Kebangkitan Mutiara Hitam, Mampukah Mereka ‘Menikung’ Serdadu Tridatu?


Semeton Dewata—julukan fans Bali United FC—sudah pasti sangat antusias menyambut sisa kompetisi Shopee Liga 1. Bagaimana tidak, hingga pekan ke-27 ini, tim kesayangan mereka masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 57 poin. Angka tersebut merupakan hasil dari 17 kali menang, 6 kali seri dan 4 kali kalah. Sebuah catatan yang sangat impresif, bukan?

Meski demikian, tentu saja tim yang bermarkas di Gianyar, Bali ini tidak boleh jemawa ya! Pasalnya, kalau sampai lengah, gelar juara yang sudah berada di ambang pintu itu bisa-bisa ‘ditikung’ oleh beberapa tim yang peringkatnya ada di bawahnya. Sebut saja, Persipura Jayapura dan Madura United.


Saat artikel ini ditulis, kedua tim tersebut masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga dengan jumlah nilai yang sama yaitu 44 poin. Akan tetapi, dengan simpanan satu pertandingan yang belum dimainkan, Boaz Solossa dan kawan-kawan tentu sedikit lebih diunggulkan untuk mengejar sang pemuncak klasemen jika dibandingkan dengan Madura United.


Persipura Jayapura memang tidak mengawali musim kompetisi Shopee Liga 1 dengan baik. Di bawah komando Luciano Leandro, tim Mutiara Hitam tidak mampu meraih kemenangan sekalipun di tujuh laga awal yang dimainkannya. Tak ayal, kala itu Mutiara Hitam pun terjerembab di posisi 17 klasemen.

Namun sejak berganti nahkoda, Persipura bak pesawat ulang-alik yang melesat ke angkasa. Hanya tiga kali menelan kekalahan dari 19 penampilan terakhirnya, kiprah Mutiara Hitam pun seketika menyita perhatian publik. Alhasil, tim yang sempat menghuni zona degradasi di awal musim ini, kini menduduki runner up klasemen sementara dan menjadi salah satu penantang terkuat Bali United dalam perburuan juara.



Hingga pekan ke-27 ini, Mutiara Hitam memang masih tertinggal 13 poin dari sang pemuncak klasemen, Bali United. Asal tau saja, mengejar poin Bali United di sisa delapan laga tentu bukanlah perkara mudah. Terlebih, tim Serdadu Tridatu—julukan Bali United—nyaris tampil konsisten sepanjang 27 pertandingan yang telah dilakoninya. Akan tetapi, terlepas dari selisih poin yang terlampau jauh itu, sebenarnya Mutiara Hitam memiliki beberapa modal untuk bisa menggusur Bali United dari puncak klasemen. Apa saja?

Pertama, keseimbangan permainan. Ya, tim asuhan Jacksen F. Tiago nampak memiliki keseimbangan permainan yang lebih apik dibanding Bali United. Setidaknya, hal ini bisa kita lihat dari tujuh laga terakhir yang dimainkan oleh kedua tim.



Persipura Jayapura, dalam tujuh laga terakhir bisa mencetak 12 gol dan hanya 8 kali menderita kebobolan. Sementara anak asuh Stefano Cugurra Teco memang terlihat kuat di lini depan, namun sedikit rapuh di sektor pertahanan. Buktinya, dalam enam laga terakhir ini, Bali United mampu membukukan total 9 gol, dan kebobolan sebanyak 12 kali. 

Kedua, kuat di laga home dan away. Tak bisa dimungkiri, kunci dari tim juara adalah konsistensi permainannya. Siapa yang bisa kuat di laga kandang maupun tandang, tentu memiliki peluang yang lebih besar untuk menjuarai sebuah kompetisi. Nah, di bawah asuhan Jacksen F. Tiago, Persipura memiliki kriteria tersebut.



Dari  tujuh laga terakhirnya—masing-masing 3 laga kandang dan 4 pertandingan tandang—, Mutiara Hitam berhasil mencatatkan total 14 poin hasil dari 4 kali menang, 2 kali seri, dan 1 kali kalah. Sedangkan Bali United yang bermain 3 laga kandang dan 4 pertandingan tandang, hanya mampu mendulang 9 poin, hasil dari 2 kali menang, 3 kali seri, dan 2 kali kalah.

Dan ketiga, tetap tangguh meski tanpa pendukung. Berbeda dengan Bali United yang selalu menggelar laga kandang di Stadion Dipta Gianyar, belakangan ini Persipura tak bisa menggelar laga kandang di markasnya sendiri dan harus mengungsi ke stadion lain. Paling tidak dalam enam pertandingan kandang terakhir ini, di mana Boaz Solossa dan kawan-kawan harus menjadi musafir dengan berpindah-pindah stadion untuk menggelar laga kandangnya, mulai dari Stadion Aji Imbut hingga Stadion Gelora Delta.



Namun, meski tanpa mendapat dukungan penuh dari supporternya, ternyata Mutiara Hitam tetap mampu bersinar. Menjalani enam laga kandang sebagai musafir, Persipura Jayapura berhasil mencatatkan 3 kemenangan, 2 hasil seri, dan hanya 1 kali menelan kekalahan. Lantas, dengan berbagai modal tersebut, mampukah Mutiara Hitam ‘menikung’ Serdadu Tridatu?


Saat ini, Laskar Serdadu Tridatu tinggal memiliki tujuh laga sisa, sementara Mutiara Hitam masih menyisakan delapan pertandingan. Namun dengan selisih 13 poin, Bali United tentu saja masih lebih difavoritkan untuk menyandang gelar sebagai juara Shopee Liga 1 musim 2019 jika dibandingkan dengan Persipura.

Secara matematis, dengan delapan laga yang tersisa, Persipura hanya mampu menambah 24 poin. Sehingga, poin maksimal yang bisa didapat oleh Persipura di akhir musim adalah 68 poin. Menyapu bersih 24 poin dari 8 laga itu sendiri tentu menjadi misi Mutiara Hitam yang cukup berat. Sebabnya, 2 di antara 8 tim yang akan dihadapinya adalah sang pemuncak klasemen, Bali United dan tim yang tengah menghuni peringkat 4, yaitu Borneo FC.


Nah, melihat skenario itu, Serdadu Tridatu sudah pasti sangat diuntungkan. Terlebih, Lili Paly dan kawan-kawan sebenarnya hanya butuh tambahan 12 poin agar tidak terkejar Persipura.  Artinya, mereka cukup memenangkan 4 laga dari 7 laga sisa untuk mengunci gelar juara Shopee Liga 1 musim 2019 ini. 

Namun kalau boleh saya katakan, misi Bali United untuk menambah 12 poin dari 7 laga yang tersisa itu sebenarnya adalah misi yang juga tidak ringan. Pencapaian Bali United memang begitu memukau selama gelaran Shopee Liga 1 musim 2019 ini. Akan tetapi, jika melihat lima pertandingan terakhir yang dilakoni Bali United, kita akan melihat bahwa tim ini sedang mengalami penurunan performa.

Dari 5 pertandingan terakhirnya, Serdadu Tridatu hanya mampu mengumpulkan 6 poin, dengan perincian hanya sekali menang, 3 kali seri, dan sekali kalah. Belum lagi, jika kita melihat lawan-lawan yang dihadapi Bali United di tujuh laga sisa yang diprediksi akan cukup merepotkan.



Meskipun empat laga kandang yang tersisa bisa dimanfaatkan sebagai ladang poin, Bali United tentu harus tetap waspada. Pasalnya, empat lawan yang akan bertandang ke Pulau Dewata adalah tim-tim yang punya potensi besar untuk menjegal Serdadu Tridatu menuju tangga juara. Setelah Persib Bandung dan TIRA-Persikabo, secara berurutan Bali United akan menjamu Persipura dan Madura United di 4 laga kandang yang tersisa. Sementara untuk laga tandang, Bali United akan menghadapi PSM Makassar, Semen Padang, dan Arema FC.

Secara umum, ketujuh lawan tersisa bagi Bali United adalah tim-tim yang masih punya kepentingan. Entah itu tim yang sekadar ingin mencuri peluang finish di papan atas seperti Arema FC, PSM Makassar, TIRA-Persikabo, dan Persipura yang menjadi rivalnya ataupun tim yang ingin lolos dari jurang degradasi seperti Semen Padang. Nah, andai saja Bali United mampu mengumpulkan minimal 12 poin dari ketujuh laga sisa tersebut, maka Serdadu Tridatu pun akan menjadi juara baru Shopee Liga 1 musim 2019.

Lantas, bagaimana dengan peluang Mutiara Hitam Persipura? Tentu saja, peluang Persipura untuk bisa menggeser Serdadu Tridatu masih terbuka lebar. Terkecuali Bali United yang akan dihadapi di pekan ke-31, di atas kertas lawan-lawan Persipura di delapan laga sisa relatif lebih ringan. Untuk menjadi juara, Mutiara Hitam hanya perlu bermain semaksimal mungkin untuk menyapu bersih semua laga, sambil berharap Serdadu Tridatu terpeleset di minimal 4 pertandingan dari 7 laga sisa yang akan dimainkannya.



Jadi, siapa yang akan keluar sebagai juara Shopee Liga 1 musim 2019 ini? Menarik untuk selalu ditunggu. Karena, meskipun terpaut 13 angka, bagi saya, hingga saat ini keduanya memiliki peluang yang sama. Jika Fadhil Sausu dan kawan-kawan mampu mengalahkan Persipura di pekan ke-31, peluang untuk naik tahta di akhir musim memang akan semakin besar.

Namun sebaliknya, jika mereka gagal mengatasi Persipura dan tergelincir di tiga laga lainnya, maka Semeton Dewata pun harus rela jika tim kesayangannya ‘ditikung’ Mutiara Hitam yang sedang bangkit dari tidurnya. Nah, bagaimana menurut kalian? Setuju dengan artikel tentang prediksi juara yang juga saya ikut sertakan dalam Kontes Blog Shopee Liga 1 ini? Tulis di kolom komentar ya!


***

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Blog Shopee Liga 1
*Sumber foto: 
kompas.com, goal.com, football5star.com, tribunnews.com, bola.com, majalahwekonews.com, bolahita.id

4 Tanggapan untuk "Kebangkitan Mutiara Hitam, Mampukah Mereka ‘Menikung’ Serdadu Tridatu?"

  1. Bali United berada di atas angin, Persipura menarget yang terbaik di sisa laga dengan optimisme mereka. Sedang tim sepak bola kebanggaan daerah saya berada di titik terendah klasemen dan berpeluang terdegradasi (lagi). Pada akhirnya, bola itu terus berputar. Eh. Shopee Liga 1 ini menjadi menarik karena setiap tim terus berusaha menghadirkan performa terbaiknya. Jadi tidak sabar menunggu akhir musim.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bali United saat ini memang masih yang paling favorit jadi juara, Mas. Namun, melihat 5 penampilan terakhir yang hanya dapat 6 poin sepertinya menjadi peluang emas Persipura untuk menyalipnya. Sayang, pekan lalu Persipura malah kalah telak dari PSM. So, sisa laga pun semakin menarik untuk disimak.

      Delete
  2. Moga sukses Mas. Saya gak paham bola 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mas. Saya suka bola sejak kecil hingga kini hehehe...

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel