

Akhir Januari, tepatnya tanggal 30-31, saya kembali mendapat undangan ke Jakarta. Kali ini dalam rangka acara awarding Lomba Blog Kadin. Awalnya, saya tidak menyangka jika panitia Lomba Blog Kadin ini akan menyelenggarakan awarding. Pasalnya, hal tersebut tidak dicantumkan dalam S & K lomba. Makanya, saya agak terkejut juga ketika menerima email bahwa para pemenang akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti ceremony penyerahan hadiah.

Setiap Tulisan Memiliki Takdir

Seperti halnya hidup manusia, saya selalu percaya bahwa setiap tulisan itu memiliki takdirnya masing-masing. Demikian juga dengan artikel berjudul Mendobrak Persaingan Global dengan Mendongkrak Mutu Milenial. Artikel itu menemukan takdirnya, menerbangkan saya ke Jakarta dalam rangka awarding untuk keempat kalinya.

Sejak awal, saya sebenarnya tidak menyangka jika tulisan saya akan terpilih menjadi salah satu tulisan yang akan ‘dilirik’ oleh dewan juri yang terhormat. Pasalnya, Lomba Blog Kadin ini sempat diperpanjang tepat sehari setelah saya posting artikel. Apalagi, waktu perpanjangannya lumayan lama. Deadline awal 13 Desember diperpanjang hingga 31 Desember.


Pengalaman saya selama mengikuti lebih dari 100 lomba blog, biasanya kalau sebuah lomba diperpanjang, maka pesertanya semakin banyak. Tulisan-tulisan yang diposting menjelang deadline pun biasanya semakin berbobot. So, kalian tahu sendiri, peluang untuk menang pun akan menjadi semakin kecil. Tapi ya begitulah, takdir baik ternyata masih berpihak pada artikel yang saya tulis sekitar pekan kedua di bulan Desember tahun yang lalu itu.

Sejujurnya, saya tak punya tips jitu untuk memenangkan sebuah lomba blog. Kadang, saya yakin tulisan saya akan menang, tapi ternyata kalah. Sebaliknya, seringkali saat tidak begitu berharap menang, ternyata malah keluar sebagai pemenang. Saat mengikuti seuah lomba blog, saya hanya berusaha untuk menulis semaksimal mungkin, kemudian berdoa agar tulisan saya menemukan takdirnya sendiri. Selebihnya, biarlah selera juri dan garis rejeki yang menentukan.

Bertemu Teman-teman Baru

Sesuai hasil rembugan saya dengan panitia, Kamis malam, saya berangkat ke Jakarta. Saya memilih penerbangan malam, karena hari Kamisnya saya harus mengajar hingga sore hari. Saya berangkat dari bandara Adi Sucipto Yogyakarta sekitar pukul 20.20 WIB dan mendarat di bandara Soetta sekitar pukul 21.35 WIB.

Setibanya di Soetta, saya bertemu dengan Mbak Susi, blogger asal Jepara yang juga menjadi pemenang Lomba Blog Kadin. Bersama salah satu admin Waroeng Blogger inilah, saya menuju ke hotel Grand Kemang dengan menumpang mobil jemputan yang sudah disediakan oleh panitia.


Sekitar pukul 22.30 WIB, kami tiba di hotel. Saya mendapat jatah kamar di lantai 4, kalau nggak salah nomor 20. Kamarnya ada di tikungan sebelum lorong panjang. Saat melihat lorong panjang itu, seketika saya teringat obrolan teman-teman di WAG finalis BINetifest 2020 beberapa waktu yang lalu tentang kisah-kisah horor di hotel. Alhasil, karena sekamar sendirian, malam itu saya pun tidak bisa tidur hingga sekitar pukul 00.30 WIB.

Keesokan harinya, saya bertemu dengan teman-teman blogger yang lain. Selain Mbak Susi, ada Mbak Dyah yang rajin menulis di Roemah Aura dan blogger muda berbakat, Dek Ardi Handayat. Keduanya merupakan blogger dari Riau. Tak ketinggalan, ada juga Mas Bambang, blogger kece dari Jogja; serta Mbak Cinta, blogger dari Tangerang yang pinter menulis dalam bahasa Inggris. Bahkan karena saking pinternya, sampai-sampai saya mengira bahwa ia lahir di Inggris, lho!


Selain bertemu dengan teman-teman blogger, saya juga bertemu dengan Mbak Utami dari Swadigital serta Ibu Aning dari Kadin yang sangat ramah dan baik hati. Tak hanya bisa bersilaturrahmi, bersama mereka semua saya mendapatkan banyak ilmu baru. Ya, kami saling berbagi banyak hal, mulai dari yang berhubungan dengan dunia perbloggeran hingga dunia industri.

Awarding yang Dinanti-nanti

Jumat siang, seusai acara rapat para pimpinan Kadin, ceremony penyerahan hadiah pun dilaksanakan. Bertempat di Menara Kadin, Jl. HR. Rasuna Said Block X-5 Kav. 2-3 Jakarta Selatan, satu persatu pemenang dipanggil masuk ke ruangan rapat untuk menerima sertifikat pemenang sekaligus penyerahan hadiah secara simbolis Ketua Kadin, Bapak Rosan P. Roeslani.


Selama tujuh kali mengikuti awarding lomba blog—empat kali di Jakarta dan tiga kali di Yogya—awarding Lomba Blog Kadin ini sepertinya yang paling berbeda. Tanpa panggung dan tanpa acara yang panjang lebar. Bahkan, tanpa banyak deg-degan terlebih dahulu karena pemenangnya sudah diketahui sejak jauh-jauh hari. 

Ya, sekitar seminggu sebelumnya, panitia Lomba Blog Kadin memang telah mengumumkan para pemenang berikut urut-urutannya. Berbeda dengan lomba blog kebanyakan yang biasanya urut-urutan pemenangnya masih menjadi rahasia panitia. Jadi, saya merasa deg-degan-nya justru saat masa-masa menanti panitia mengumumkan para pemenang lomba blog ini.


Sebagaimana dalam pengumuman, pemenang Lomba Blog Kadin ini ada 6 blogger. Perinciannya, pemenang juara 1 mendapat sebuah unit sepeda motor listrik, 2 pemenang juara kedua masing-masing mendapatkan sebuah unit sepeda listrik, dan 3 pemenang juara ketiga masing-masing mendapatkan sebuah kamera DSLR.

Sejak awal mengikuti lomba blog ini, saya memang pernah berujar dalam hati. Jika mendapat sepeda motor ataupun kamera, saya akan menjualnya. Pasalnya, saya sudah memiliki keduanya. Namun kalau saya mendapatkan sepeda listrik, saya akan menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari, seperti ke kantor ataupun ke masjid. Dan syukur alhamdu lillah, ternyata saya memang mendapatkan sepeda listrik seperti yang telah lama saya impi-impikan. Lebay banget, yak? Hahaha...


Selepas menunaikan sholat Jumat, kami—seluruh pemenang Lomba Blog Kadin—serta panitia makan siang di Warung Kita. Restoran di basement gedung yang bersebelahan Menara Kadin ini, menunya lumayan variatif. Siang itu, saya pun menjatuhkan pilihan pada rawon. Saya sengaja memilih menu yang berkuah, karena saat itu saya sedang sariawan.


Ya, tiap ada pekerjaan ataupun sesuatu yang menyita pikiran, saya memang kerap mengalami sariawan. Dan saat ke Jakarta itu saya sebenarnya memang sedang agak stres, karena tepat sehari sebelumnya saya mendapat amanah baru menjadi Wakasek bidang Sarpras di SMA tempat saya bekerja. Terus terang, setelah mendengar berita itu, saya benar-benar shock. Terbayang akan tugas-tugas berat di depan mata. Makanya, perjalanan ke Jakarta saat itu bisa dibilang sedikit menjadi “obat penenang” bagi pikiran saya.

Sambutan hangat dari panitia serta keseruan bersama teman-teman baru sejak bertemu hingga menjelang saya pulang ke Jogja bersama Mas Bambang, nyatanya memang mampu menjadi hiburan tersendiri bagi saya sebelum memulai menjalankan tugas baru. Dan perjalanan sehari semalam itu tentu akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Sosaya selalu berharap agar Tuhan selalu memberi nikmat pertemuan kedua dan seterusnya dalam suasana yang lebih menyenangkan. Sampai jumpa semuanya!


4 Tanggapan untuk "Sehari Semalam yang Penuh Kesan: Perjalanan Mengikuti Awarding Lomba Blog Kadin"

  1. Alhamdulillah, seneng banget bisa ketemu sama Pak Guru setelah sekian lama. Semoga kita bisa berjumpa lagi ya pak.

    Sekarang udah sembuh kan sariawannya?😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdu lillah sudah sembuh.. Senang juga bertemu blogger muda potensial.. Semoga bisa berjumpa lagi di kesempatan lain..

      Delete
  2. Cerita ini sangat memotivasi, terima kasih kang masroer :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, kak. Terima kasih telah berkunjung..

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel